Fokus ke Lukisan, Bukan ke Konsep

SURABAYA – Pameran lukisan berjudul (.) Semangat dimulai kemarin (25/2) di Galeri Surabaya, kompleks Balai Pemuda. Pameran itu diadakan oleh mahasiswa Jurusan Seni Rupa Unesa. Sebanyak 19 orang memamerkan hasil proses kreatif mereka.

A. Miftahul Fauzi, salah seorang pelukis, mengatakan bahwa pameran tersebut adalah tanggung jawab diri. “Bagaimana kita bisa mengekspresikan diri lewat lukisan,” katanya. Lukisan yang diberinya judul Di Antara menggambarkan bahwa semangat itu tetap ada. “Warna hijau melambangkan semangat yang tinggi,” ujar pria berambut gondrong tersebut.

Bagi Fauzi, dalam berproses kreatif, membuat suatu karya lebih didahulukan daripada konsep. “Soal konsep, urusan nanti. Yang penting, melukis dulu,” ucapnya. Dia sendiri melukis sejak masih duduk di bangku SMA.

Endy L., pelukis lain, mengatakan bahwa sebuah lukisan diawali dari merasakan sesuatu dari dalam diri. Setelah itu, hal tersebut dituangkan dalam karya. Misalnya, lukisannya yang berjudul Dinding Paru-paru. Dia menyatakan, ide lukisan itu bermula dari penyakit paru-paru yang dirasakannya. “Sebab, sering merokok,” tuturnya sambil tertawa. Yang dia rasakan ditulis dalam puisi. Lalu, dia baru memindahkannya ke dalam lukisan.(dee/dos)

Jawa Pos, Selasa, 26 Feb 2008,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: