Lomba Ngremo Cak Durasim

Surabaya – Surabaya Post Ajang kesenian Festival Cak Durasim (FCD) bakal digelar lagi November mendatang oleh Taman Budaya Jatim (TBJ). Salah satu acara yang sedang dipersiapkan adalah Lomba Tari Ngremo (LTN) untuk anak-anak dan remaja atau dewasa. Pelaksanaannya dijadualkan di TBJ Jl Gentengkali pada 12-13 November.

LTN kali ini, kata Dimas Pramuka Admaji yang dihubungi Sabtu (6/10), dilakukan oleh TBJ sendiri dan Studio Tari Gito Maron sebagai pelaksananya. Dengan LTN ini juga, tambah Dimas, diharapkan dapat lebih menggairahkan FCD yang dijadualkan pada pertengahan November.

“Apalagi tari ngremo sangat identik dengan Cak Durasim yang selama ini dikenal sebagai tonggak sejarah kesenian ludruk di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya,” jelas Dimas, koreografer yang telah dinobatkan sebagai seniman “berprestasi” 2007 dan menerima penghargaan dari Gubernur Jatim ini.

Apalagi, pelaksanaan FCD ini juga disemangati dan sekaligus mengangkat nama besar seniman Jatim yang kidungannya dianggap melawan penjajah saat itu, Jepang. Pegupon omahe doro, melok Nippon tambah sengsoro (artinya, dijajah Jepang sangat tidak enak atau sengsara).

Dengan lomba ngremo ini, tambah Dimas, koreografer yang karyanya Geleng Room meraih penghargaan tari tingkat nasional, diharapkan para peserta tidak hanya mengenal tari yang hingga kini masih menjadi kebanggaan Jatim tapi juga lebih mengenal tokoh ludruknya, yaitu Cak Durasim. Nama Cak Durasim kini juga menjadi nana gedung kesenian di TBJ.

Tentang LTN, ujar Dimas, terbuka untuk umum. Peserta anak-anak dibatasi antara usia 7 – 12 tahun dan remaja/dewasa berusia antara 13-25 tahun. Lomba tari kali ini dengan gaya bebas dan tanpa kidungan. “Jadi kami fokuskan pada tari atau geraknya saja tanpa ada vokal (kidung),” jelas dia.

Pengiringnya bukan live tapi para peserta dipersilakan membawa kaset sendiri-sendiri. Dengan begitu, para peserta diharapkan bisa tampil lebih maksimal karena dipersiapkan sendiri.

Selama ini, tari ngremo yang digemari anak-anak cukup berfariasi. Ada remo gaya Bolet, Jugak, Sawunggaling, Trisnawati dan Remo Putri. Para peserta juga tinggal memilih saja sesuai dengan kesenangannya. “Kalau ditentukan panitia, kami khawatir justru akan mengekang kreatifitas peserta,” ujarnya.

Pendaftaran bisa dilakukan sekarang di TBJ Jl Gentengkali 85 dengan menyerahkan pas foto 4×5 cm, identitas diri serta membayar Rp 50 ribu. Kejuaraannya, terbaik I, terbaik II, terbaik III serta juara harapan dan favorit. Masing-masing akan menerima penghargaan, trofi dan uang pembinaan.(gim)

http://www.surabayapost.info | Senin 06/10/2007 11:04:48

About these ads

Satu Tanggapan

  1. kapan diadakan selanjutnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: