Seni Tradisional Kurang Diminati Anak Muda

suarasurabaya.net| “Kesenian tradisional kita memang kurang diminati anak-anak muda. Nanti mereka marah atau tergerak untuk ikut melindungi setelah tahu bahwa kesenian tradisional itu dicaplok negeri lain. Padahal kita punya banyak sekali ragam dan macamnya”.

AGUS KUPRIT seniman Ludruk asal Kota Surabaya, yang saat ini merupakan satu diantara pentolan kelompok Ludruk RRI Surabaya, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (07/11) menyampaikan hal itu.

Keberadaan seni tradisional, sampai saat ini disinyalir juga tidak mendapatkan tempat secara khusus dalam meteri atau dalam kurikulum belajar para siswa. Kalaupun ada sangat minim, dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.

“Khusus untuk sekolah menengah kesenian atau SMKN di Surabaya, kalau untuk urusan tari Remo misalnya, sudah cukup bagus. Tetapi ketika ngomong masalah kidungan, sepertinya tidak banyak dikenal. Padahal itu satu paket,” tambah AGUS KUPRIT.

Satu paket, karean untuk penampilan Tari Remo yang sesungguhnya diwajibkan bagi penarinya untuk juga bisa ngidung. “Karena itu, pengenalan seni tradisional kepada anak-anak muda termasuk pelajar, sangat penting dilakukan,” kata AGUS KUPRIT pada suarasurabaya.net.

Sementara KIRUN seniman tradisional, pemain Ludruk, sekaligus pemerhati seni tradisional, menyampaikan bahwa anak-anak muda masih bergantung pada pendidikan tinggi atau gelar kesarjanaan, untuk jenjang kehidupannya.

“Padahal tidak sedikit pelawak atau seniman tradisional yang kemudian menjadi sukses dalam menekuni bidangnya itu. Kalau anak-anak muda saat ini khan masih mengejar gelar kesarjanaan. Padahal saat mencari kerja juga belum tentu mudah,” tambah KIRUN.

Karena itu, pengenalan seni tradisional Indonesia kepada para pelajar termasuk generasi muda mutlak harus dilakukan jika ingin seni-seni tradisional itu tetap ada dan eksis dinegeri sendiri.(tok)

Teks foto:
-Lomba kidung perjuangan sebagai satu bentuk pelestarian seni tradisional.
Foto: Dok. suarasurabaya.net
07 November 2009, 11:04:56| Laporan J. Totok Sumarno

Tinggalkan Balasan