Parmin Ras Bagi Ilmu di Amerika

Lama vakum, pelaku seni Jawa Timur, Parmin Ras, ancang-ancang berangkat ke New York, Amerika Serikat. Februari 2009, ia akan berdiskusi dan menggelar workshop bersama seniman-seniman terpilih dari antero negeri. Ia lolos seleksi dan mendapat grant (dana batuan) dari Asian Cultural Council, AS. “Meski tahun depan, persiapannya mulai sekarang. Saya tampil dengan gaya saya,” ujar pria yang tinggal di Pasirian, Lumajang ini beberapa waktu lalu di Surabaya.

Untuk pertunjukan di negeri Paman Sam nanti, lanjut Parmin, tidak ada format khusus. Ia akan berbagi ‘teknik’ seni pertunjukan yang mengedepankan olah nafas dan aliran gerak. Bergerak, baginya harus berdasar kebutuhan. Adalah sia-sia jika bergerak tanpa tujuan. Untuk itu, ia tidak berada dalam ‘aliran’ tari dengan kostum meriah dan musik rancak. Visual, dalam kamus Parmin bukan memuaskan mata telanjang. Ia merujuk mata batin.

“Inilah yang sulit dipahami mereka (orang asing). Katanya, itu tarian level tinggi,” ujarnya lalu tertawa. Pernah manggung di London pada 1997 silam, menjadi bekal pria berkuncir ini untuk memahami karakter audiens asing. Ia juga akan berguru pada peserta lainnya.

Untuk menu pembuka, Parmin mengandalkan tari Piring. Piring adalah tarian simbol pentingnya peran ibu di sektor domestik. Katanya, ia teraspirasi kenangan mengharukan terkait ibunya dulu. Sebab itu Piring selalu dimainkan di manapun ia manggung.

Soeparmin Ras alias Parmin Ras dikenal sebagai seniman ‘minimalis’. Ia selalu tampil tanpa kostum tertentu, mengutamakan aliran gerak dan olah nafas. Awam terkadang sulit memahami kreasinya. Parmin bergerak dalam simbol, sering kali tanpa skenario dan panggung. Salah satu pertunjukan Parmin yang terkenal adalah tari Getar. Selama 24 jam tanpa jeda ia menggetarkan badannya.
“Kini saya banyak berkiprah di Lumajang dan membangun padepokan di sana. Mendekat pada alam,” tukasnya.esi

Surya, Saturday, 18 October 2008

2 Tanggapan

  1. tak heran jika new york memilih bapak, cz mungkin hanya bapak saja yang dapat menarikan hatinya untuk orang lain. syukur yang dalam karena Tuhan memberikan kesemptan saya unutk mengenal bapak. truz – truz dan truz mungkin itu yang ada di hati bapak unutk mendalami hatinya sendiri. sehingga dapat memberikan gerak untuk dijadikan pembelajaran unutk orang lain.

  2. selamat dah.buat bapak karena itu layak atas dedikasi serta eksistensinya dalam seni gerak indonesia, tentunya pas pada saat – saat ini indonesia yang lagi bergerak ke berbagai arah tentunya modal untuk me -wacanakan – begitu kuatnya gerak – gerik orang indonesia di mata dunia sehingga seni gerak dapat mendapat apresiasi lebih di dunia innternasional, selamat bergerak

Tinggalkan Balasan