Gerakan Sosial Seni Kontemporer

SURABAYA – Tubuh manusia memiliki arti dan makna setiap melakukan aktivitas. Sebagai mahluk sosial tubuh manusia mampu melakukan pergerakan sosial baik lokalitas sosial politik, budaya, dan alam lingkungan melalui gerakannya.
Ini dinyatakan Iwan Wijono, Presiden Perfomance Klub Jogja Nasional Museum dalam diskusi di Museum Seni Mpu Tantular kemarin (28/12). Menurut dia, seni teatrikal komtemporer di tanah air masih terpaku pada satu bentuk dan belum berkembang seperti di negara maju. “Teater kita masih identik dengan tubuh yang penuh lumpur, compang-camping dan kumuh,” kata Iwan.
Diskusi yang diikuti puluhan seniman teater itu membahas tentang perkembangan seni teater tanah air. Dalam seni teatrikal komtemporer, kata Iwan, semestinya banyak media yang bisa digunakan untuk mendukung pementasan. Sebab tubuh seakan menjadi artis, media, dan hidup, sebagai media bagi pertunjukkan itu. Bahkan, pementasan seni teatrikal tidak membutuhkan panggung.
“Di mana pun seni ini bisa dipentaskan. Kini pentas teatrikal identik sebagai media kritik sosial politik, sehingga sangat terpengaruh terhadap suasana politik,” terang Iwan.
Dia mencontohkan di beberapa negara maju media yang digunakan sudah beraneka ragam, sudah berkembang mengarah pada seni sound performance.(top/ari)

Jawa Pos, Sabtu, 29 Des 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: