TEDJA SUMINAR: Pameran Pertama Pasca Ditinggal Istri Tercinta

suarasurabaya.net| “Ini pameran saya untuk pertama kalinya, setelah ditinggal Ibunya anak-anak”. Demikian TEDJA SUMINAR mengawali pembicaraan dengan suarasurabaya.net, Selasa (15/07) disela-sela pembukaan pameran: Dua Dimensi Karya Sepasang Hati.

Sosoknya masih tetap sama seperti beberapa tahun lalu, ketika menggelar pamerannya di Kota Surabaya. Tubuh kurus, kacamata, rambut memutih serta topi baret warna hitam, dan rokok kretek disela-sela jemarinya. Itu sekitar tahun 1988 lalu.

Dijagad seni terutama seni lukis, sketsa merupakan sebuah instrumen awal bagi sebuah perjalanan berkesenian pilihan para seniman lukis. Dan TEDJA SUMINAR konsisten dengan itu. Goresan-goresan TEDJA SUMINAR dalam sketsanya sangat kuat. Berkarakter.

Melalui tangannya, bangunan megah Empire dikawasan Jl. Blauran, tampil kokoh, dengan hilir mudik berbagai kendaraan disekitarnya. “Gara-garanya saya kaget melihat bangunan megah seperti itu kok ada ditengah-tengah Jl. Blauran. Mengingatkan saya sebuah bangtuna gedung opera di Prancis,” lanjut TEDJA.

Dalam pameran Dua Dimensi Karya Sepasang Hati, TEDJA menghadirkan juga sejumlah karya milik ANASTASIA MOENTIANA (Alm.) yang tak lain adalah sosok perempuan yang sangat dicintainya. Istrinya yang meninggal pada Oktober 2007 lalu.

Saat ditanya tentang satu diantara karya sketsanya: Mengantar Kepergian Istri Tercinta, yang menampilkan suasana ketika menunggu prosesi pemakaman sang Istri tercintanya, TEDJA menghela nafas. “Sketsa itu saya buat ditengah kedukaan. Menunggu prosesi pemakaman istri saya,” ujar TEDJA SUMINAR.

Pameran Dua Dimensi Karya Sepasang Hati digelar 16 Juli sampai dengan 4 Agustus 2008 di Galeri Seni House of Sampoerna Surabaya. Menampilkan karya-karya ANASTASIA MOENTIANA (Alm.) bersama dengan sketsa-sketsa TEDJA SUMINAR.(tok)

Teks foto:
1. TEDJA SUMINAR. konsisten dengan sketsa.
2. Satu diantara aksinya didepan para jurnalis saat berkarya.
Foto: TOTOK suarasurabaya.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: