Dicari, Jaran Kepang Khas Malang

MALANG – Puluhan seniman jaran kepang kemarin adu kepiawaian di halaman Pendapa Kabupaten Malang. Mereka unjuk kebolehan dalam rangka memperingati HUT ke-1.247 kabupaten.
Para seniman tak hanya menampilkan busana, keserasian gerak dengan irama, tapi juga pada improvisasi di atas panggung. Selain itu seni jaran kepang itu juga dinilai beberapa dewan juri untuk memperebutkan piala bergilir bupati dan uang pembinaan.
Kelompok seni jarang kepang yang terpilih menjadi juara juga akan menjadi duta Pemkab Malang pada setiap even kesenian. Baik di tingkat regional maupun nasional selama satu tahun. “Ini salah satu upaya kami untuk memelihara potensi kesenian daerah yang ada. Kami beri ruang dan peluang para seminan untuk untuk berkarya di sini,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan (Dishubpar) Pemkab Malang Purnadi ditemui kemarin.
Dia mengatakan, lomba jaran kepang itu merupakan salah satu rangkaian dalam rangka memperingati HUT kabupaten. Lomba itu diselenggarakan selama dua hari berturut-turut. Ada 33 kelompok kesenian jaran kepang yang mengikuti lomba itu. Masing-masing kelompok merupakan perwakilan dari 33 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang.
Purnadi mengatakan, even yang diselenggarakan itu juga salah satu upaya untuk menggali potensi daerah. Khususnya untuk mencari tarian jaran kepang khas Kabupaten Malang. Sebab, secara umum, di setiap daerah memiliki tarian jaran kepang. “Nanti akan ketemu mana tarian jaran kepang yang khas Malang,” kata dia.
Selain itu, even ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu ikon wisata budaya kabupaten. Karena, dishubpar telah mencanangkan program tersebut sebagai program tahunan pemkab. “Untuk saat ini memang masih dipadati wisatawan lokal. Tapi, kelak kami berharap bisa menjadi daya tarik wisatawan asing,” harap dia.
Wakidianto, pelatih kesenian jaran kepang Tunas Budaya, Desa Sumberkerto, Kecamatan Wonosari, menyambut baik karena merasa diperhatikan pemkab. Apalagi, pemenang lomba juga menjadi salah satu duta kesenian pemkab.
“Kami merasa ada perhatian, juga ada sportivitas ketika hendak memilih duta kesenian ke luar daerah. Karena yang dirujuk adalah kelompok yang terbaik dari kabupaten,” kata Wakidianto yang mendampingi anak asuhnya ikut berlaga dalam even itu. (yak/war)

Radar Malang, Jumat, 14 Des 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: