Terpilih, Lima Komponis Surabaya

Ikut Konser The Dutch Chamber Music Ensamble
SURABAYA – Lima komponis Surabaya terpilih untuk tampil dalam konser bersama The Dutch Chamber Music Ensamble (DCME), Maret 2008. Selain lima orang itu, tujuh komponis Indonesia lainnya akan mendukung konser keliling kelompok musik dari Belanda tersebut selama tur di Indonesia.
Lima komponis Surabaya itu adalah Nadia Irnatari yang akan membawakan lagu Jalan-Jalan, Nita Sofiani (The Sea), Erik Jaya Gunawan (Multidimensi), Debbie Laurencia (Jiao Ma Ma), dan Krisna (The Lake). Meski terpilih dalam konser itu, mereka dinilai masih belum matang.
Menurut Roderik de Man dari DCME, komposer muda Surabaya kurang memperhatikan tinggi-rendah nada yang digunakan dalam mengomposisikan sebuah lagu. Mereka hanya menggunakan intuisi. “Ritme yang digunakan masih terlalu terlalu cepat sehingga menimbulkan kesulitan dalam memainkan komposisi. Jadi, jangan kaget kalau musik yang dimainkan tidak sesuai komposisi yang disusun,” jelas Roderik de Man saat workshop komposisi mini di Kilang Orkestra Music School kemarin (11/12).
Musisi Belanda itu menambahkan, transposisi harus benar-benar diperhatikan komponis dalam mengomposisikan musik. Sebab, kalau terjadi ketidaksempurnaan transposisi, hasil komposisi susah dibaca. “Buatlah komposisi sejelas mungkin,” ujarnya.
The Dutch Chamber Music Ensamble direncanakan mengadakan konser di empat kota (Jakarta, Jogjakarta, Surakarta, dan Surabaya). Konser berjudul Theo Loevendi: The Nightingale tersebut dinaratori Sitok Srengenge dan Slamet Gundono. Selain itu, dipentaskan juga karya Slamet A. Sjukur berjudul Kutang.
Direktur Kilang Orkestra Music School Lena Gunawan mengatakan, keikutsertaan anak didiknya dalam konser tersebut merupakan kesempatan yang berharga untuk menimba ilmu tentang musik orkestra kontemporer. “Sebagai grup musik klasik kontemporer, The Dutch Chamber Music Ensamble memang sangat peduli terhadap perkembangan musik orkestra di Indonesia,” jelas Lena.
Konser itu, lanjut Lena, menjadi peluang emas bagi para komponis muda Surabaya untuk menimba ilmu musik orkestra. “Paling tidak kami sudah membuktikan bahwa kami bisa mendidik komponis-komponis berbakat,” tegasnya. (top/ari)

Jawa Pos, Rabu, 12 Des 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: