Kartolo: Penghibur yang Merakyat

Pelawak yang satu ini tidak asing lagi namanya bagi masyarakat Jawa Timur. Ratusan kaset Jula-Juli Guyonannya mampu menghibur siapa saja, baik di kota maupun desa. Lawakannya sedemikian merakyat dan menyegarkan, hingga orang tak pernah bosan mendengarkan kasetnya meski diputar berulangkali. Kartolo, adalah sosok penghibur yang fenomenal, bersama rekan-rekan satu kelompok, yakni Kastini (istrinya), Sapari, Munawar, Sokran dan Basman (almarhum) serta Blontang. Kelompok inilah yang sangat produktif menghasilkan rekaman sejak tahun 80-an.

Sebagai pelawak, Kartolo memiliki ciri khas yang sulit ditandingi. Ia menyusupkan lawakannya dalam struktur cerita ludruk yang dimainkannya. Karena itu, ketika ada yang menyebutnya bukan ludruk, Kartolo tak terusik. Justru dengan cara itulah maka sebetulnya Kartolo menghadirkan warna baru dalam seni ludruk, yakni ludruk yang penuh dengan humor sepanjang cerita, dari awal hingga akhir. Sebab, dalam struktur pakem ludruk, kesempatan melucu itu sudah disediakan dalam babak dagelan. Karena itu, Ludruk Kartolo menarik diikuti, takbosan, dan aspek cerita menjadi tidak penting lagi. Bahkan, untuk cerita yang berat sekalipun, bisa cair dengan cara “Kartoloan”.

Kartolo, lahir 2 Juli 1947, hanya sekolah Sekolah Rakyat (SR) selama 4 tahun ini memang seniman ludruk, ia setia dan mencintai ludruk secara total sejak usia 14 tahun sebagai pemain. Mula-mula ia ikut ludruk Margo Santoso di desa asalnya, Watu Gunung, Pandaan, Pasuruan. Kemudian masuk grup Panca Tunggal, masih di Pandaan, lalu grup binaan Ziipur V Lawang, ludruk Gajah Mada binaan Marinir Surabaya, ludruk Tansah Trisno dan Bintang Surabaya, kemudian ludruk Jombang Selatan, dan tahun 1971 masuk ludruk RRI Surabaya, serta tahun 1974 bergabung dengan ludruk Persada. Belakangan, memahami ludruk Kartolo bukan lagi seperti ludruk konservatif, melainkan Ludruk Banyolan ala Kartolo Cs. Siaran rutinnya ditayangkan JTV setiap minggu.

Meski punya jam terbang amat banyak, Kartolo mengaku tak mau mengandalkan bakat semata. Ia selalu belajar dari pengalaman. Juga rajin baca literatur dan senang mencari informasi untuk memperluas cakrawala sebagai bahan lawakannya. Tawaran pentas seolah tak pernah henti mengalir dari berbagai daerah. Setiap pentas di suatu tempat, selalu dicatat dalam buku besar: Kidungannya, lawakannya, jalan ceritanya dan sebagainya. Buat apa? “Lho supaya kalau main lagi di tetangganya bisa ingat, jangan sampai ditebak penonton,” ujarnya serius.

Kartolo dan Kastini adalah pasangan yang serasi, dia atas panggung maupun dalam rumah tangga. Bahkan, jodoh mereka terjalin ketika mereka berpasangan dalam lakon Sam Pek Eng Tai ketika main di ludruk RRI. Kini mereka tinggal di Jl. Kupang Jaya II/12-14 Darmo Satelite. (hn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: