Solidaritas Reog, Luncurkan Album

SURABAYA – Klaim Malaysia atas kesenian reog Ponorogo bisa terjadi karena kurangnya apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional. Itulah yang dirasakan grup reog Tunggal Budoyo, Pacar Keling, Surabaya. Rendahnya apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional membuat mereka sulit bertahan. Bahkan, tak bisa apa-apa ketika kekayaan budaya itu diam-diam diserobot bangsa lain.
Menurut Ketua Paguyuban Tunggal Budoyo Sunaryono, sedikitnya perhatian dan apresiasi masyarakat amat mempengaruhi kelestarian seni budaya asli Ponorogo itu. “Akibatnya, kami terkendala dalam peralatan dan pembinaan. Bahkan, hingga sekarang kami belum punya Gagak Merak yang merupakan inti seni reog,” kata Sunaryono dalam acara launching album campursari Endah Koeswantoro dengan iringan musik reog Ponorogo di markas Tunggal Budoyo, Pacar Keling, kemarin (4/12).
Meskipun sulit bertahan, paguyuban yang beranggotan 32 orang itu tidak patah arang. Lewat album campursari itu diharapkan kesenian reog tetap eksis dan dekat kalangan generasi muda. “Tari reog ditampilkan sebagai latar belakang dalam klip video. Dengan begitu kami berharap generasi muda tertarik melestarikan seni tradisonal,” ujar Endah. Dia menargetkan album tersebut selesai awal tahun depan.
Hasil penjualan album nanti diharapkan dapat menyokong kegiatan Tunggal Budoyo. “Minimal bisa untuk beli Gagak Merak sendiri. Jadi anak-anak muda yang bergabung di sini semakin semangat dalam berlatih,” kata Sunaryono. (uji/ari)

Jawa Pos, Rabu, 05 Des 2007

Catatan pengelola:

Gagak Merak, yang betul Dhadak Merak

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kok dikit amat cihh…

    yang banyak po’o..???

    BUTUH BANGET NIH………… T.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: