Tisu Penyampai Protes


Segulung tisu bisa memiliki makna mendalam bagi seorang seniman seperti Nanang Zulkarnaen. Dengan tisu, pria yang akrab disapa Zul itu berusaha menyampaikan protes terhadap sikap masyarakat yang dianggap sering salah kaprah itu.

Dalam aksinya di Surabaya International Performance Art Event (SIP-AE) 2008 kemarin (9/4), dia membalut tubuhnya dengan tisu bergulung-gulung. Selama hampir sejam dia berdiam diri dengan posisi tubuh terbungkus begitu.

“Lihat tisu ini. Ini gambaran kerancuan masyarakat. Tisu ini suatu saat bisa ada di toilet. Tapi, pada saat lain, fungsinya bisa bertolak belakang ketika ada di meja makan. Habis dipakai ngelap belakang, dipakai ngelap depan,” ujar Zul usai tampil pada acara yang berlangsung di Balai Pemuda.

Selain Zul, komunitas Deu ikut memeriahkan pertunjukan kemarin. Aksinya digambarkan dengan kehadiran seorang laki-laki yang membiarkan tubuhnya dibalut plester bening. Tanaman dan tanah ditempel di tubuhnya. Kata Arya, si penyaji, penampilan tersebut merupakan simbol bumi. “Ini bagian dari respons terhadap global warming,” jelasnya.

Seniman dari negeri jiran ikut unjuk gigi dengan menyajikan penampilan menggunakan media sapu lidi. Dengan sapu, Rahmat Haron mengumpulkan daun-daun kering yang lantas dibentuk serupa lambang keseimbangan yin dan yang terbalik.

Rangkaian festival seni kontemporer tersebut berakhir tadi malam. Acara ditutup oleh penampilan Arek Performance Community selaku penyelenggara. “Pertunjukan itu mengangkat konsep kebersamaan sesuai dengan jargon kami,” tegas Ilham J. Baday, ketua panitia. (dee/ayi)

Jawa Pos, Kamis, 10 Apr 2008,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: