<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Brang Wetan</title>
	<atom:link href="http://brangwetan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brangwetan.wordpress.com</link>
	<description>Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Nov 2009 14:16:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='brangwetan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1bab728baae810fe53234dd42ff64c94?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Brang Wetan</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>ETALASE BUDAYA PANJI 2009</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/19/etalase-budaya-panji-2009/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/19/etalase-budaya-panji-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 14:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1515</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Kesenian Jatim menyelenggarakan Etalase Budaya Panji di altar Candi Penataran 21-22 November 2009. Sejumlah seni tradisi berbasis cerita Panji digelar, serta sarasehan Peduli Penataran, yang digelar Minggu pagi, 22 November, pukul 09.00 &#8211; 12.00. 
PENGANTAR
Cerita Panji adalah karya cipta yang merupakan simbol pertama kebangkitan sastra lisan dari Jawa Timur sebagai wilayah kerajaan besar yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1515&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dewan Kesenian Jatim menyelenggarakan Etalase Budaya Panji di altar Candi Penataran 21-22 November 2009. Sejumlah seni tradisi berbasis cerita Panji digelar, serta sarasehan Peduli Penataran, yang digelar Minggu pagi, 22 November, pukul 09.00 &#8211; 12.00. <span id="more-1515"></span></p>
<p>PENGANTAR</p>
<p>Cerita Panji adalah karya cipta yang merupakan simbol pertama kebangkitan sastra lisan dari Jawa Timur sebagai wilayah kerajaan besar yang menyatukan nusantara. Dari sudut tertentu, Cerita Panji bahkan dapat bersanding dengan dua epos raksasa yaitu Mahabarata dan Ramayana yang penyebarannya beriringan dengan agama Hindu di Jawa. Sehingga Cerita Panji menjadi sebuah alternatif atau produk budaya sanding (kalau tak disebut budaya tanding &#8211; counter culture) seniman Jawa pada masa itu terhadap dua epos tadi. Terlebih wilayah penyebarannya hingga ke berbagai daerah di nusantara hingga ke seluruh wilayah Asia Tenggara, terutama Thailand dan Madagaskar. </p>
<p>Bermula dari sastra lisan, Cerita Panji kemudian merasuk dalam berbagai seni pertunjukan rakyat. Dalam perkembangannya, muncul berbagai varian baru cerita Panji dalam pertunjukan tersebut sehingga semakin menambah kekayaan khasanah sastra lisan tersebut. Hal ini tidak terlepas dari kreativitas dalang atau komunitas setempat yang menghidupi masing-masing seni pertunjukan itu. Dalam pertunjukan Wayang Topeng misalnya, banyak ditemukan lakon-lakon baru yang bersumber dari cerita Panji. Demikian pula dalam seni pertunjukan lainnya yang juga berbasis cerita Panji. Sementara ada pula seni pertunjukan yang seperti menggenggam erat cerita Panji seolah-olah menjadi pakem yang tak perlu diubah. </p>
<p>Dalam seni pertunjukan itu lantas juga muncul karya-karya tari yang bernuansa cerita Panji, seperti Tari Gunungsari, Tari Panji, Tari Ayon-ayon (Tari Golek Ayun-ayun?) dan sebagainya.  Sementara itu, visualisasi cerita Panji dari sastra lisan menjadi seni pertunjukan melahirkan konsekuensi tersendiri, yaitu menghadirkan bentuk fisiknya sendiri, terutama dalam hal perwajahan. Dalam Wayang Beber misalnya, sosok-sosok pelaku dalam cerita Panji muncul dalam bentuk seni rupa dua dimensi yang sangat berbeda dengan sosok wayang pada umumnya. Visualisasi tokoh-tokoh dalam wayang Beber ini sangat unik, bahkan mirip dengan seni rupa modern di Barat yang tentu lahirnya lebih belakangan ketimbang Wayang Beber itu sendiri. Demikian pula visualisasi tokoh-tokoh cerita Panji dalam Wayang Topeng misalnya. </p>
<p>Dari latar belakang seperti itulah maka diselenggarakan acara bernama ETALASE BUDAYA PANJI dengan memfokuskan dari sisi keseniannya. </p>
<p>MAKSUD DAN TUJUAN </p>
<p>1.	Menciptakan suatu forum untuk menunjukkan kekayaan budaya Panji dalam berbagai bentuk ekspresi kesenian.<br />
2.	Mengajak berbagai pihak (termasuk kalangan generasi muda) untuk peduli terhadap budaya Panji sebagai potensi budaya Jawa Timur yang layak dikenali dengan baik sebagai sumber kreatif.<br />
3.	Mempromosikan obyek wisata budaya dalam kaitannya dengan budaya Panji.<br />
4.	Menciptakan peluang industri kreatif berbasis budaya Panji kepada masyarakat.  </p>
<p>WAKTU DAN TEMPAT</p>
<p>Diselenggarakan tanggal 15 – 22 November 2009<br />
di Kompleks Makam Bung Karno (amphitheater dan perpustakaan), Kota Blitar<br />
dan tanggal 21 &#8211; 22 November 2009<br />
di Pendapa Utama Candi Penataran, Kab. Blitar </p>
<p>PENYELENGGARA</p>
<p>Dewan Kesenian Jawa Timur, bekerjasama dengan<br />
Dewan Kesenian Kota Blitar dan<br />
Dewan Kesenian Kabupaten Blitar</p>
<p>PELAKSANA : FATH PRODUCTION</p>
<p>PESERTA<br />
- Seniman &#8211;  Budayawan<br />
- Kalangan pelajar<br />
- MGMP Kesenian<br />
- Masyarakat setempat </p>
<p>ACARA</p>
<p>1.	Pertunjukan Kesenian Berbasis Cerita Panji</p>
<p>1.1.	 	Reog Ponorogo, Blitar<br />
1.2.		Kentrung Sumeh, Blitar<br />
1.3.	 	Jaranan Ketoprak (Japrak), Blitar<br />
1.4.	 	Jaranan Senterewe, Kediri<br />
1.5.	 	Topeng Sandur, Jombang<br />
1.6.	 	Wayang Beber, Pacitan<br />
1.7.	 	Wayang Topeng, Malang<br />
1.8.	 	Mocopat Panji, Blitar dan Klaten</p>
<p>2.	Sarasehan Kesenian Panji</p>
<p>Topik : Memahami Beragam Cerita Panji dalam Kesenian</p>
<p>Narasumber:<br />
a.	Dr. Mustofa, Lamongan 	 (berhalangan)<br />
b.	Henricus Supriyanto, Malang<br />
Moderator:<br />
Galih Ahmad  </p>
<p>3.	Pameran  </p>
<p>a.	Lukisan Wayang Beber, Subandono, Malang<br />
b.	Pameran Komik Panji, Narsen, Surakarta<br />
c.	Pameran Topeng Panji (koleksi Reno Surabaya dan Malang)<br />
d.	Pameran Wayang Krucil (Kediri)<br />
e.	Pameran Wayang Thengul (Bojonegoro)<br />
f.	Pameran dan Peragaan Batik motif Panji (Banyuwangi)<br />
g.	Pameran Buku-buku Panji</p>
<p>JADWAL ACARA</p>
<p>Minggu, 15 November, pukul 18.00 :<br />
			  Pembukaan<br />
 	  Peragaan Busana Batik (Blitar)<br />
	  Mocopat Panji (Blitar)<br />
			  Peragaan Tari Topeng (Blitae)<br />
			  Pemutaran Film Animasi Panji (karya Narsen)<br />
			  Sarasehan Budaya Panji<br />
Tempat		: Amphitheater Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar</p>
<p>15 – 22 November 	: Pameran Seni Rupa<br />
Tempat			: Perpustakaan Bung Karno, Kota Blitar </p>
<p>21 – 22 November	: Pementasan Seni Panji<br />
Tempat			: Candi Penataran, Kab. Blitar </p>
<p>Sabtu, 21 November<br />
Pukul 13.00 – 17.00:<br />
- Reog Ponorogo, Blitar<br />
- Tari Topeng (Blitar)<br />
- Mocopat Panji (Klaten)<br />
- Pembukaan (sambutan-sambutan)<br />
- Tarian Sandur Jombang<br />
Pukul 19.00 – selesai<br />
- Kentrung Sumeh, Blitar<br />
- Topeng Sandur, Jombang<br />
- Jaranan Ketoprak (Japrak), Blitar</p>
<p>Minggu, 22 November<br />
Pukul 09.00 – 12.00: Sarasehan Peduli Penataran<br />
Pukul 13.00 – 17.00:<br />
- Jaranan Senterewe, Blitar<br />
- Tari Panji<br />
Pukul 19.00 – selesai<br />
        &#8211; Penutupan<br />
-  Wayang Beber, Pacitan<br />
-  Wayang Topeng, Malang</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1515&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/19/etalase-budaya-panji-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Publikasi lewat Facebook, DKS Gelar Lomba Baca Puisi</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/10/dks-gelar-lomba-baca-puisi/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/10/dks-gelar-lomba-baca-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 03:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juslifar M. Junus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Teater]]></category>
		<category><![CDATA[dks]]></category>
		<category><![CDATA[lomba baca puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1508</guid>
		<description><![CDATA[Menyusutnya ruang ekspresi bagi penggemar  sastra menggugah Dewan Kesenian Surabaya (DKS) untuk menggelar Lomba Baca Puisi pada tanggal 15 -18 Desember di Balai Pemuda berhadiah jutaan rupiah.
Lomba baca puisi bagi DKS merupakan program tradisi yang digelar sejak lembaga kesenian ini berdiri pada awal tahun 1970-an dengan menggunakan  gereja Maranatha dan Taman Budaya sebagai tempat penyelenggaraan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1508&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-1512" title="dks logo full" src="http://brangwetan.files.wordpress.com/2009/11/dks-logo-full1.jpg?w=300&#038;h=120" alt="dks logo full" width="300" height="120" />Menyusutnya ruang ekspresi bagi penggemar  sastra menggugah Dewan Kesenian Surabaya (DKS) untuk menggelar Lomba Baca Puisi pada tanggal 15 -18 Desember di Balai Pemuda berhadiah jutaan rupiah.</p>
<p>Lomba baca puisi bagi DKS merupakan program tradisi yang digelar sejak lembaga kesenian ini berdiri pada awal tahun 1970-an dengan menggunakan  gereja Maranatha dan Taman Budaya sebagai tempat penyelenggaraan. Baru pada medio 80-an diselenggarakan di galeri DKS, ruang warisan panitia FFI &#8211; Festival Film Indonesia. Lomba terakhir digelar pada tahun 2004 karena kepengurusannya vakum.<span id="more-1508"></span></p>
<p>Di bawah kepemimpinan Sabrot D. Malioboro (2009-2014), tradisi yang lama tenggelam itu ditampilkan kembali dengan menjaring peserta pelajar dan mahasiswa.  “Dengan publikasi lewat facebook serta pendekatan dengan komunitas guru kesenian lomba ini diharap mampu menjaring 300 peserta,” tutur M. Darajat, sekretaris DKS yang berperan sebagai ketua panitia.</p>
<p>Setelah lolos dari babak penyisihan dan final, dari kelompok pelajar dan mahasiswa akan dipilih juara I, II dan III  untuk putra dan putri dengan hadiah berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Para pemenang juga akan diberi sertifikat dan CD. Untuk  itu panitia menetapkan biaya pendaftaran senilai Rp 50 ribu.</p>
<p>Penjaringan peserta dimulai tanggal 13 Nopember di sekretriat DKS, Balai Pemuda , Jl Gubernur Suryo 15 telpon 031-5454120, UPTD THR (belakang Hitech Mal) Jl. Kusuma Bangsa 116-118 telpon 031-5483085 maupun email: <a rel="nofollow" href="mailto:dewankeseniansurabaya@yahoo.com" target="_blank">dewankeseniansurabaya@yahoo.com</a>.  ©</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Contact Person</span></p>
<p>M. Darajat           &#8211; Ketua Panitia                   -  081 3571 27707</p>
<p>Hanif Nasrullah &#8211; Bendahara                       &#8211; 081 7480 2453</p>
<p>Rokimdakas        &#8211; Humas                               &#8211; 088 1953 5675</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1508&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/10/dks-gelar-lomba-baca-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d92e6dc0a323ebe8804bd4aa9ccb8aa5?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Juslifar M. Junus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://brangwetan.files.wordpress.com/2009/11/dks-logo-full1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dks logo full</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Pesisir Selatan Jawa Terancam Punah</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/budaya-pesisir-selatan-jawa-terancam-punah/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/budaya-pesisir-selatan-jawa-terancam-punah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Destyan
Pacitan &#8211; Budaya atau tradisi &#8220;kejawen&#8221; di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya di desa-desa yang ada di pesisir pantai Pacitan, Jawa Timur, terancam punah.
Sinyalemen itu disampaikan sejumlah pelaku budaya setempat, Rabu, usai mengikuti ritual acara sedekah bumi dan &#8220;genggongan&#8221; yang digelar masyarakat pantai di Dusun Tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1506&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : Destyan<br />
Pacitan &#8211; Budaya atau tradisi &#8220;kejawen&#8221; di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya di desa-desa yang ada di pesisir pantai Pacitan, Jawa Timur, terancam punah.<span id="more-1506"></span></p>
<p>Sinyalemen itu disampaikan sejumlah pelaku budaya setempat, Rabu, usai mengikuti ritual acara sedekah bumi dan &#8220;genggongan&#8221; yang digelar masyarakat pantai di Dusun Tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan (3/11).</p>
<p>&#8220;Dulu hampir setiap lingkungan masyarakat memiliki tradisi bersih desa. Tapi sekarang sudah banyak yang meninggalkan,&#8221; kata Mbah Kasim, 61, Ketua Paguyuban Seni Musik dan Tari Tradisional Kabupaten Pacitan.</p>
<p>Dia lalu mencontohkan pergeseran budaya yang terjadi di Kecamatan Lorog, tempatnya bermukim.</p>
<p>Dikatakannya, dulu saat dia masih kecil hingga remaja, tradisi bersih desa, seperti menjadi ritual &#8220;wajib&#8221; bagi setiap lingkungan masyarakat.</p>
<p>Tapi tradisi yang bersifat &#8220;kejawen&#8221; itu kini atau sejak empat dekade sejak terjadinya gerakan 30 September PKI (G30S PKI) pada era tahun 1965, perlahan namun pasti mulai luntur.</p>
<p>Hanya satu atau dua lingkungan perkampungan warga saja yang masih mempertahankan tradisi leluhur tersebut.</p>
<p>Itupun dikarenakan kelompok sepuh (usia lanjut/tua) yang memegang teguh pranata budaya Jawa sebagian masih hidup.</p>
<p>&#8220;Meningkatnya intensitas pengaruh Budaya Islam melalui ajaran-ajarannya yang ketat, perubahan generasi dari generasi tua ke generasi muda, meningkatnya ilmu pengetahuan serta kualitas pendidikan masyarakat, dan faktor-faktor lain merupakan variabel-variabel yang mempengaruhi terjadinya pergeseran budaya itu secara perlahan,&#8221; kata Mbah Kasim.</p>
<p>Pandangan serupa juga disuarakan oleh seniman lokal di Kecamatan Lorog, seperti Heri Ganceng dan Ketua Seksi Tari Kabupaten Pacitan, Ki Woto.</p>
<p>Keduanya melihat, pergeseran budaya tidak hanya terjadi di tingkat lingkungan masyarakat saja, tapi sudah merambah ke satuan lebih kecil, yakni individu-individu.</p>
<p>Buktinya, tradisi &#8220;nyadran&#8221; atau memberi sesaji ke makam leluhur ataupun ke tempat-tempat yang dikeramatkan kini sudah tidak banyak ditemui.</p>
<p>Ritual memberi makan atau sesaji pada anggota keluarga yang mengalami kesusahan karena ada keluarganya yang meninggal dunia selama tujuh hari tujuh malam juga sudah tidak banyak dilakukan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Masih banyak lagi contoh lainnya. Kalaupun sebagian masih ada, mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari,&#8221; katanya.</p>
<p>antarajatim, Rabu, 04 Nov 2009 12:49:48| </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1506&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/budaya-pesisir-selatan-jawa-terancam-punah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Tradisional Kurang Diminati Anak Muda</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/seni-tradisional-kurang-diminati-anak-muda/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/seni-tradisional-kurang-diminati-anak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1504</guid>
		<description><![CDATA[suarasurabaya.net&#124; “Kesenian tradisional kita memang kurang diminati anak-anak muda. Nanti mereka marah atau tergerak untuk ikut melindungi setelah tahu bahwa kesenian tradisional itu dicaplok negeri lain. Padahal kita punya banyak sekali ragam dan macamnya”.
AGUS KUPRIT seniman Ludruk asal Kota Surabaya, yang saat ini merupakan satu diantara pentolan kelompok Ludruk RRI Surabaya, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (07/11) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1504&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>suarasurabaya.net| “Kesenian tradisional kita memang kurang diminati anak-anak muda. Nanti mereka marah atau tergerak untuk ikut melindungi setelah tahu bahwa kesenian tradisional itu dicaplok negeri lain. Padahal kita punya banyak sekali ragam dan macamnya”.<span id="more-1504"></span></p>
<p>AGUS KUPRIT seniman Ludruk asal Kota Surabaya, yang saat ini merupakan satu diantara pentolan kelompok Ludruk RRI Surabaya, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (07/11) menyampaikan hal itu.</p>
<p>Keberadaan seni tradisional, sampai saat ini disinyalir juga tidak mendapatkan tempat secara khusus dalam meteri atau dalam kurikulum belajar para siswa. Kalaupun ada sangat minim, dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.</p>
<p>“Khusus untuk sekolah menengah kesenian atau SMKN di Surabaya, kalau untuk urusan tari Remo misalnya, sudah cukup bagus. Tetapi ketika ngomong masalah kidungan, sepertinya tidak banyak dikenal. Padahal itu satu paket,” tambah AGUS KUPRIT.</p>
<p>Satu paket, karean untuk penampilan Tari Remo yang sesungguhnya diwajibkan bagi penarinya untuk juga bisa ngidung. “Karena itu, pengenalan seni tradisional kepada anak-anak muda termasuk pelajar, sangat penting dilakukan,” kata AGUS KUPRIT pada suarasurabaya.net.</p>
<p>Sementara KIRUN seniman tradisional, pemain Ludruk, sekaligus pemerhati seni tradisional, menyampaikan bahwa anak-anak muda masih bergantung pada pendidikan tinggi atau gelar kesarjanaan, untuk jenjang kehidupannya.</p>
<p>“Padahal tidak sedikit pelawak atau seniman tradisional yang kemudian menjadi sukses dalam menekuni bidangnya itu. Kalau anak-anak muda saat ini khan masih mengejar gelar kesarjanaan. Padahal saat mencari kerja juga belum tentu mudah,” tambah KIRUN.</p>
<p>Karena itu, pengenalan seni tradisional Indonesia kepada para pelajar termasuk generasi muda mutlak harus dilakukan jika ingin seni-seni tradisional itu tetap ada dan eksis dinegeri sendiri.(tok)</p>
<p>Teks foto:<br />
-Lomba kidung perjuangan sebagai satu bentuk pelestarian seni tradisional.<br />
Foto: Dok. suarasurabaya.net<br />
07 November 2009, 11:04:56| Laporan J. Totok Sumarno</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1504&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/11/07/seni-tradisional-kurang-diminati-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unesa Gelar Kolaborasi Seni 2009</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/24/unesa-gelar-kalaborasi-seni-2009/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/24/unesa-gelar-kalaborasi-seni-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 08:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Edy M Yakub
Surabaya &#8211; Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Kolaborasi Seni 2009 bertajuk &#8220;Kolaborasi Seni Meningkatkan Apresiasi dan Kreativitas Anak Bangsa&#8221; di atrium Supermal Pakuwon Indah Surabaya, 23-25 Oktober.
&#8220;Acara itu mengajak masyarakat atau mahasiswa untuk berkreasi seni rupa, seni tari, dan seni drama,&#8221; kata ketua Kolaborasi Seni 2009, Drs Muhajir MSi, di Surabaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1500&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : Edy M Yakub<br />
Surabaya &#8211; Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Kolaborasi Seni 2009 bertajuk &#8220;Kolaborasi Seni Meningkatkan Apresiasi dan Kreativitas Anak Bangsa&#8221; di atrium Supermal Pakuwon Indah Surabaya, 23-25 Oktober.<span id="more-1500"></span></p>
<p>&#8220;Acara itu mengajak masyarakat atau mahasiswa untuk berkreasi seni rupa, seni tari, dan seni drama,&#8221; kata ketua Kolaborasi Seni 2009, Drs Muhajir MSi, di Surabaya, Jumat.</p>
<p>Ia mengatakan, Kolaborasi Seni 2009 digelar untuk keberagaman kebudayaan Nusantara, termasuk ragam seni rupa seni busana, seni tari, drama, dan seni musik.</p>
<p>&#8220;Dalam konteks itu, apresiasi berkarya dikemas dalam bentuk lomba seni yang melibatkan para siswa SMP dan SMA dengan berangkat dari latar belakang kolaborasi seni,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, karya seni itu sepintas sebagai wahana pencitraan lembaga, sekaligus sebagai apresiasi masyarakat untuk mengenal jurusan seni yang ada, yaitu seni rupa, seni drama, seni musik, dan seni tata busana.</p>
<p>&#8220;Tetapi, di sisi lain, apresiasi yang digelar itu dapat ditumbuhkembangkan melalui pengamatan karya, juga dapat ditempuh melalui aktivitas berkarya,&#8221; katanya.</p>
<p>Acara juga dimeriahkan lomba tari dan lomba lukis berhadiah total Rp9 juta serta didukung kesemarakan pagelaran seni pertunjukan, pameran busana dan tata boga, seni rupa, teknologi pendidikan, poster dan foto majapahit, serta demo tata rias.</p>
<p>antarajatim, Jumat, 23 Okt 2009 20:22:35| </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1500&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/24/unesa-gelar-kalaborasi-seni-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesona Trenggalek di Taman Mini</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/23/pesona-trenggalek-di-taman-mini/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/23/pesona-trenggalek-di-taman-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 01:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1498</guid>
		<description><![CDATA[Sendratari Menak Sopal Krida, Sabtu malam ini (24/10) pukul 19.00 dipentaskan di anjungan Jatim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara tahunan ini adalah promosi seni budaya Jatim yang kali ini diwakili oleh Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan yang sama juga dipentaskan tarian khas Trenggalek, Tari Turangga Yaksa dan Tari Teleng Kencana serta pameran produk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1498&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sendratari Menak Sopal Krida, Sabtu malam ini (24/10) pukul 19.00 dipentaskan di anjungan Jatim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara tahunan ini adalah promosi seni budaya Jatim yang kali ini diwakili oleh Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan yang sama juga dipentaskan tarian khas Trenggalek, Tari Turangga Yaksa dan Tari Teleng Kencana serta pameran produk unggulan industri kecil dari Trenggalek.<span id="more-1498"></span></p>
<p>Sendratari garapan Bambang Wibisono itu mengisahkan keprihatinan kisah pertengahan abad XVI, tentang sosok Menak Sopal terhadap sawah-sawah yang kering dan gagal panen di daerahnya. Masyarakat setempat kemudian diajak menaikkan air kali Bagong untuk membuat bendungan (dam). Namun usaha ini selalu gagal. Bendungan itu runtuh setiap kali hampir selesai dibangun. Menak Sopal mendapat wangsit agar mencari tumbal Gajah Putih, yang kebetulan dimiliki oleh mbok Rondo Krandon. Tahu akan dijadikan tumbal, ternyata Gajah Putih marah, minta keadilan pada Adipati Trenggalek. </p>
<p>Singkat cerita, pembangunan bendungan itu berlanjut hingga selesai dan berfungsi sampai sekarang. Setiap tahun diselenggarakan Bersih Dam dengan mengorbankan hewan kerbau bule yang diidentikkan dengan Gajah Putih. Ritual tradisi ini diselenggarakan setiap Jum’at Pon bulan Sela (Jawa), dan menjadi atraksi wisata budaya kabupaten Trenggalek. </p>
<p>Sedangkan Tari Turangga Yaksa sudah dikenal sebagai tari tradisi khas Trenggalek, berupa jaranan (kuda kepang) namun terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Bagian kepalanya berupa raksasa berambut lebat. </p>
<p>Tari Teleng Kencana adalah sebuah tari kreasi baru. Teleng adalah ketela atau tepung ketela, kencana adalah emas. Jadi tarian ini mengambil inspirasi dari proses pengolahan ketela pohon menjadi tepung kasava. </p>
<p>Narasumber: Drs. Arief Rofiq, MSn, Kepala Seksi Kesenian, Bidang Seni Budaya dan Film, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim. </p>
<p>Surabaya, 23 Oktober 2009</p>
<p>Henri Nurcahyo<br />
Semacam Humas<br />
081 23100832</p>
<p>Arif Rofiq: 0816 540 6980</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1498/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1498&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/23/pesona-trenggalek-di-taman-mini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi dan Peluncuran Buku Musik 2 Kutub</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/diskusi-dan-peluncuran-buku-musik-2-kutub/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/diskusi-dan-peluncuran-buku-musik-2-kutub/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 16:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGENDA]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1496</guid>
		<description><![CDATA[(Panjak Hore &#38; Rock Progresif)
Pembicara: Suwarmin (STKW Surabaya) dan Gamantyo Hendrantoro (ITS Surabaya). Moderator: Bambang Sukmo Pribadi (Komite Musik Dewan Kesenian  Jatim). Waktu: Sabtu, 24 Oktober 2009, 13.00 WIB – Selesai
Tempat:Ruang Studio Desain Produk Industri Kampus ITS Sukolilo, Surabaya
Keterangan
- Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur
- Peserta tidak dipungut biaya (gratis)
- Peserta diskusi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1496&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>(Panjak Hore &amp; Rock Progresif)<br />
Pembicara: Suwarmin (STKW Surabaya) dan Gamantyo Hendrantoro (ITS Surabaya). Moderator: Bambang Sukmo Pribadi (Komite Musik Dewan Kesenian  Jatim). Waktu: Sabtu, 24 Oktober 2009, 13.00 WIB – Selesai<br />
Tempat:Ruang Studio Desain Produk Industri Kampus ITS Sukolilo, Surabaya<span id="more-1496"></span></p>
<p>Keterangan<br />
- Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur<br />
- Peserta tidak dipungut biaya (gratis)<br />
- Peserta diskusi mendapatkan buku Musik 2 Kutub terbitan Dewan Kesenian Jatim<br />
- Menampilkan Pertunjukan Tekno Progresif dari Redi Eko Prastyo &amp; Friend’s (Malang)<br />
- Informasi:<br />
Dewan Kesenian Jawa Timur<br />
Jl. Wisata Menanggal<br />
Surabaya 60234<br />
Telp/fax 031- 8554304<br />
email:dk_jatim@yahoo.com<br />
http://www.facebook.com/l/ba544;www.dewankesenianjatim.com<br />
http://www.facebook.com/l/ba544;www.brangwetan.com<br />
CP: Nashar Bathati (0817306239)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1496&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/diskusi-dan-peluncuran-buku-musik-2-kutub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disbudpar Jatim Gelar Festival Madura di Sumenep</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 00:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1494</guid>
		<description><![CDATA[Sumenep &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Komunitas Seni &#8220;Plat M&#8221; menggelar Festival Madura 2009 di Kabupaten Sumenep, Madura, pada tanggal 21-22 Oktober.
Ketua Panitia Pelaksana Festival Madura 2009, Syafrudin Budiman, Selasa, menjelaskan, kegiatannya merupakan salah satu upaya mengembangkan dan melestarikan kesenian dan budaya Madura.
&#8220;Dalam Festival Madura 2009, kami akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1494&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumenep &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Komunitas Seni &#8220;Plat M&#8221; menggelar Festival Madura 2009 di Kabupaten Sumenep, Madura, pada tanggal 21-22 Oktober.<br />
Ketua Panitia Pelaksana Festival Madura 2009, Syafrudin Budiman, Selasa, menjelaskan, kegiatannya merupakan salah satu upaya mengembangkan dan melestarikan kesenian dan budaya Madura.<span id="more-1494"></span></p>
<p>&#8220;Dalam Festival Madura 2009, kami akan menampilkan sejumlah kesenian lokal Madura yang merupakan warisan budaya yang harus dijaga,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, Festival Madura terbagi dalam tiga kegiatan, yakni pertunjukan kesenian khas Madura, sarasehan, dan karnaval budaya.</p>
<p>&#8220;Dalam pertunjukan kesenian khas Madura, kami akan menggelar pementasan topeng dalang dan musik &#8217;saronen&#8217; di atas panggung di depan Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain di atas panggung, peserta Festival Madura akan tampil di sejumlah pusat keramaian di Sumenep, di antaranya terminal dan pasar.</p>
<p>&#8220;Itu sengaja dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada warga menikmati karya seni Madura, tanpa harus datang ke pusat lokasi kegiatan di depan Kantor Disbudparpora Sumenep,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara untuk sarasehan akan menghadirkan empat pembicara, yakni Rektor Universitas Wiraraja Sumenep, Dr Ida Ekawati, Ahmad Fauzi (Dewan Kesenian Jawa Timur), Fadail Rahman dan Eko Wahyuni (pengamat budaya).</p>
<p>&#8220;Sebagai pamungkas acara, kami akan menggelar karnaval budaya. Nantinya, pelaku seni yang tampil di Festival Madura akan jalan kaki dari Taman Bunga ke &#8220;Labang Mesem&#8221; di kawasan Pendapa Agung,&#8221; katanya.</p>
<p>ANTARAJATIM,<br />
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/19296/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1494&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/21/disbudpar-jatim-gelar-festival-madura-di-sumenep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disbudpar Jatim Gelar Surabaya Full Music</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/disbudpar-jatim-gelar-surabaya-full-music/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/disbudpar-jatim-gelar-surabaya-full-music/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 07:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1492</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : M. Irfan Ilmie
Surabaya &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menggelar &#8220;Surabaya Full Music&#8221; (SFM) ke-7, pada 18-21 Oktober 2009. Materi yang disajikan dalam SFM ini terdiri atas berbagai kelompok musik yang berkembang di sekolah, kampus, sanggar, Dharma Wanita, dan musikus ekperimen yang bertumpu pada alat musik tradisional, seperti angklung, kulintang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1492&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : M. Irfan Ilmie<br />
Surabaya &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menggelar &#8220;Surabaya Full Music&#8221; (SFM) ke-7, pada 18-21 Oktober 2009. Materi yang disajikan dalam SFM ini terdiri atas berbagai kelompok musik yang berkembang di sekolah, kampus, sanggar, Dharma Wanita, dan musikus ekperimen yang bertumpu pada alat musik tradisional, seperti angklung, kulintang, dan gamelan, papar Arief Rofiq, selaku penanggung jawab teknis SFM, di Surabaya, Sabtu.<span id="more-1492"></span></p>
<p>Pembukaan SFM ke-7 itu berlangsung di Royal Plaza, Minggu (18/10), dengan menampilkan paduan suara ITS. Komposisi yang disajikan oleh kelompok mahasiswa tersebut merupakan materi unggulan yang siap ditampilkan pada ajang kompetisi nasional di Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Setelah mahasiswa ITS turun panggung, giliran 18 grup angklung dan kulintang tampil secara parade, di antaranya dari Petrokimia Gresik, PLN Surabaya, kelompok SMU, dan Dharma Wanita dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.</p>
<p>SFM dilanjutkan di gedung Cak Durasim, Senin (19/10), dengan menampilkan Bambang Sukmo Pribadi dari Surabaya yang piawai mengolah segala alat musik daerah.</p>
<p>Ada dua komposisi yang dipersiapkan Bambang, yakni &#8220;Lungmelung&#8221; dan &#8220;Bara 10 November&#8221; dengan menggunakan gamelan pelok, drum set, dan bas elektrik.</p>
<p>Repertoar &#8220;Lungmelung&#8221; merupakan kritik sosial atas kondisi yang berkembang sekarang. Liriknya berupa petuah dan doa serta anjuran untuk berserah pada Tuhan.</p>
<p>Pada malam kedua SFM itu, Bambang yang pernah menerima penghargaan dari Gubernur Jatim sebagai Seniman 2009 akan tampil sepanggung bersama Ki Toro dari Sidoarjo.</p>
<p>Hari ketiga SFM, Selasa (20/10), akan menyajikan parade musik gamelan yang digelar di plaza CITO. Sebanyak 20 grup karawitan dari kelompok mahasiswa, pelajar, dan sanggar kesenian siap menunjukkan permainan terbaiknya.</p>
<p>Kemudian SFM akan berakhir di Pusat Kebudayaan Prancis CCCL, Jalan Darmokali 10 Surabaya, Rabu (21/10) malam, dengan menampilkan musik etnik karya Johan dari Pacitan dan Redy Eko Prasetyo asal Malang.</p>
<p>Kedua musikus tersebut menyajikan hasil eksplorasinya terhadap musik tradisi seraya menawarkan warna baru.</p>
<p>antarajatim, Sabtu, 17 Okt 2009 21:05:14| </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1492/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1492&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/disbudpar-jatim-gelar-surabaya-full-music/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>200 Peserta Dipastikan Ikuti Kemah Budaya Jawa 2009</title>
		<link>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/200-peserta-dipastikan-ikuti-kemah-budaya-jawa-2009/</link>
		<comments>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/200-peserta-dipastikan-ikuti-kemah-budaya-jawa-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 07:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brangwetan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=1490</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Slamet Agus Sudarmojo
Bojonegoro &#8211; Sebanyak 200 peserta dipastikan mengikuti Kemah Budaya Jawa 2009 di Wana wisata Dander, Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 -29 Oktober. &#8220;Dari 322 undangan yang kami sebarkan, ada 200 peserta yang malaporkan bisa hadir dalam acara kemah budaya Jawa di Bojonegoro,&#8221; kata Sekretaris Panitia Kemah Budaya Jawa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1490&subd=brangwetan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : Slamet Agus Sudarmojo<br />
Bojonegoro &#8211; Sebanyak 200 peserta dipastikan mengikuti Kemah Budaya Jawa 2009 di Wana wisata Dander, Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 -29 Oktober. &#8220;Dari 322 undangan yang kami sebarkan, ada 200 peserta yang malaporkan bisa hadir dalam acara kemah budaya Jawa di Bojonegoro,&#8221; kata Sekretaris Panitia Kemah Budaya Jawa, M. Chuzaini, Jumat.<span id="more-1490"></span></p>
<p>Peserta yang bisa hadir antara lain mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, sedang peserta lain dari Yogyakarta, Jember, Surabaya, Malang, Lamongan, dan Bojonegoro.</p>
<p>Menurut dia, pendataan dari berbagai kalangan yang diundang dalam kemah budaya di Bojonegoro hingga saat ini terus dilakukan, termasuk pembicara yang tampil dalam acara itu.</p>
<p>Dalam sarasehan membedah aksara Jawa, dosen Filsafat Universitas Gajahmada (UGM), Prof. Damardjati Supadjar dan K.R.T. Sutrimo, hampir bisa dipastikan hadir sebagai nara sumber.</p>
<p>&#8220;Pembicara lainnya yang dipastikan adalah sastrawan Jawa, Jayus Pete, asal Bojonegoro, yang akan berbicara dalam sarasehan dialek bahasa daerah Bojonegoro atau Bojonegaran dalam himpitan industrialisasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, sarasehan dengan tema, globalisasi sastra Jawa, dengan nara sumber, Arswendo Atmowiloto, masih dalam konfirmasi dengan yang bersangkutan.</p>
<p>&#8220;Kami masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Arswendo Atmowiloto tentang kehadirannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam acara kemah budaya Jawa 2009 itu, akan diisi juga dengan berbagai kesenian khas Jawa, mulai wayang thengul, wayang tobos, cokekan dan sandhur kasepuhan dan kentrung.</p>
<p>Dia menjelaskan, pelaksanaan kemah budaya Jawa ini, merupakan langkah yang strategis bagi Indonesia, sebab keberadaan bahasa Jawa dan berbagai kesenian yang menyertainya merupakan produk asli bangsa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Apalagi, dengan mencuatnya berbagai kasus kesenian mulai Reog Ponorogo, batik dan terakhir tari Pendet yang diklaim Malaysia. Kemah budaya Jawa juga, sekaligus untuk menyongsong diselenggarakannya kongres Bahasa Jawa ke-5 tahun 2011,&#8221; katanya.</p>
<p>antarajatim, Jumat, 16 Okt 2009 19:10:20| Budaya &amp; Pariwisata </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brangwetan.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brangwetan.wordpress.com/1490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brangwetan.wordpress.com&blog=1829623&post=1490&subd=brangwetan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brangwetan.wordpress.com/2009/10/18/200-peserta-dipastikan-ikuti-kemah-budaya-jawa-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d78f11d172e750d333738fe42a19a43?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">brangwetan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>