Umi Kulsum: Ludruk Bukan cuma Kartolo

Reporter : Anas Pandu Gunawan

Bicara mengenai kesenian Ludruk, ingatan semua orang pasti mengarah pada Kartolo. Tak salah memang karena Kartolo termasuk salah satu seniman yang sangat setia pada kesenian Ludruk. Puluhan kaset ludruk telah Kartolo lahirkan sebagai bukti kreatifitasnya.

Namun, penggiat kesenian ludruk ini bukan hanya Kartolo seorang. Ada nama-nama lain seperi Agus Kupprit, Ning Lasiana dan Umi Kulsum. Bahkan nama yang terakhir ini baru saja memperoleh penghargaan Khusus dari Imam Oetomo, Gubernur Jatim atas pengabdiannya di dunia Ludruk.

Nenek yang sekarang menginjak usia 85 tahun ini telah lebih dari 55 tahun mengabdikan diri sebagai seniman ludruk. 46 tahun diantaranya dilewati bersama siaran ludruk RRI Surabaya.

Meski tidak tamat dari sekolah rakyat, atas kesetiannya bersama ludruk RRI, Umi Kulsum diangkat menjadi pegawai negeri dengan pangkat golongan II A pada tahun 1981 oleh Ali Murtopo, Menteri Penerangan saat itu.

“Waktu itu gaji saya Rp 250,00 sebulan, padahal untuk berangkat kerja saya harus bayar abonemen trem listrik Rp 750,00 sebulan,”kenang Umi Kulsum sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Umi Kulsum adalah satu dari seniman yang terus berkarya di hari tuanya. Meski sudah pensiun sebagai pegawai negeri di RRI Surabaya, Umi mengaku akan terus berkarya sebagai seniman.

“Jadi pegawai ada pensiunnya, tapi kalau seniman itu gak ada pensiunnya. Saya pensiun dari ludruk kalau sudah dipanggil Tuhan,” aku Umi Kulsum dengan suara yang masih tegas.

Bukan hanya suara yang masih tegas, soal ingatan Umi masih kuat. Terbukti Umi tidak pernah baca teks naskah saat akan main ludruk, namun ternyata dirinya masih mampu mengimbangi permainan rekannya yang berumur jauh lebih muda. Umi..Umi, walau sudah tua ternyata masih cerdas dan kuat berkarya.[nas/ted]

Sumber: beritajatim.com

Iklan

Satu Tanggapan

  1. KaSih GaMbaRnya doNg… SaYa disuRuH meNcaRi aRtiKeL daN gaMbaRnya.. TaPi diSiNi cuMa aDa aRtiKeL… HeHehE…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: