SURABAYA - Pameran lukisan tidak harus dilakukan di galeri-galeri seni yang memiliki nuansa serius. Untuk menghilangkan nuansa itu, pameran bisa dilakukan di tempat wisata yang memiliki suasana rileks. Seperti pameran bertajuk Light of Heart yang dilangsungkan di Pelangi Nusantara, kompleks pertokoan Mangga Dua Jagir.
Selain melihat pergelaran lukisan, pengunjung bisa menikmati aneka makanan yang diletakkan tepat di depan pintu galeri. “Ini kerja sama dengan pengelola Pelangi Nusantara,” kata Muit Arsa, ketua panitia.
Dia mengatakan, pameran tersebut diselenggarakan untuk lebih mendekatkan lukisan kepada masyarakat umum, khususnya remaja. Karena itu, pameran lukisan tersebut juga diselipi berbagai kegiatan seni lain. Misalnya, seni tari, live music, dan aneka kerajinan tangan.
Pameran itu mencampurkan lukisan karya pelukis Jatim dan Bali. Sebanyak 60 lukisan karya 30 pelukis ditampilkan dalam pameran tersebut.
Pelukis dari Jatim, antara lain, Waji M.S., Setyoko, Sutoyo, Lis S. Toyo, dan Sutikno. Pelukis dari Bali adalah Istiyono, Rikih Karamoy, dan Benruh.
Saat pembukaan pameran kemarin (20/5), Jansen Jasien (Surabaya) dan Weldo Wnopringgo (Bali) melakukan atraksi seni dengan menampilkan body painting. Mereka menggoreskan cat akrilik di tubuh model bernama Retno. Komposisi kedua pelukis itu membuahkan hasil seni yang apik.
Muit menambahkan, pameran tersebut juga diadakan dalam rangka memperingati ulang tahun Surabaya. Karena itu, dia mengambil tema Light of Heart untuk memberikan masukan dalam bentuk pencerahan agar menambah kualitas hidup. (eko/dos)
Jawa Pos, Rabu, 21 Mei 2008,
