Andrian Aji Darma Pujianto, Duta Jatim dalam Lomba Bercerita Tingkat Nasional

Rela Stop Tendang Bola demi Senam Mulut
Mimik wajahnya amat ekspresif. Saat dia bercerita, penonton pasti terpesona. Dialah Andrian Aji Darma Pujianto, 12. Siswa SD Muhammadiyah 2 Gresik itu jadi wakil Jawa Timur untuk lomba bercerita tingkat nasional di Bogor, 12-14 Desember nanti.
CHUSNUL CAHYADI, Gresik
Bagi Andri, pembantu sungguhlah orang yang berjasa. Kebiasaan mendengarkan cerita dari pembantu setiap menjelang tidur membuat bocah itu kini pandai bercerita. Andri sekarang terampil bercerita. Setiap kejadian selalu dia ceritakan kepada keluarga maupun teman secara apik, lengkap dengan olah tubuh dan ekspresi wajah.
Kemarin (10/12) Andri memeragakan gaya bercerita tersebut di hadapan guru dan teman-temannya di Perpustakaan SD Muda Ceria. Dia membawakan cerita berjudul Anak yang Terbuang. Selama sepuluh menit, cerita tersebut dilakonkan tanpa teks.
Cerita itu berisi kisah seorang bayi yang dibuang orang tuanya karena lahir bertanduk. Mereka malu. Ketika besar, dia ternyata jadi kaya raya dan balik tidak mengakui orang tuanya. Singkat cerita, kedua orang tua itu akhirnya meninggal dan si bocah menyesal.
Cerita itulah yang mengantarkan siswa kelas VI SD Muda Ceria di Jl KH Kholil Gresik tersebut terpilih menjadi juara pertama lomba bercerita tingkat Jatim 2007. Andri pun dinobatkan sebagai duta Jatim dalam lomba bercerita tingkat nasional.
Menjelang lomba, anak kedua pasangan dr Tulus Pujianto-Sri Indrawati itu sudah mempersiapkan dua cerita anak. Yakni, Kancil yang Cerdik dan Anak yang Dibuang. “Saya menyiapkan dua cerita tersebut untuk antisipasi masuk final. Doakan ya, Mas!” kata bocah kelahiran 24 November 1995 itu.
Keberhasilan Andri tidak lepas dari pengorbanan. Dia harus rela mengorbankan hobi bermain sepak bola yang dilakukannya setiap sore. “Untuk sementara, stop dulu tendang bolanya,” ujar Andri.
Sebab, dia harus menjalani latihan ekstraketat rutin. Di antaranya, senam mulut dan latihan mental di bawah bimbingan Makhali alias Lenon, pengasuh teater Limbah Cager Gresik dan Sri Wahyuni alias Uyun, Wakasek Kesiswaan sekaligus guru kesenian di SD Muda Ceria.
“Setiap pulang sekolah, saya harus latihan antara 1 hingga 3 jam. Minggu pun tetap latihan,” kata bocah yang mengidolakan Kaka, pemain AC Milan asal Brazil, itu.
Senam mulut dilakukan untuk meringankan dan melemaskan bibir. “Biasanya selama sepuluh menit sebelum latihan dimulai,” terang Andri yang bertubuh ramping tersebut. Latihan mental dilakukan untuk menghilangkan grogi. “Untuk uji mental ini, saya harus road show di hadapan siswa kelas lain,” tuturnya. (roz)

Radar Gresik, Selasa, 11 Des 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: