Posted on Oktober 8, 2009 by brangwetan
Oleh M DJUPRI
Gubernur Dr Soekarwo atau Pakde Karwo ” sapaan akrabnya” saat membacakan sambutan pada acara silaturahim dan pemberian penghargaan kepada 10 budayawan dan seniman serta tali asih kepada 300 seniman se- Jatim di Graha Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Surabaya, Rabu (9/9), melontarkan gagasan perihal pentingnya asuransi kesehatan untuk seniman. [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel | Leave a Comment »
Posted on Oktober 1, 2009 by brangwetan
Oleh : Yanuar Yahya (Wartawan Radar Mojokerto)
Tiba-tiba saja, rencana patung atau monument atau taman untuk mengenang Mbah Surip dibatalkan. Pemkot Mojokerto yang menjadi “empunya hajat” untuk merealisasikan usulan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf itu menganggap tak perlu dibangun patung Mbah Surip yang bernilai ratusan juta. Alasannya sederhana, masyarakat pro-kontra.
DIarsipkan di bawah: Artikel | Leave a Comment »
Posted on Juli 11, 2009 by brangwetan
Oleh: Nanda Sukmana, Ketua Tim Revitalisasi Sandur Manduro, Jombang
Sebuah pertunjukan musti akan berakhir. Dan akhir itu tidak musti harus mati. Sebab kematian adalah kekonyolan. Pertunjukan hidup adalah ritualitas pengabdian manusia. Dan pengabdian tak pernah kenal kata akhir. Sebab akhir pengabdian adalah awal kekonyolan. Manusia boleh berakhir kerana kematiannya, namun kematian itu bukannya sebuah kekonyolan, melainkan [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel, Seni Tradisi | Leave a Comment »
Posted on Mei 17, 2009 by brangwetan
Oleh Djuli Djatiprambudi
Setiap karya seni punya pasar sendiri. Seperti yang terjadi di Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) di kompleks Balai Pemuda Surabaya, 1 – 11 Mei 2009. Ratusan pelukis dari berbagai kota menggelar karyanya di dalam 160 tempat yang disediakan panitia. Di hari kedua sudah disiarkan sekitar 200 karya terjual. Ratusan orang memadati arena pasar [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel, Seni Rupa | 2 Komentar »
Posted on Januari 11, 2009 by brangwetan
oleh Imam Ghozali Ar*
Menyanding Sandur Manduro
Sebuah pertunjukan musti akan berakhir. Dan akhir itu tidak musti harus mati. Sebab kematian adalah kekonyolan. Pertunjukan hidup adalah ritualitas pengabdian manusia. Dan pengabdian tak pernah kenal kata akhir. Sebab akhir pengabdian adalah awal kekonyolan. Manusia boleh berakhir kerana kematiannya, namun kematian itu bukannya sebuah kekonyolan, melainkan [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel | Leave a Comment »
Posted on November 28, 2008 by brangwetan
Oleh Beni Setia
Acara Temu Sastra Nasional MPU III di Bandung 4-6 November 2008, duta Jawa Timur diwakili oleh Beni Setia, Lan Fang, Mashuri, dan Mardiluhung. Acara itu menyenangkan, tetapi ada ihwal di luar konteks yang lebih menantangkan yang rasanya lebih pantas buat dibicarakan. Bocoran kalau salah satu wakil Jawa Barat, Nazarudin Ashar, sebagai penulis puisi [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel | Leave a Comment »
Posted on November 17, 2008 by brangwetan
Kesaksian James L Peacok, kehidupan ludruk pada tahun 1963-1964 menjadi agen perubahan. Peacok menyebutnya sebagai ritus modernisasi. Sebagai agen perubahan, ludruk membantu orang menetapkan gerak peralihan mereka dari satu situasi ke situasi yang lain, yakni dari situasi tradisional ke situasi modern.
DIarsipkan di bawah: Artikel | 1 Komentar »
Posted on Oktober 29, 2008 by brangwetan
Buku ini memuat lima belas cerpen terbaik Budi Darma, sastrawan yang juga guru besar sastra Universitas Negeri Surabaya. Ilustrasi sampulnya menarik. Ada topi baja, selongsong peluru, pena, dan sampul surat bercaplak pengarang.
DIarsipkan di bawah: Artikel, Sastra | Leave a Comment »
Posted on Oktober 25, 2008 by brangwetan
Estetika Kain Perca: Potret Perempuan berkesenian Melalui Pemanfaatan Kain Perca
“Estetika Kain Perca” mengubah pemahaman kita tentang kain perca yang dikatagorikan sebagai limbah, barang tak berguna serta sekaligus mengubah pemahaman tentang estetika. Kain perca selama ini lebih dikenal sebagai kerajinan tangan semata yang jarang dikaitkan dengan pilihan berkesenian, dan tampil menjadi alternative pilihan untuk membuat [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel | Leave a Comment »
Posted on Agustus 12, 2008 by brangwetan
Tak salah kiranya jika di suatu Kota bernama Solo dikenal sebahai kota budaya.Selain memiliki banyak peninggalan sejarah berupa bangunan lawas yang menyimpan banyak kisah, Solo juga menyimpan banyak seni tradisi dan budaya. Hal ini tidak beda jauh dengan kondisi pelestarian seni tradisional yang ada di kota Surabaya. Tentu saja terjaganya peninggalan-peninggalan adiluhung ini tentu tak [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel, Seni Tradisi | Leave a Comment »
Posted on April 6, 2008 by brangwetan
Akal sehat saya benar-benar terganggu setelah akhir Maret lalu saya sempat menyaksikan sebuah forum bernama Musyawarah Daerah Dewan Kesenian Jawa Timur (Musda DKJT) di Batu. Akal sehat saya bertanya, jangan-jangan ada kesalahan konseptual soal apa dan bagaimana dewan kesenian (di negara maju lazim disebut arts council), sehingga muncul peristiwa musda segala.
DIarsipkan di bawah: Artikel | Leave a Comment »
Posted on Januari 7, 2008 by brangwetan
oleh Saiful Hadjar*
Kita sering melihat, seni bersekutu dengan penindas, koruptor, manipulator, eksploitator dan struktur sosial ekonomi yang menghancurkan harkat kemanusiaan. Seni itu benar-menar menjadi candu. Apa yang dilakukan dan dilontarkan terhadap seni hanya untuk melegitimasi atau memperkuat kedudukannya. Seni hanya menjadi lenguhan kaum yang tertindas, hati dari manusia robot dan jiwa dari keadaan yang kosong, [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel, Seni Rupa | 2 Komentar »
Posted on Januari 3, 2008 by brangwetan
suarasurabaya.net| Apa yang terbayang bila mendengar nama-nama Gundala Putra Petir, Si Buta dari Gua Hantu, Asterix, Tintin, Donald Bebek, Superman, Kung Fu Boy, Candy-Candy. Sejak kanak-kanak kita telah mengenal dunia imajinasi tanpa batas yang dituangkan melalui serangkaian gambar dan kalimat-alimat di atas kertas… KOMIK !
DIarsipkan di bawah: Artikel, Seni Rupa | Leave a Comment »
Posted on Desember 22, 2007 by brangwetan
PADA Idul Fitri yang lalu saya banyak menerima SMS. Isinya bukan ucapan “Selamat Idul Fitri dan Mohon Maaf Lahir Batin”, melainkan berupa gerundelan dari sejumlah perupa terkait dengan Biennale Jawa Timur2007. Siapa saja yang menggerundel, saya tidak tertarik membahasnya. Yang menarik dari gerundelan tersebut justru pikiran di baliknya. Artinya, saya menangkap sinyal bahwa biennale merupakan [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel | 1 Komentar »
Posted on Desember 14, 2007 by brangwetan
Gesit Ariyanto
Ekspresi kemarahan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya reda pascapromosi wisata Malaysia yang menghebohkan karena mengklaim lagu Rasa Sayange dan reog Ponorogo sebagai khazanah budayanya. Entah apa ekspresi berikutnya bila produk budaya tradisional angklung dan batik benar-benar mereka “eksploitir”. Hah…!? Sabar dulu.
Konvensi Bern yang diratifikasi Indonesia 10 tahun lalu menyebutkan, negara berhak melindungi setiap bentuk [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel | Leave a Comment »