Damarwulan Menakjingga Batal Manggung

SURABAYA – Pembukaan Festival Cak Durasim (FCD) 2007 yang bertema Seni, Keragaman, dan Masa Depan tinggal dua hari lagi. Berbagai persiapan telah dilakukan Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) selaku panitia untuk menjamin lancarnya pelaksanaan festival seni tahunan yang berlangsung pada 10-17 November itu.
Selama berlangsungnya FCD 2007, TBJT menjamin kepada para penikmat seni bahwa mereka akan menyuguhkan penampilan seni berkualitas. “Kami berusaha melakukan yang terbaik. Tahun ini akan ada sejumlah perbedaan dalam FCD,” ungkap Kepala TBJT Pribadi Agus Santoso.
“Tahun ini, selain menampilkan beragam kreasi seni, FCD akan memberikan Cak Durasim Award (CDA) kepada seniman berprestasi serta ada peresmian Monumen Cak Durasim. Selain itu, tampil Kabaret Does dari Suriname,” lanjutnya.
Kepala Seksi Penyajian TBJT sekaligus Kepala Teknis FCD 2007 Arif Rofiq mengemukakan, “Sebelumnya memang TBJT pernah memberikan penghargaan. Tapi, tahun ini ada seremonialnya.” Upacara yang dimaksud akan dibungkus dalam prosesi pertunjukan audiovisual yang digarap TVRI Surabaya dan diedit ulang oleh Antok Agusta serta dimeriahkan para penari dari SMKN 9 Surabaya.
CDA perdana itu akan dianugerahkan kepada Cak Timbul Sarisin. Seorang seniman besutan asal Kota Pahlawan yang sudah berusia 84 tahun. Menurut Rofiq, Cak Timbul Sarisin layak mendapatkan CDA karena konsistensinya dalam berkarya. “Pada usianya yang sudah sangat sepuh, beliau masih bisa menari dan ngidung. Kawan-kawan seniman Surabaya juga menganggap dia layak,” jelasnya.
Semua penampil sudah konfirmasi siap menyajikan kreasi mereka pada FCD 2007. Termasuk, Kabaret Does dari Suriname yang sudah berada di Surabaya. Rombongan yang beranggota Captain Does alias Ardjooetomo Salimin, Ardooetomo Argyll, Amatirsat Soelijanto, Wongsosemito Rochmani, serta Resosemito Rakimin itu akan menampilkan dua lakon dalam FCD 2007.
Sayang, koreografer Elly D. Luthan dari Jakarta yang rencananya tampil pada hari terakhir (17/10) dengan membawakan kreasi tari berjudul Damarwulan Menakjingga mengundurkan diri. Pembatalan sendratari yang rencananya menampilkan sekitar 40 penari tersebut, menurut panitia FCD 2007, disebabkan penyandang dana mereka sakit. “Baru dua hari lalu (5/11) saya terima surat pengunduran diri mereka. Terus terang saja, saya sangat terkejut,” ungkap Rofiq. Dia menyatakan, sejak beberapa hari lalu, ada tengara Elly D. Luthan dan rombongannya akan mundur. Tapi, TBJT terus berupaya agar mereka bisa hadir pada FCD 2007. Apa daya, ternyata, Elly D. Luthan tetap tidak bisa mementaskan Damarwulan Menakjingga di FCD 2007.
Sebagai pemungkas, tampil dalang nyentrik Ki Enthus Susmono. Dia menyajikan pertunjukan wayang golek berjudul Syekh Siti Jenar. Untuk mengiringi lakon tersebut, dalang asal Tegal itu memboyong grup rebana, Gamelan Rebana Abunawas.
Nah, demi mempromosikan para penampil dalam FCD 2007, panitia menyiapkan sejumlah agenda promosi. (nar/wek)

Jawa Pos, Kamis, 08 Nov 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: