<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Brang Wetan</title>
	<atom:link href="http://brangwetan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brangwetan.wordpress.com</link>
	<description>Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 09:53:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='brangwetan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1bab728baae810fe53234dd42ff64c94?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Brang Wetan</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Budaya Pesisir Selatan Jawa Terancam Punah</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/budaya-pesisir-selatan-jawa-terancam-punah/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/budaya-pesisir-selatan-jawa-terancam-punah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Destyan
Pacitan &#8211; Budaya atau tradisi &#8220;kejawen&#8221; di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya di desa-desa yang ada di pesisir pantai Pacitan, Jawa Timur, terancam punah.
Sinyalemen itu disampaikan sejumlah pelaku budaya setempat, Rabu, usai mengikuti ritual acara sedekah bumi dan &#8220;genggongan&#8221; yang digelar masyarakat pantai di Dusun Tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1506&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : Destyan<br />
Pacitan &#8211; Budaya atau tradisi &#8220;kejawen&#8221; di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya di desa-desa yang ada di pesisir pantai Pacitan, Jawa Timur, terancam punah.<span id="more-1506"></span></p>
<p>Sinyalemen itu disampaikan sejumlah pelaku budaya setempat, Rabu, usai mengikuti ritual acara sedekah bumi dan &#8220;genggongan&#8221; yang digelar masyarakat pantai di Dusun Tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan (3/11).</p>
<p>&#8220;Dulu hampir setiap lingkungan masyarakat memiliki tradisi bersih desa. Tapi sekarang sudah banyak yang meninggalkan,&#8221; kata Mbah Kasim, 61, Ketua Paguyuban Seni Musik dan Tari Tradisional Kabupaten Pacitan.</p>
<p>Dia lalu mencontohkan pergeseran budaya yang terjadi di Kecamatan Lorog, tempatnya bermukim.</p>
<p>Dikatakannya, dulu saat dia masih kecil hingga remaja, tradisi bersih desa, seperti menjadi ritual &#8220;wajib&#8221; bagi setiap lingkungan masyarakat.</p>
<p>Tapi tradisi yang bersifat &#8220;kejawen&#8221; itu kini atau sejak empat dekade sejak terjadinya gerakan 30 September PKI (G30S PKI) pada era tahun 1965, perlahan namun pasti mulai luntur.</p>
<p>Hanya satu atau dua lingkungan perkampungan warga saja yang masih mempertahankan tradisi leluhur tersebut.</p>
<p>Itupun dikarenakan kelompok sepuh (usia lanjut/tua) yang memegang teguh pranata budaya Jawa sebagian masih hidup.</p>
<p>&#8220;Meningkatnya intensitas pengaruh Budaya Islam melalui ajaran-ajarannya yang ketat, perubahan generasi dari generasi tua ke generasi muda, meningkatnya ilmu pengetahuan serta kualitas pendidikan masyarakat, dan faktor-faktor lain merupakan variabel-variabel yang mempengaruhi terjadinya pergeseran budaya itu secara perlahan,&#8221; kata Mbah Kasim.</p>
<p>Pandangan serupa juga disuarakan oleh seniman lokal di Kecamatan Lorog, seperti Heri Ganceng dan Ketua Seksi Tari Kabupaten Pacitan, Ki Woto.</p>
<p>Keduanya melihat, pergeseran budaya tidak hanya terjadi di tingkat lingkungan masyarakat saja, tapi sudah merambah ke satuan lebih kecil, yakni individu-individu.</p>
<p>Buktinya, tradisi &#8220;nyadran&#8221; atau memberi sesaji ke makam leluhur ataupun ke tempat-tempat yang dikeramatkan kini sudah tidak banyak ditemui.</p>
<p>Ritual memberi makan atau sesaji pada anggota keluarga yang mengalami kesusahan karena ada keluarganya yang meninggal dunia selama tujuh hari tujuh malam juga sudah tidak banyak dilakukan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Masih banyak lagi contoh lainnya. Kalaupun sebagian masih ada, mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari,&#8221; katanya.</p>
<p>antarajatim, Rabu, 04 Nov 2009 12:49:48| </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1506&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/budaya-pesisir-selatan-jawa-terancam-punah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Tradisional Kurang Diminati Anak Muda</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/seni-tradisional-kurang-diminati-anak-muda/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/seni-tradisional-kurang-diminati-anak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1504</guid>
		<description><![CDATA[suarasurabaya.net&#124; “Kesenian tradisional kita memang kurang diminati anak-anak muda. Nanti mereka marah atau tergerak untuk ikut melindungi setelah tahu bahwa kesenian tradisional itu dicaplok negeri lain. Padahal kita punya banyak sekali ragam dan macamnya”.
AGUS KUPRIT seniman Ludruk asal Kota Surabaya, yang saat ini merupakan satu diantara pentolan kelompok Ludruk RRI Surabaya, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (07/11) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1504&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>suarasurabaya.net| “Kesenian tradisional kita memang kurang diminati anak-anak muda. Nanti mereka marah atau tergerak untuk ikut melindungi setelah tahu bahwa kesenian tradisional itu dicaplok negeri lain. Padahal kita punya banyak sekali ragam dan macamnya”.<span id="more-1504"></span></p>
<p>AGUS KUPRIT seniman Ludruk asal Kota Surabaya, yang saat ini merupakan satu diantara pentolan kelompok Ludruk RRI Surabaya, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (07/11) menyampaikan hal itu.</p>
<p>Keberadaan seni tradisional, sampai saat ini disinyalir juga tidak mendapatkan tempat secara khusus dalam meteri atau dalam kurikulum belajar para siswa. Kalaupun ada sangat minim, dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.</p>
<p>“Khusus untuk sekolah menengah kesenian atau SMKN di Surabaya, kalau untuk urusan tari Remo misalnya, sudah cukup bagus. Tetapi ketika ngomong masalah kidungan, sepertinya tidak banyak dikenal. Padahal itu satu paket,” tambah AGUS KUPRIT.</p>
<p>Satu paket, karean untuk penampilan Tari Remo yang sesungguhnya diwajibkan bagi penarinya untuk juga bisa ngidung. “Karena itu, pengenalan seni tradisional kepada anak-anak muda termasuk pelajar, sangat penting dilakukan,” kata AGUS KUPRIT pada suarasurabaya.net.</p>
<p>Sementara KIRUN seniman tradisional, pemain Ludruk, sekaligus pemerhati seni tradisional, menyampaikan bahwa anak-anak muda masih bergantung pada pendidikan tinggi atau gelar kesarjanaan, untuk jenjang kehidupannya.</p>
<p>“Padahal tidak sedikit pelawak atau seniman tradisional yang kemudian menjadi sukses dalam menekuni bidangnya itu. Kalau anak-anak muda saat ini khan masih mengejar gelar kesarjanaan. Padahal saat mencari kerja juga belum tentu mudah,” tambah KIRUN.</p>
<p>Karena itu, pengenalan seni tradisional Indonesia kepada para pelajar termasuk generasi muda mutlak harus dilakukan jika ingin seni-seni tradisional itu tetap ada dan eksis dinegeri sendiri.(tok)</p>
<p>Teks foto:<br />
-Lomba kidung perjuangan sebagai satu bentuk pelestarian seni tradisional.<br />
Foto: Dok. suarasurabaya.net<br />
07 November 2009, 11:04:56| Laporan J. Totok Sumarno</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1504&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/seni-tradisional-kurang-diminati-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unesa Gelar Kolaborasi Seni 2009</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/24/unesa-gelar-kalaborasi-seni-2009/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/24/unesa-gelar-kalaborasi-seni-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 08:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Edy M Yakub
Surabaya &#8211; Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Kolaborasi Seni 2009 bertajuk &#8220;Kolaborasi Seni Meningkatkan Apresiasi dan Kreativitas Anak Bangsa&#8221; di atrium Supermal Pakuwon Indah Surabaya, 23-25 Oktober.
&#8220;Acara itu mengajak masyarakat atau mahasiswa untuk berkreasi seni rupa, seni tari, dan seni drama,&#8221; kata ketua Kolaborasi Seni 2009, Drs Muhajir MSi, di Surabaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1500&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : Edy M Yakub<br />
Surabaya &#8211; Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Kolaborasi Seni 2009 bertajuk &#8220;Kolaborasi Seni Meningkatkan Apresiasi dan Kreativitas Anak Bangsa&#8221; di atrium Supermal Pakuwon Indah Surabaya, 23-25 Oktober.<span id="more-1500"></span></p>
<p>&#8220;Acara itu mengajak masyarakat atau mahasiswa untuk berkreasi seni rupa, seni tari, dan seni drama,&#8221; kata ketua Kolaborasi Seni 2009, Drs Muhajir MSi, di Surabaya, Jumat.</p>
<p>Ia mengatakan, Kolaborasi Seni 2009 digelar untuk keberagaman kebudayaan Nusantara, termasuk ragam seni rupa seni busana, seni tari, drama, dan seni musik.</p>
<p>&#8220;Dalam konteks itu, apresiasi berkarya dikemas dalam bentuk lomba seni yang melibatkan para siswa SMP dan SMA dengan berangkat dari latar belakang kolaborasi seni,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, karya seni itu sepintas sebagai wahana pencitraan lembaga, sekaligus sebagai apresiasi masyarakat untuk mengenal jurusan seni yang ada, yaitu seni rupa, seni drama, seni musik, dan seni tata busana.</p>
<p>&#8220;Tetapi, di sisi lain, apresiasi yang digelar itu dapat ditumbuhkembangkan melalui pengamatan karya, juga dapat ditempuh melalui aktivitas berkarya,&#8221; katanya.</p>
<p>Acara juga dimeriahkan lomba tari dan lomba lukis berhadiah total Rp9 juta serta didukung kesemarakan pagelaran seni pertunjukan, pameran busana dan tata boga, seni rupa, teknologi pendidikan, poster dan foto majapahit, serta demo tata rias.</p>
<p>antarajatim, Jumat, 23 Okt 2009 20:22:35| </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1500&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/24/unesa-gelar-kalaborasi-seni-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesona Trenggalek di Taman Mini</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/23/pesona-trenggalek-di-taman-mini/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/23/pesona-trenggalek-di-taman-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 01:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1498</guid>
		<description><![CDATA[Sendratari Menak Sopal Krida, Sabtu malam ini (24/10) pukul 19.00 dipentaskan di anjungan Jatim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara tahunan ini adalah promosi seni budaya Jatim yang kali ini diwakili oleh Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan yang sama juga dipentaskan tarian khas Trenggalek, Tari Turangga Yaksa dan Tari Teleng Kencana serta pameran produk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1498&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sendratari Menak Sopal Krida, Sabtu malam ini (24/10) pukul 19.00 dipentaskan di anjungan Jatim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara tahunan ini adalah promosi seni budaya Jatim yang kali ini diwakili oleh Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan yang sama juga dipentaskan tarian khas Trenggalek, Tari Turangga Yaksa dan Tari Teleng Kencana serta pameran produk unggulan industri kecil dari Trenggalek.<span id="more-1498"></span></p>
<p>Sendratari garapan Bambang Wibisono itu mengisahkan keprihatinan kisah pertengahan abad XVI, tentang sosok Menak Sopal terhadap sawah-sawah yang kering dan gagal panen di daerahnya. Masyarakat setempat kemudian diajak menaikkan air kali Bagong untuk membuat bendungan (dam). Namun usaha ini selalu gagal. Bendungan itu runtuh setiap kali hampir selesai dibangun. Menak Sopal mendapat wangsit agar mencari tumbal Gajah Putih, yang kebetulan dimiliki oleh mbok Rondo Krandon. Tahu akan dijadikan tumbal, ternyata Gajah Putih marah, minta keadilan pada Adipati Trenggalek. </p>
<p>Singkat cerita, pembangunan bendungan itu berlanjut hingga selesai dan berfungsi sampai sekarang. Setiap tahun diselenggarakan Bersih Dam dengan mengorbankan hewan kerbau bule yang diidentikkan dengan Gajah Putih. Ritual tradisi ini diselenggarakan setiap Jum’at Pon bulan Sela (Jawa), dan menjadi atraksi wisata budaya kabupaten Trenggalek. </p>
<p>Sedangkan Tari Turangga Yaksa sudah dikenal sebagai tari tradisi khas Trenggalek, berupa jaranan (kuda kepang) namun terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Bagian kepalanya berupa raksasa berambut lebat. </p>
<p>Tari Teleng Kencana adalah sebuah tari kreasi baru. Teleng adalah ketela atau tepung ketela, kencana adalah emas. Jadi tarian ini mengambil inspirasi dari proses pengolahan ketela pohon menjadi tepung kasava. </p>
<p>Narasumber: Drs. Arief Rofiq, MSn, Kepala Seksi Kesenian, Bidang Seni Budaya dan Film, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim. </p>
<p>Surabaya, 23 Oktober 2009</p>
<p>Henri Nurcahyo<br />
Semacam Humas<br />
081 23100832</p>
<p>Arif Rofiq: 0816 540 6980</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1498&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/23/pesona-trenggalek-di-taman-mini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi dan Peluncuran Buku Musik 2 Kutub</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/diskusi-dan-peluncuran-buku-musik-2-kutub/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/diskusi-dan-peluncuran-buku-musik-2-kutub/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 16:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGENDA]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1496</guid>
		<description><![CDATA[(Panjak Hore &#38; Rock Progresif)
Pembicara: Suwarmin (STKW Surabaya) dan Gamantyo Hendrantoro (ITS Surabaya). Moderator: Bambang Sukmo Pribadi (Komite Musik Dewan Kesenian  Jatim). Waktu: Sabtu, 24 Oktober 2009, 13.00 WIB – Selesai
Tempat:Ruang Studio Desain Produk Industri Kampus ITS Sukolilo, Surabaya
Keterangan
- Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur
- Peserta tidak dipungut biaya (gratis)
- Peserta diskusi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1496&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>(Panjak Hore &amp; Rock Progresif)<br />
Pembicara: Suwarmin (STKW Surabaya) dan Gamantyo Hendrantoro (ITS Surabaya). Moderator: Bambang Sukmo Pribadi (Komite Musik Dewan Kesenian  Jatim). Waktu: Sabtu, 24 Oktober 2009, 13.00 WIB – Selesai<br />
Tempat:Ruang Studio Desain Produk Industri Kampus ITS Sukolilo, Surabaya<span id="more-1496"></span></p>
<p>Keterangan<br />
- Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur<br />
- Peserta tidak dipungut biaya (gratis)<br />
- Peserta diskusi mendapatkan buku Musik 2 Kutub terbitan Dewan Kesenian Jatim<br />
- Menampilkan Pertunjukan Tekno Progresif dari Redi Eko Prastyo &amp; Friend’s (Malang)<br />
- Informasi:<br />
Dewan Kesenian Jawa Timur<br />
Jl. Wisata Menanggal<br />
Surabaya 60234<br />
Telp/fax 031- 8554304<br />
email:dk_jatim@yahoo.com<br />
http://www.facebook.com/l/ba544;www.dewankesenianjatim.com<br />
http://www.facebook.com/l/ba544;www.brangwetan.com<br />
CP: Nashar Bathati (0817306239)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1496&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/diskusi-dan-peluncuran-buku-musik-2-kutub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disbudpar Jatim Gelar Festival Madura di Sumenep</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 00:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1494</guid>
		<description><![CDATA[Sumenep &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Komunitas Seni &#8220;Plat M&#8221; menggelar Festival Madura 2009 di Kabupaten Sumenep, Madura, pada tanggal 21-22 Oktober.
Ketua Panitia Pelaksana Festival Madura 2009, Syafrudin Budiman, Selasa, menjelaskan, kegiatannya merupakan salah satu upaya mengembangkan dan melestarikan kesenian dan budaya Madura.
&#8220;Dalam Festival Madura 2009, kami akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1494&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumenep &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Komunitas Seni &#8220;Plat M&#8221; menggelar Festival Madura 2009 di Kabupaten Sumenep, Madura, pada tanggal 21-22 Oktober.<br />
Ketua Panitia Pelaksana Festival Madura 2009, Syafrudin Budiman, Selasa, menjelaskan, kegiatannya merupakan salah satu upaya mengembangkan dan melestarikan kesenian dan budaya Madura.<span id="more-1494"></span></p>
<p>&#8220;Dalam Festival Madura 2009, kami akan menampilkan sejumlah kesenian lokal Madura yang merupakan warisan budaya yang harus dijaga,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, Festival Madura terbagi dalam tiga kegiatan, yakni pertunjukan kesenian khas Madura, sarasehan, dan karnaval budaya.</p>
<p>&#8220;Dalam pertunjukan kesenian khas Madura, kami akan menggelar pementasan topeng dalang dan musik &#8217;saronen&#8217; di atas panggung di depan Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain di atas panggung, peserta Festival Madura akan tampil di sejumlah pusat keramaian di Sumenep, di antaranya terminal dan pasar.</p>
<p>&#8220;Itu sengaja dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada warga menikmati karya seni Madura, tanpa harus datang ke pusat lokasi kegiatan di depan Kantor Disbudparpora Sumenep,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara untuk sarasehan akan menghadirkan empat pembicara, yakni Rektor Universitas Wiraraja Sumenep, Dr Ida Ekawati, Ahmad Fauzi (Dewan Kesenian Jawa Timur), Fadail Rahman dan Eko Wahyuni (pengamat budaya).</p>
<p>&#8220;Sebagai pamungkas acara, kami akan menggelar karnaval budaya. Nantinya, pelaku seni yang tampil di Festival Madura akan jalan kaki dari Taman Bunga ke &#8220;Labang Mesem&#8221; di kawasan Pendapa Agung,&#8221; katanya.</p>
<p>ANTARAJATIM,<br />
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/19296/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1494&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disbudpar Jatim Gelar Surabaya Full Music</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/disbudpar-jatim-gelar-surabaya-full-music/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/disbudpar-jatim-gelar-surabaya-full-music/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 07:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1492</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : M. Irfan Ilmie
Surabaya &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menggelar &#8220;Surabaya Full Music&#8221; (SFM) ke-7, pada 18-21 Oktober 2009. Materi yang disajikan dalam SFM ini terdiri atas berbagai kelompok musik yang berkembang di sekolah, kampus, sanggar, Dharma Wanita, dan musikus ekperimen yang bertumpu pada alat musik tradisional, seperti angklung, kulintang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1492&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : M. Irfan Ilmie<br />
Surabaya &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menggelar &#8220;Surabaya Full Music&#8221; (SFM) ke-7, pada 18-21 Oktober 2009. Materi yang disajikan dalam SFM ini terdiri atas berbagai kelompok musik yang berkembang di sekolah, kampus, sanggar, Dharma Wanita, dan musikus ekperimen yang bertumpu pada alat musik tradisional, seperti angklung, kulintang, dan gamelan, papar Arief Rofiq, selaku penanggung jawab teknis SFM, di Surabaya, Sabtu.<span id="more-1492"></span></p>
<p>Pembukaan SFM ke-7 itu berlangsung di Royal Plaza, Minggu (18/10), dengan menampilkan paduan suara ITS. Komposisi yang disajikan oleh kelompok mahasiswa tersebut merupakan materi unggulan yang siap ditampilkan pada ajang kompetisi nasional di Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Setelah mahasiswa ITS turun panggung, giliran 18 grup angklung dan kulintang tampil secara parade, di antaranya dari Petrokimia Gresik, PLN Surabaya, kelompok SMU, dan Dharma Wanita dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.</p>
<p>SFM dilanjutkan di gedung Cak Durasim, Senin (19/10), dengan menampilkan Bambang Sukmo Pribadi dari Surabaya yang piawai mengolah segala alat musik daerah.</p>
<p>Ada dua komposisi yang dipersiapkan Bambang, yakni &#8220;Lungmelung&#8221; dan &#8220;Bara 10 November&#8221; dengan menggunakan gamelan pelok, drum set, dan bas elektrik.</p>
<p>Repertoar &#8220;Lungmelung&#8221; merupakan kritik sosial atas kondisi yang berkembang sekarang. Liriknya berupa petuah dan doa serta anjuran untuk berserah pada Tuhan.</p>
<p>Pada malam kedua SFM itu, Bambang yang pernah menerima penghargaan dari Gubernur Jatim sebagai Seniman 2009 akan tampil sepanggung bersama Ki Toro dari Sidoarjo.</p>
<p>Hari ketiga SFM, Selasa (20/10), akan menyajikan parade musik gamelan yang digelar di plaza CITO. Sebanyak 20 grup karawitan dari kelompok mahasiswa, pelajar, dan sanggar kesenian siap menunjukkan permainan terbaiknya.</p>
<p>Kemudian SFM akan berakhir di Pusat Kebudayaan Prancis CCCL, Jalan Darmokali 10 Surabaya, Rabu (21/10) malam, dengan menampilkan musik etnik karya Johan dari Pacitan dan Redy Eko Prasetyo asal Malang.</p>
<p>Kedua musikus tersebut menyajikan hasil eksplorasinya terhadap musik tradisi seraya menawarkan warna baru.</p>
<p>antarajatim, Sabtu, 17 Okt 2009 21:05:14| </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1492&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/disbudpar-jatim-gelar-surabaya-full-music/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>200 Peserta Dipastikan Ikuti Kemah Budaya Jawa 2009</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/200-peserta-dipastikan-ikuti-kemah-budaya-jawa-2009/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/200-peserta-dipastikan-ikuti-kemah-budaya-jawa-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 07:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1490</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Slamet Agus Sudarmojo
Bojonegoro &#8211; Sebanyak 200 peserta dipastikan mengikuti Kemah Budaya Jawa 2009 di Wana wisata Dander, Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 -29 Oktober. &#8220;Dari 322 undangan yang kami sebarkan, ada 200 peserta yang malaporkan bisa hadir dalam acara kemah budaya Jawa di Bojonegoro,&#8221; kata Sekretaris Panitia Kemah Budaya Jawa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1490&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : Slamet Agus Sudarmojo<br />
Bojonegoro &#8211; Sebanyak 200 peserta dipastikan mengikuti Kemah Budaya Jawa 2009 di Wana wisata Dander, Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 -29 Oktober. &#8220;Dari 322 undangan yang kami sebarkan, ada 200 peserta yang malaporkan bisa hadir dalam acara kemah budaya Jawa di Bojonegoro,&#8221; kata Sekretaris Panitia Kemah Budaya Jawa, M. Chuzaini, Jumat.<span id="more-1490"></span></p>
<p>Peserta yang bisa hadir antara lain mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, sedang peserta lain dari Yogyakarta, Jember, Surabaya, Malang, Lamongan, dan Bojonegoro.</p>
<p>Menurut dia, pendataan dari berbagai kalangan yang diundang dalam kemah budaya di Bojonegoro hingga saat ini terus dilakukan, termasuk pembicara yang tampil dalam acara itu.</p>
<p>Dalam sarasehan membedah aksara Jawa, dosen Filsafat Universitas Gajahmada (UGM), Prof. Damardjati Supadjar dan K.R.T. Sutrimo, hampir bisa dipastikan hadir sebagai nara sumber.</p>
<p>&#8220;Pembicara lainnya yang dipastikan adalah sastrawan Jawa, Jayus Pete, asal Bojonegoro, yang akan berbicara dalam sarasehan dialek bahasa daerah Bojonegoro atau Bojonegaran dalam himpitan industrialisasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, sarasehan dengan tema, globalisasi sastra Jawa, dengan nara sumber, Arswendo Atmowiloto, masih dalam konfirmasi dengan yang bersangkutan.</p>
<p>&#8220;Kami masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Arswendo Atmowiloto tentang kehadirannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam acara kemah budaya Jawa 2009 itu, akan diisi juga dengan berbagai kesenian khas Jawa, mulai wayang thengul, wayang tobos, cokekan dan sandhur kasepuhan dan kentrung.</p>
<p>Dia menjelaskan, pelaksanaan kemah budaya Jawa ini, merupakan langkah yang strategis bagi Indonesia, sebab keberadaan bahasa Jawa dan berbagai kesenian yang menyertainya merupakan produk asli bangsa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Apalagi, dengan mencuatnya berbagai kasus kesenian mulai Reog Ponorogo, batik dan terakhir tari Pendet yang diklaim Malaysia. Kemah budaya Jawa juga, sekaligus untuk menyongsong diselenggarakannya kongres Bahasa Jawa ke-5 tahun 2011,&#8221; katanya.</p>
<p>antarajatim, Jumat, 16 Okt 2009 19:10:20| Budaya &amp; Pariwisata </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1490&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/200-peserta-dipastikan-ikuti-kemah-budaya-jawa-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Racun Tembakau Pentas di Sejumlah Kampus</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/14/racun-tembakau-pentas-di-sejumlah-kampus/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/14/racun-tembakau-pentas-di-sejumlah-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 00:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/14/racun-tembakau-pentas-di-sejumlah-kampus/</guid>
		<description><![CDATA[ISU perihal tembakau belakangan amat santer. Utamanya semenjak “korupsi” ayat UU Kesehatan terbaru oleh tangan-tangan misterius di DPR.  Namun kali ini, bukanlah isu bila Monolog Racun Tembakau yang dibesut sutradara sekaligus aktor S.Jai dari Komunitas Teater Keluarga hadir di sejumlah kampus di Surabaya, Malang dan Bangkalan. Adakah keduanya saling berhubungan?
Racun Tembakau yang disadur dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1489&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ISU perihal tembakau belakangan amat santer. Utamanya semenjak “korupsi” ayat UU Kesehatan terbaru oleh tangan-tangan misterius di DPR.  Namun kali ini, bukanlah isu bila Monolog Racun Tembakau yang dibesut sutradara sekaligus aktor S.Jai dari Komunitas Teater Keluarga hadir di sejumlah kampus di Surabaya, Malang dan Bangkalan. Adakah keduanya saling berhubungan?<span id="more-1489"></span></p>
<p>Racun Tembakau yang disadur dari (On the Harmful Effects of Tobacco) karya Anton Chekov ini pada Senin, 19 Oktober 2009 pukul 19.00 WIB bakal digelar di Ruang Moch. Saleh Gedung F Lantai 5 Universitas dr Soetomo Surabaya, jalan Semolowaru 84 Surabaya.<br />
Pertunjukkan yang disajikan dengan konsep estetik realisme-primitif dan artistik model testimoni ini merupakan rangkaian pentas kelilingnya di sejumlah kampus. Setelah sebelumnya di FIB Universitas Airlangga, dan RRI Surabaya Agustus lalu, Racun Tembakau juga bakal digelar di Universitas Negeri Malang di Gedung Serbaguna J9 Fakultas Sastra pada Senin 26 Oktober, serta di Universitas Trunojoyo Bangkalan bertempat di Gedung Student Center Jalan Raya Telang Kamal pada Kamis, 29 Oktober 2009.<br />
Kali ini dalam pertunjukkan yang diprakarsai Center for Relegious and Communty Studies (CeRCS) ini S.Jai menggandeng tim artistik dan musik dari Teater Gapus FIB Universitas Airlangga. Selain juga tour monolog di sejumlah kampus ini terselenggara atas kerjasama dengan beberapa komunitas: Teater Keluarga, Teater Pelangi (Universitas Negeri Malang), Teater Joss (Fikom-Unitomo) serta Detail Advertaising.<br />
Dari konsep S.Jai yang dibeber pada katalog pertunjukkan, terungkap gagasan realisme primitif berangkat dari hasrat untuk “bermain” lebih dari naluri-naluri dasar insting manusia di hadapan kenyataan hidup yang semakin miskin dari slogan “hidup yang benar-benar hidup.”  Termasuk sepakat untuk menggali hasrat demi tujuan “gaib” seperti halnya dilakukan para shaman dahulu  membersihkan diri dari stereotif kehidupan sehari-hari, sekalipun itu mengakar di ingatan. Jalan yang ditempuh teater ini adalah “mengaku” dan “bersaksi” atas nama kekuatan gaib—bermain dengan kekuatan yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>Perihal Amnesia</strong><br />
Dari besutan S.Jai, monolog Racun Tembakau berusaha menyingkap problem kejiwaan manusia modern dan menyoal batas-batas dari pelbagai konflik kejiwaan itu—antara lelaki dan perempuan, masalah pribadi dan keilmuan, kepribadian dan hilangnya kepribadian, keluarga dan masyarakat, juga masalah ingatan akan masa lalu, masa kini dan hari depan.<br />
Masalah merokok dan bahaya asap rokok bisa jadi adalah pemantik.  Namun, bukan mustahil hal itu justru menjadi ruang yang luang, bagi seorang yang sangat peka karena memiliki masalah kejiwaan yang akut dan komplek seperti terjadi pada tokoh Pak Harman ini. Artinya, ada estetika yang unik bisa dikembangkan di situ, yakni “estetika mempersulit diri” dari setiap soal sederhana perjalanan hidupnya. Semacam sentimentalia, meski bukan berarti percuma.<br />
Barangkali, alam bawah sadarlah, ruang yang luang untuk mengembangkan estetika paling sulit ini. Yakni samudera jiwa yang selama ini abai karena serbuan nalar-nalar yang sangat cerdas. Trauma pun tak pelak jadi puncak pencapaian alam bawah sadar yang penting diziarahi. Peluang lain ada pada mitos, agama, dan kepercayaan dalam menjalani kesulitan hidup tokoh Pak Harman ini.<br />
Tampaknya keseriusan penggarapan naskah ini, terkesan dari usaha S. Jai untuk  menafsirkan dalam estetika mempersulit diri ini, ke dalam eksplorasi ingatan si tokoh—betapa ia merindukan sesuatu yang hampir mustahil, ia menghendaki menderita amnesia.  Dalam usahanya ini, melalui terjemahan  Jim Adhi Limas, S.Jai tak bekerja sendiri. Di belakang pentas teater berdurasi kurang lebih 60 menit ini, ada sejumlah nama selaku kontributor gagasan demi pengutuhan konsep teater. Diantaranya ada nama Indra Tjahyadi dan F Aziz Manna dari FS3LP (Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar), serta Siti Nurjanah dan Diana Monade dari Center for Relegious and Community Studies.<br />
Selanjutnya dalam katalognya, ditegaskan S.Jai betapa tokoh Pak Harman teater ”Racun Tembakau” ini menyadari bahwa memiliki ingatan menjadi sebuah hukuman seumur hidup.  Kerinduan satu-satunya hanyalah pada kemampuan untuk tidak mengingat. Merindukan kepala, pikiran, perasaan, emosi yang bersih dari segala noda bernama ingatan. Bersih seperti kertas putih yang dihapus dari catatan harian, angka-angka dan daftar utang piutang. ”Ingatanlah yang telah membawa manusia melompat-lompat, menyeret-nyeret pada jurang masa lalu, masa kini dan masa depan. Ingatanlah yang menyebabkannya muter-muter ke sana kemari,” demikian salah satu kutiban dialog tokoh Harman.<br />
Ingatanlah yang menyebabkan si tokoh terus dihantui perasaan tersiksa, kesulitan hidup sepanjang masa. Karena itu ia rindu saat diri tidak tahu berapa umur, siapa nama anak-anak istri, dan apa yang bakal diperbuat esok hari. Membayangkan bila tak memiliki ingatan adalah mendapatkan kenyataan betapa jernih hidup sehari-hari. Tak perlu  lagi mengisahkan bagaimana ada saling hisap dalam kehidupan sehari-hari, rumah tangga, negara dan sebagainya apalagi yang telah berlangsung puluhan tahun lamanya.<br />
Membayangkan bila tanpa ingatan, maka hanyalah perlu ruang (tanpa waktu) untuk bermain sesuka ria, bermain drama sekehendak hati, karena bagi yang tanpa ingatan setiap waktu adalah masa kini. Kehidupan dalam teater juga tak bakal serumit dan sesulit pertunjukan malam ini. Tetapi kenyataan harus berkehendak lain. Malam ini peristiwa teater tidak sebegitu enteng.  Kenyataannya,  masih perlu menggagas ”estetika mempersulit diri” dalam bermain drama biar katanya lebih berbobot. Padahal itu jelas-jelas saling menyiksa, menganiaya. []</p>
<p>S.JAI (081-335-682-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1489&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/14/racun-tembakau-pentas-di-sejumlah-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asuransi Kesehatan untuk Seniman, Perlukah?</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/08/asuransi-kesehatan-untuk-seniman-perlukah/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/08/asuransi-kesehatan-untuk-seniman-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 02:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1487</guid>
		<description><![CDATA[Oleh M DJUPRI
Gubernur Dr Soekarwo atau Pakde Karwo &#8221; sapaan akrabnya&#8221; saat  membacakan sambutan pada acara silaturahim dan pemberian penghargaan kepada 10 budayawan dan seniman serta tali asih kepada 300 seniman se- Jatim di Graha Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim,  Surabaya, Rabu (9/9), melontarkan gagasan perihal pentingnya asuransi  kesehatan untuk seniman. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1487&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh M DJUPRI</strong></p>
<p>Gubernur Dr Soekarwo atau Pakde Karwo &#8221; sapaan akrabnya&#8221; saat  membacakan sambutan pada acara silaturahim dan pemberian penghargaan kepada 10 budayawan dan seniman serta tali asih kepada 300 seniman se- Jatim di Graha Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim,  Surabaya, Rabu (9/9), melontarkan gagasan perihal pentingnya asuransi  kesehatan untuk seniman. <span id="more-1487"></span>Ide yang dikemukakan Pakde Karwo itu muncul spontan, di luar teks pidato, karena mendapat bisikan Bude Karwo, Ny Nina Kirana Soekarwo, yang hadir mendampingi setelah melihat pelawak  Srimulat, Kentus, yang berjalan tampak diglak-digluk karena mungkin terserang asam urat.</p>
<p>Gubernur memberikan beberapa alasan tentang pentingnya asuransi  kesehatan terhadap seniman. Pertama, peranan  kesenian dalam  kehidupan berbangsa memiliki arti penting sebagai bentuk  nasionalisme. Kedua, keberadaan kesenian tidak kalah penting  dibandingkan pembangunan fisik. Ketiga, seni mampu membersihkan jiwa manusia dan menjadikan kita lahir kembali sebagai manusia. Pakde Karwo juga mengutip pidato Presiden AS John F Kennedy bahwa apabila politik itu kotor, maka kesenian mampu membersihkannya. Juga  mencuplik sasanti Jawa bahwa seni mampu membasuh jiwa.</p>
<p>Tentang perlunya pemberian asuransi kesehatan untuk seniman, menurut Gubernur Jatim, merupakan komitmen pasangan Pakde Karwo dan  Gus Ipul (Saifullah Yusuf) bahwa Pemerintah Provinsi Jatim  memerhatikan kehidupan masyarakat Jatim, termasuk seniman. Ia  menganalogikan dengan program sekolah gratis sembilan tahun di Jatim  yang menelan anggaran Rp 628 miliar pada tahun 2009-1010. Jika pemerintah mampu membantu biaya sekolah siswa dari keluarga kurang  mampu dan gaji guru, hal yang sama tentu dapat dilakukan terhadap  seniman.</p>
<p>Pemikiran tentang asuransi kesehatan untuk seniman dapat  dilakukan di Puskesmas dan balai pengobatan di Jatim yang berdekatan  dengan domisili seniman. Pakde Karwo menjelaskan, &#8220;Kalau ada seniman yang sakit batuk atau terkena asam urat, misalnya, bisa berobat ke  puskesmas&#8221;. Sambutan gubernur itu secara spontan mendapat tepukan  tangan ratusan seniman yang hadir dalam silaturahmi.</p>
<p>Gagasan Pakde Karwo saya anggap orisinal dan baru kali pertama  dikemukakan oleh seorang gubernur. Barangkali gubernur-gubernur  lainnya di Indonesia belum berpikir ke arah sana. Namun, gagasan  orisinal itu perlu dicermati. Dicermati dengan mencari rujukan berdasarkan hukum sebagai landasan operasionalisasi perlunya  pemberian asuransi kesehatan untuk seniman. Dalam Undang-Undang Dasar  1945 Pasal 32 mengamanatkan: Pemerintah memajukan kebudayaan nasional  Indonesia. Ini berarti bahwa pemerintah tidak mengatur urusan pribadi  kehidupan seniman, termasuk masalah kesehatannya.</p>
<p>Rancangan Undang-Undang tentang Kesenian belum pernah dibahas  oleh anggota legislatif di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Kepedulian Gubernur Jatim terhadap kesehatan seniman merupakan wacana segar yang  memungkinkan direalisasikan di era otonomi daerah yang berjalan sejak  tahun 2000. Dalam penjelasan Undang-Undang No 22 Tahun 1999 tentang  Pemerintahan Daerah &#8220;yang diperbarui pada tahun 2000&#8243; antara lain  disebutkan bahwa kepala daerah sebagai pengayom masyarakat harus mampu berpikir, bertindak, dan bersikap dengan lebih mengutamakan  kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat umum daripada kepentingan  pribadi, golongan, dan aliran.</p>
<p>Maka gagasan Gubernur Jatim itu sejalan dengan yang diamanatkan  dalam penjelasan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. Untuk itu, gagasan asuransi kesehatan untuk seniman perlu tindak lanjut dan  mendapat tanggapan positif, terutama dari anggota DPRD Jatim serta instansi terkait lainnya, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi Jatim  dan pihak manajemen rumah sakit umum milik Pemerintah Provinsi Jatim  yang tersebar di daerah kota dan kabupaten. Jika pihak legislatif dan  eksekutif memiliki kemauan politik dalam menanggapi gagasan gubernur, cepat atau lambat tentu dapat terealisasikan secara bertahap, pelan- pelan tapi pasti.</p>
<p>Mengingat masa bakti Gubernur Jatim masih kurang empat setengah  tahun ke depan, hingga tahun 2014 mendatang, kemungkinan gagasan itu  bisa terwujud. Untuk dapat merealisasikan gagasan asuransi kesehatan untuk seniman itu memerlukan pembahasan secara matang antarinstansi  dan penggodokan dalam sidang di gedung DPRD yang notabene adalah wakil rakyat dan dituangkan dalam peraturan daerah (perda) sehingga  memiliki payung hukum.</p>
<p>Kendati saat ini di tengah masyarakat sebenarnya sudah  dipraktikkan asuransi kesehatan untuk keluarga miskin (Askin) yangmengatur pengobatan gratis bagi keluarga tidak mampu di rumah sakit  pemerintah. Perlukah asuransi kesehatan untuk seniman? Kita, barangkali, belum memiliki data akurat tentang berapa jumlah seniman  di antara 36 juta jiwa penduduk Jatim. Jika diasumsikan bahwa seniman Jatim sekitar 1 persen dari jumlah penduduk, sedikitnya terdapat 3,6 juta jiwa peyandang predikat seniman. Mengingat di Provinsi Jatim memiliki aneka ragam kesenian tradisi yang tersebar mulai dari  Banyuwangi sampai Magetan dan dari Sumenep sampai Pacitan.</p>
<p>Kesenian tradisi itu gaya Mataraman, Osing, budaya arek,  pedalungan, pesisir mapun pedalaman. Mulai dari tari gandrung,  kendang jimbe, kuntulan, wayang krucil, wayang beber, wayang jekdong,  tari topeng, reyog, ludruk, macapat, kentrung, kesenian bernuansa Islam, maupun seni modern seperti teater, seni rupa, musik, paduan  suara, dan lainnya. Di 38 daerah kota dan kabupaten se-Jatim memiliki andalan kesenian tradisi maupun modern yang sampai sekarang tetap dilestarikan para seniman. Mengingat bahwa menjadi seniman atau pekerja seni adalah profesi, seniman adalah anggota masyarakat seperti profesi lainnya, seperti petani, nelayan, buruh, pedagang,  dan lainnya.</p>
<p>Di awal tulisan ini disebutkan, ars longa vita brevis atau seni  itu panjang dan hidup itu pendek. Maka, asuransi kesehatan untuk  seniman kiranya perlu direalisasikan, setelah Pemerintah Provinsi  Jatim terlebih dulu memprioritaskan masalah mengatasi jumlah angka  kemiskinan dan pengangguran di Jatim.</p>
<p>M DJUPRI  Seniman dan Penulis, Tinggal di Malang</p>
<p>Kompas, Selasa, 6 Oktober 2009 | 14:57 WIB</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1487&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/08/asuransi-kesehatan-untuk-seniman-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>