Pawai Tikus 100 Tahun Kebangkitan

SURABAYA – Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Surabaya kemarin (18/5) diramaikan pawai satire Bedhayan Orde Antri. Sekitar seratus orang yang menamakan diri Masyarakat Seni Surabaya turun ke jalan dengan mengenakan topeng moncong tikus.


Mereka berasal dari komunitas reog Ponorogo, ludruk Irama Budaya, Jaringan Teater Kampus Cendela, Sanggar Alang-Alang, Sanggar Tari Raff DC, Sanggar Tari Kembang Sore, Komunitas Musik Perkusi Surabaya, dan elemen pelajar serta mahasiswa.

Pawai dimulai dari halaman Taman Budaya Jawa Timur, Jl Gentengkali, sekitar pukul 15.00. Mereka melewati Jl Tunjungan dan finis di depan Gedung Grahadi, Jl Gubernur Suryo. Di tempat finis, sekelompok peserta menampilkan happening arts yang mempertanyakan menipisnya jiwa nasionalisme warga.

Menurut Heri Lentho, koordinator acara, pawai itu merupakan ekspresi keprihatinan para seniman dalam menatap kondisi bangsa. Salah satu simbolisasinya dengan topeng-topeng moncong tikus putih yang dikenakan peserta pawai. “Itu untuk menunjukkan bahwa meski telah seratus tahun Kebangkitan Nasional, para koruptor masih bergentayangan,” ujarnya Heri.

Mereka juga membeber kain hitam panjang sebagai ungkapan kondisi bangsa yang masih kelam karena banyak masalah yang tidak terselesaikan. Salah satunya, kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji yang menyusahkan rakyat kecil di mana-mana. “Juga, rencana pemberian BLT (bantuan langsung tunai) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM,” kata Heri. (eko/ari)

Jawa Pos, Senin, 19 Mei 2008,

Iklan

Satu Tanggapan

  1. cuma mau menambhkan peserta pawai..DP juga ikut lo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: