Direktori Aktivis Kesenian Tulungagung

Bimo Wijayanto, penata tari terkenal dari Tulungagung, yang sering menang festival tari tingkat propinsi, sering pentas di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Namun Bimo tidak membuka sanggar, melainkan mendirikan Komunitas Tari bernama Andong Sekar. Anggotanya sekitar 50 orang, termasuk kru musik dan karawitan. Latihan rutin dilakukan tiap Selasa atau Jumat. Karya Bimo yang terakhir berjudul “Ujung Mentiung” yang terpilih dalam lima besar Festival Karya Tari Jawa Timur tahun 2006. Dalam setahun, rata-rata Bimo menghasilkan tiga karya tari. Alamat: Desa Murangan, Bulurejo, Kalangbret, Tulungagung. Telp: 0355.335377, 081.2359.3447

Ema Kusnadi, penulis, aktivis kesenian, lahir di Trenggalek, 21 April 1939. Bergerak dalam bidang penulisan budaya dan upacara adat serta penggiat seni teater tradisional, wayang orang, teater modern, siaran budaya Jawa di RKPD Tulungagung. Meskipun, dia sudah pensiun sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan staf BP3 (purbakala) Trowulan, Mojokerto, kepala Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular (1993-1995). Pernah mendapat Penghargaan Bupati Tulungagung dalam Pembinaan Seni Tradisional bernafaskan P-4, aktif dalam Kongres Bahasa Jawa sejak tahun 1991. Ketua II LKN Cabang Tulungagung, anggota Pengurus Lembaga Javanologi, Ketua Pepadi Komcab Tulungagung, Ketua Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kab. Tulungagung, penasehat Badan Kerjasama Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Alamat: Jl. A. Yani Timur VI-5.E Tulungagung, telp: 0355 321939.

Heri Kusumantoyo, masih aktif sebagai PNS, sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kauman, Kalangbret, dikenal sebagai penggiat kesenian yang gigih. Rajin mengadakan festival kesenian dan berbagai kegiatan kesenian.

Kamiran, tokoh Tayub Tulungagung, rekaman wiraswara, pimpinan sanggar Parikesit.

Moelyono. Pimpinan Yayasan Seni Rupa Komunitas (YSRK), Didirikan: 1993, Kegiatan Utama: Pendidikan penyadaran dengan metode dialogis untuk visi pergerakan kebudayaan Mengadakan lokakarya seni budaya lokal, Mengadakan pameran seni anak-anak, festival anak-anak, dan karnaval anak-anak, Mengadakan diskusi seni, Dokumentasi film, slides. Prestasi : 1. Pameran Marsinah tahun 1993 2. Mengikuti training budaya ACCP di Filipina tahun 1989 3. Mengikuti workshop budaya di Hakusu, Jepang tahun 1999 4. Pendampingan untuk gerakan budaya lokal di Pacitan dan Ponorogo tahun 2001, dan mendapat Penghargaan Gubernur Jatim tahun 2000. Moelyono banyak keliling mancanegara, suka membina anak-anak desa untuk “berbicara” dengan bahasa gambar. Kesenian Unit Desa (KUD) adalah konsepnya memberdayakan masyarakat desa melalui kesenian. Bahkan di lingkungan aktivis NGO, lelaki ini pernah mendapat penghargaan dan menjadi anggota (fellowship) Ashoka tahun 1987 atas kegiatannya dalam seni rupa penyadaran. Sementara di percaturan kesenian, nama Moeljono telah diakui sebagai asset nasional. Dia banyak diundang ke mancanegara untuk pameran maupun berbicara di forum seminar. Alamat: Desa Winong 22, RT.03 RW.02, Kecamatan Kedung Waru, Tulungagung, 66251, Telpon: 0355-326425, Fax: 0355-326425, email: ysrk@telkom.net

Muhammad Ruslan, pelukis, lahir di Ponorogo, 26 April 1969. Belajar melukis di Sanggar Zhor Zambou Ponorogo (1985-1988), masuk seni rupa IKIP Surabaya (1988), pameran bersama di Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jember, Ponorogo. Anggota Sanggar Seni Lily Tulungagung. Alamat: Jl. Dr. Sutomo 2 A, Tulungagung, 0355 323431

Nurali, pelukis, lahir di Tuban, 5 Oktober 1967. Masuk STKW Surabaya (1987), aktif pameran di Surabaya, Malang, Kediri, Tulungagung, Lumajang, Jakarta, Jogja, Solo, Semarang, Bali dan Blitar. Mendapat penghargaan Seni Lukis dari Yayasan Gabriel Surabaya (1990). Mengerjakan seni rupa publik (1991-1992) dipresentasikan di TIM. Alamat: Jl. Patimura II/8 RT 01/03 Ds. Moyoketen, Kec. Boyolangu, Tulungagung. HP: 0812 355 5539

Rajiyono, alias Mbah Raji, seniman senior yang dikenal sebagai tokoh karawitan klasik. Banyak melatih dan melahirkan sinden-sinden baru. Tinggal di Ngunut.

Soiran, tokoh Jaranan, sesepuh. Mantan penilik kebudayaan.

Sigit Priyananto, pelukis, beberapa kali pameran bersama di Indonesia, pameran tunggal Suara hati di PWT Tulungagung (2002). Masuk seni rupa IKIP Malang (1989), Ketua Sanggar Lukis lily. Alamat: Sanggar Lukis Matahari, Krajan 43, Batangsaren, Kauman, Tulungagung. Telp. 0355 329291

Siswoyo, seniman senior yang eksis dengan kesenian Reog Kendang.

Sugiyo, pelukis, lahir di Tulungagung, 6 Oktober 1971, alumus ISI Yogyakarta, aktif pameran sejak tahun 1990 di berbagai kota, Penghargaan Seni Lukis Terbaik cat akrilik dan alam benda di FSR ISI (1996), terpilih 100 besar Indonesian Art Award VI YSRI Jakarta (1999), Penghargaan Nokia Award (1999). Alamat: Ds. Ngereco, RT 06/03 Sobontoro, Boyolangu, Tulungagung – 66232.

Sun Gondrong, dalang, pimpinan Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Komcab Tulungagung, tiap malam Jumat Legi mengadakan pementasan di Sanggar Bhakti Pramuka. Pepadi juga sering mengadakan omong-omong soal kesenian (nama acaranya Limbuhan), bahkan di kalangan guru sudah terbentuk Klub Dalang PGRI.

Suparmat, adalah salah satu seniman senior Tulungagung, tinggal di kecamatan Kalangbret. Dikenal sebagai penata gending handal untuk karawitan, sering terlibat dalam berbagai festival pedalangan, penata gending dan pemain ketoprak, banyak karya gending yang dihasilkan. Tokoh ini masih satu perguruan dengan dalang terkenal Ki Narto Sabdo, dan juga Siswondo (tokoh dan pendiri ketoprak Siswo Budoyo). Sampai sekarang, Suparmat masih terus berproduksi menciptakan gending-gending.

Suroyo, Kepala Subdin Nilai Budaya dan Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tulungagung, sekaligus pimpinan Jaranan campursari “Kuda Bhirawa”, sering rekaman VCD, pentas di TMII. Tinggal di desa Bungur, Karangrejo, telp. 0355.328322

Sunarko Budiman (Drs), pimpinan Sanggar Sastra Triwida, Pengawas TK-SD Kab. Tulungagung. Lahir di Tulungagung, 21 Januari 1960. Alumnus Universitas Wisnuwardana Malang, jurusan PPKN, STKW Surabaya 1980-1981 jurusan Karawitan. Karya tulis berupa buku pelajaran (SD dan SMP), buku fiksi cerita rakyat Blitar, cerita anak, cerita fiksi umum, dan menulis di berbagai media Jawa dan Indonesia. Penghargaan juara menulis Geguritan Kongres Bahasa Jawa II di Malang, pemakalah KBJ III (Yogyakarta) dan IV (Semarang), juri deklamasi nasional bahasa Jawa di Surabaya (1993), juara mengarang tingkat nasional antar guru (1988, 1990), finalis lomba keberhasilan guru tingkat nasional (2006), penghargaan Guru Berprestasi dari Bupati dan PGRI Kab. Tulungagung. Organisasi ketua PGRI Cabang Kauman, pengurus Dekopinda Kab. Tulungagung, ketua Kwartir Ranting Kec. Kauman, Ketua KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah), Ketua Koperasi KPRI Kauman, Bendahara Penulis Guru Nasional tingkat Jatim, pengurus Kelompok Penulis Buku Pendidikan Dasar Jatim, Komite Sastra Paguyuban Budayawan Tulungagung. Memiliki 3 putra (dan satu lagi meninggal).

Untung Mulyono, dosen ISI Yogyakarta, pimpinan Sanggar Tari “Kembang Sore” tergolong sanggar tari yang paling eksis. Sanggar ini mendidik anak-anak sekolah mulai dari usia dini hingga remaja. Pementasan juga sering dilakukan. Sanggar ini sebetulnya berpusat di Yogyakarta, sesuai dengan domisili Untung selaku dosen ISI, namun yang di Yogyakarta hanya melakukan produksi pementasan, tidak mendidik anak-anak. Nama “Kembang Sore” memang menjadi ikon kota Tulungagung, karena bersumber dari legenda Rara Kembangsore, yang merupakan cikal bakal pertumbuhan kota Tulungagung.

Widji Parminto Rahayu (Widji PR), pelukis, kartunis, lahir di Tulungagung, 11 Juni 1956, tahun 1977 masuk STSRI “ASRI” Yogyakarta, pameran lukisan sejak tahun 1978 di berbagai kota. Mendapat penghargaan Pratisara Affandi Adhi karya (1982), pernah menjadi staf pengajar di STKW Surabaya, ilustrator Jawa Pos. Alamat: Jl. Raya Boyolangu 04 RT 08/01 Boyolangu, Tulungagung, telp. 0355.333267

About these ads

5 Tanggapan

  1. saya tinggal di malang,suka banget melukis, tp di kampus gak ada organisasi yang mendukung,,,,gimana ya biar bisa menyalurkan hobi…..

  2. saya mau jadi penari, bgmna saya mesti mendaftar???

  3. saya sangat suka akan khas dari tulungagung, umumnya saya sangat mencintai kebudayaan tulungagung. penari atw warisan budaya berupa tarian harus ditumbuh kembangkan.

  4. Salam n Salut bwt Seniman Tulungagung. saya sich cuman penikmat seni.

  5. salam budaya
    saya dari Tulungagung juga
    mungkinkah saya bisa bergabung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: