TBJT Pugar Panggung Terbuka

Berbentuk Koloseum, Persiapan Festival Kresnayana
SURABAYA – Niat pengurus Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) untuk menjadi salah satu aset wisata seni Jawa Timur (Jatim) mulai digarap serius. Setelah me-launching Festival Kresnayana 28 Desember tahun lalu, TBJT kini mempersiapkan pemugaran panggung terbuka di samping Gedung Cak Durasim untuk melengkapi fasilitas panggung pertunjukan.

Kepala TBJT Pribadi Agus Santoso mengatakan, keseriusan pihaknya tersebut seiring dengan agenda Visit Indonesia Year 2008 yang dicanangkan pemerintah. Karena itu, TBJT kini sibuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk materi pertunjukan dan pameran selama setahun.

Selama ini, TBJT memiliki beberapa even unggulan yang mampu menyedot perhatian masyarakat. Di antaranya, Festival Cak Durasim, Surabaya Full Music, dan Biennale Seni Rupa Jatim. Selain itu, juga ada pentas ludruk dan wayang kulit yang diadakan sebulan sekali. TBJT kini sedang fokus menyiapkan Festival Kresnayana yang sudah diperkenalkan akhir Desember lalu.

“Kami rencanakan Maret nanti sudah mulai menggarap Festival Kresnayana,” ujar Agus Senin (7/1) lalu. Dia belum bisa memastikan kapan penyelenggaraan festival yang terinspirasi dari Festival Ramayana di Jawa Tengah itu. “Kami masih perlu merapatkan secara matang lebih dulu,” imbuhnya.

Yang jelas, TBJT kini menyiapkan pemugaran panggung terbuka. Pemugaran diharapkan selesai tahun depan. “Tahun ini kami fokus pada penciptaan citra Festival Kresnayana. Setelah mengakar, baru kami pindah ke panggung baru,” katanya.

Proposal renovasi panggung terbuka sudah disetujui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jatim. “Desainnya kami buat seperti koloseum. Panggungnya ada di bawah, penonton duduk di anak tangga yang memutar. Mirip teater arena,” terang Agus.

Panggung tersebut tetap berkonsep panggung terbuka. “Konsep lama kami pertahankan, namun bangunannya kami perbarui,” jelas lulusan ASRI (kini ISI, Red) Jogjakarta itu.

Setelah dipugar, kapasitas panggung bisa mewadahi 300 orang, sedangkan saat ini hanya bisa menampung seratus penonton. “Karena didesain koloseum, daya tampungnya jadi lebih besar,” tuturnya. (uji/ari)

Jawa Pos, Rabu, 09 Jan 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: