Gelar Kesenian Ujung

MOJOWARNO – Tradisi sedekah desa diperingati warga Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Jombang dengan menggelar pentas kesenian ujung dan wayang kulit. Kesenian rakyat yang mempertontonkan adu kekuatan dua pemain yang saling cambuk menggunakan rotan berdiameter sekitar 1 cm dan panjang 1,5 m itu dihadiri ratusan warga sekitar.

Pentas ujung digelar di atas panggung di depan Balai Desa Japanan, Kamis (10/1) kemarin mulai pukul 13.00 hingga 16.10. Layaknya pertandingan olahraga, ujung juga dilengkapi dengan wasit yang disebut kemlandang dan durasinya dibatasi antara tiga hingga lima kali adu cambuk.

Madakun, 49, tokoh warga Desa Japanan menuturkan, kesenian ujung telah ada sejak dia kecil. Diduga, kesenian rakyat itu telah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Sebab, letak Desa Japanan hanya berjarak sekitar 20 km dari Kecamatan Trowulan Mojokerto yang diyakini merupakan pusat pemerintahan Majapahit. “Kesenian ujung ini digelar atas swadaya masyarakat dan diikuti warga Desa Japanan dan sekitarnya,” kata Madakun.

Dia menceritakan, dalam setiap pertandingan ujung, penyelenggara selalu menyiapkan sejumlah dana yang diperuntukkan bagi pemain. Rata-rata, usai tiga kali saling cambuk, penyelenggara akan memberikan uang masing-masng Rp 5 ribu kepada setiap pemain. Namun, jika cambukan dinyatakan bagus oleh kemlandang, dapat ditambah dua kali cambukan. Pada “ronde”’ lanjutan inilah tiap pemain akan mendapatkan uang Rp 10 ribu. Setiap ronde, rata-rata membutuhkan waktu sekitar lima menit. “Ronde tambahan itulah yang disebut banjir,” ungkap Madakun.

Acara makin meriah. Sebab, selama pertandingan diiringi dengan musik gamelan. Setiap gali gerakan pemain, diselaraskan dengan iringan musik.

Bupati Suyanto kemarin berkesempatan hadir di lokasi. Untuk menyemangati para pemain, Suyanto memberikan uang Rp 1 juta kepada penyelenggara. Uang tersebut digunakan untuk menggelar lima pertandingan. Dari pertandingan khusus ini, setiap pemain mendapatkan uang saku Rp 100 ribu. “Total dana yang disediakan panitia desa dan bantuan bupati berjumlah Rp 4,1 juta dan dibagikan seluruhnya kepada pemain.” (lal/nk)
Radar Mojokerto, Jumat, 11 Jan 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: