Bangkitkan Optimisme lewat Lukisan

SURABAYA – Sedang butuh suasana ceria untuk menyegarkan pikiran? Anda bisa mencoba datang ke pameran lukisan yang sedang berlangsung di Hotel JW Marriott Surabaya. Acara yang diikuti 34 pelukis Jawa Timur dari Komunitas Pelukis Jawa Timur (KPJT) itu berlangsung sebulan mulai kemarin (30/6).

Semua karya dipajang di sekitar lobi. Ada yang ditempel di dinding, ada pula yang ditata di atas panel kayu. Semua seolah bertutur tentang suasana riang sesuai dengan judul pameran Nusantara Berseri. Di satu sudut terlihat lukisan bunga-bunga merah bersemi. Di sudut lain ada gambar petani memanen padi. Juga, ada kanvas bergambar burung-burung cantik bertengger di dahan pohon.

Aliran yang diusung bermacam-macam, bergantung pada ciri khas tiap pelukis. Misalnya, karya milik Harris A. Lukisan bertajuk Prahu Layar itu menggambarkan sekumpulan perahu layar yang tengah melaut di kala senja. Dengan dominasi warna abu-abu dan hitam yang diselingi warna kuning, lukisan realis tersebut seperti ingin menawarkan kesejukan hati.

Berbeda dengan karya Andi Solas. Pelukis potret lokal kenamaan itu memilih seorang penari Bali sebagai objek. Dalam lukisannya yang bertajuk Legong, Andi menyajikan warna-warna terang seperti kuning, merah, biru, dan oranye. Lukisan naturalis yang menggunakan cat minyak tersebut digambarkan Andi sebagai lukisan yang penuh keceriaan. “Warna-warna cerah tersebut menggambarkan penari itu tengah berada di atas panggung yang gemerlap,” jelasnya.

Ada pula lukisan abstrak karya Mahfud. Dalam warna-warna cerah seperti oranye dan kuning, pelukis senior tersebut ingin menggambarkan sebuah perjalanan hidup yang bahagia. Lukisan itu diberi judul Perjalanan 402.

Menurut Henri Nurcahyo, ketua penyelenggara, pameran lukisan tersebut sengaja diadakan untuk memberikan semacam oasis sekaligus menghidupkan kembali optimisme masyarakat metropolis. “Selama ini kita selalu dijejali dengan hal-hal negatif seperti bencana, naiknya harga BBM, dan hal-hal lain yang menyedihkan. Untuk itu, pameran lukisan ini mencoba menawarkan keceriaan agar masyarakat tidak terlalu melulu memikirkan kondisi bangsa ini,” ujarnya. (ken/ayi)

Jawa Pos, Selasa, 01 Juli 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: