Barong Ngamuk di Lumajang

LUMAJANG – Parade kesenian jalanan yang diikuti 21 kelompok kesenian dari 21 kecamatan benar-benar menyedot perhatian ribuan warga Lumajang, kemarin. Para seniman tradisional Lumajang ini unjuk kebolehan di alun-alun Lumajang.

Tiap kelompok kesenian jalanan diberi kesempatan tampil selama lima menit. Waktu yang begitu mepet itupun dimanfaatkan sebaik mungkin agar bisa memukau dewan juri dan penonton. Meskipun tak sedikit pula yang melebihi waktu yang ditentukan.

Lihat saja bagaimana kelompok kesenian jaran kencak dari Yosowilangun saat menampilkan atraksi seekor kuda yang lincah saat mengikuti irama musik. Saat kuda memperagakan atraksi duduk, menyembah, menari, hingga berdiri dengan dua kaki, applaus penonton pun menggema.

Tak ketinggalan, saat `barong ngamuk` dari kecamatan Randuagung unjuk gigi, penonton yang menyaksikan di pinggir arena pun dibuat terkesima. Usai tampil lima menit, peserta parade lalu keliling kota. Dari alun-alun menyusuri Jl Jend Suprapto, MT Haryono, dan akhirnya kembali ke alun-alun. “Penilaian tak hanya di alun-alun. Penampilan di jalan juga dilihat. Nanti akan dipilih juara satu hingga tiga dan satu juara favorit, ” tambahnya.

Menurut Rochani, Kasatpol PP penanggung jawab acara, sedikitnya ada empat jenis kelompok kesenian yang ditampilkan. Antara lain, kesenian reog, jatilan, barongan dan jaran kencak. Kendati ada kesenian sejenis yang muncul, tapi ada ciri berbeda dan yang dipadukan. “Sehingga orang tidak bosan. Jika dibuat dengan kreativitas tinggi tanpa meninggalkan aturan dari kesenian itu sendiri, maka akan menyajikan tontotan yang sangat bagus,” tuturnya.

Kata dia, parade kesenian tak sekadar merayakan harjalu tetapi juga menunjukkan kepada masyarakat jika kesenian tradisional masih bertahan di tengah arus modernisasi. “Dengan acara ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk melestarikan kesenian tersebut,” paparnya. (zww)

Radar Jember, Minggu, 30 Des 2007

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Wah di Lumajang hebat ya….Pak KAsatpol PP-nya aja tahu kesenian tradisional….hmmm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: