Tujuh SMA Ikuti Festival Ludruk Generasi

Belum Pakai Pakem Asli
SURABAYA – Untuk kali pertama, festival ludruk khusus untuk anak-anak SMA diadakan di Surabaya. Festival yang diprakarsai Komunitas Seni Teras Soeroboyo di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, kemarin (20/11), memang tidak mencari pemenang. Festival itu untuk pengenalan sekaligus mencari bibit-bibit pelestari kesenian ludruk.
Tujuh tim dari tujuh SMA mengikuti festival ini. Mereka adalah tim SMKN 9, SMAN 12, SMAN 21, SMAN 5, SMAN 14, SMA Barunawati (keenamnya dari Surabaya), dan SMAN 1 Gresik.
Mereka tampak berupaya menampilkan yang terbaik. Namun, sebagian besar dinilai belum menerapkan pakem ludruk yang sebenarnya. Mereka masih seperti bermain sandiwara atau teater.
Ketujuh grup tampil dengan disiplin naskah yang disiapkan. “Padahal pakem ludruk mengandalkan kepiawaian pemainnya dalam melempar bahan omongan dan lelucon,” ujar Dodi Obeng, ketua panitia.
Selain itu, hanya beberapa grup yang memasukkan kidungan jula juli dan tari remo dalam permainannya. “Padahal dua-duanya pakem dasar ludruk,” imbuhnya.
Dia mengaku prihatin karena remaja lebih senang menikmati sinetron daripada kesenian lokal seperti ludruk. Karena itu, festival keempat ini, dikhususkan untuk kalangan remaja. “Pada festival perdana tahun 2004, pesertanya campur antara mahasiswa dan SMA. Tahun ini khusus SMA agar peminatnya bertambah,” tuturnya.
Meski dalam beberapa hal masih kurang, Dodi mengakui peserta tahun ini mengalami peningkatan jumlah. Tahun lalu peserta SMA hanya tiga kelompok.Sebenarnya ada sepuluh grup yang mendaftar untuk pentas di festival ini. Setelah diseleksi terpilih delapan grup. “Tapi satu grup tiba-tiba mengundurkan diri,” katanya.
Hengky Kusuma, pengamat ludruk Surabaya berharap kegiatan menggalakkan ludruk di kalangan remaja jangan hanya saat festival saja. Dia berharap para seniman ludruk bersedia menjemput bola memberikan pengetahuan tentang seni ludruk yang benar.
“Kalau perlu kita yang mendatangi sekolah untuk memberikan workshop tentang ludruk,” katanya. (uji)

Jawa Pos, Rabu, 21 Nov 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: