GATUT KUSUMO HADI (Budayawan, Surabaya)

Semasa hidupnya, mantan tentara TRIP ini dikenal sebagai budayawan yang akrab dengan anak-anak muda dan mereka yang berpikiran revolusioner. Mereka lebih akrab memanggilnya Papa (dan Mama kepada istrinya, Thea Kusuma), yang menyiratkan kekaguman sekaligus posisinya sebagai patron ideologis. Lelaki kutu buku ini bagaikan kamus hidup yang siap menjawab pertanyaan apapun.

Lahir di Purwokerto, 3 Februari 1928, tahun 1951 lulus dari SMA Perjoangan di Malang. Pada jaman Jepang dia mendapat latihan paramiliter dalam Gakutotai (Gakuto = siswa, tai = barisan). Setelah proklamasi kemerdekaan, menjadi anggota BKR Pelajar Darmo 49 Surabaya, dan ikut terlibat langsung dalam pertempuran Oktober – November 1945. Pernah menjabat Komandan Kompi TRIP dan terus melaju karier kemiliterannya hingga mencapai pangkat Letnan I dan menjabat perwira staf Angkatan Perang RI di Jakarta. Tahun 1954, memutuskan diri keluar dari ketentaraan.

Justru pada tahun itulah lahir novel pertamanya, Kerja Anak-anak 10 November. Tahun 1958 memperluas cakrawala budayanya keliling Eropa. Tahun 1963 menulis skenario dan menyutradarai film Penyeberangan dibawah supervisi Nya Abbas. Beberapa film dokumenter juga telah dibuatnya, dan menjadi sebagai anggota KFT (Karyawan Film dan Televisi) dalam kelompok sutradara/penulis skenario. Tahun 1981, lahir novelnya lagi Pita Merah di Lengan Kiri, kemudian aktivitasnya lebih banyak menulis skenario dan menyutradarai film-film perjuangan, drama-drama di TVRI, dan puncaknya menyutradarai film Surabaya 45 bersama Imam Tantowi tahun 1990.

Selain juga melukis (sempat beberapa kali pameran), sebagai aktivis kesenian Gatut juga terlibat dalam mendirikan Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera) dan Dewan Kesenian Surabaya yang akhirnya memilihnya menjadi ketua periode 1980-1983. Aktivitas sosialnya pernah dipilih menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Sosialis dalam konferensi nasional tahun 1968 yang tetap dijabatnya hingga akhir hayatnya. Tahun 1974 ditahan pihak militer selama satu tahun karena dianggap terlibat peristiwa Malari. Tahun 1992 Gatut Kusumo sakit berkepanjangan hingga meninggal dunia 19 Juni 1996. Kumpulan tulisannya di berbagai forum kemudian diterbitkan dalam buku Sosialisme Indonesia.

(sumber: Buku Penghargaan Seniman Jatim, 2002)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: