PENTASKAN “HASU” Elles Undang Koreografer Jepang


Surabaya – Surabaya Post, Komunitas tari balet Surabaya, Elles School of Ballet (EsoB) sedang menyiapkan karya baru dan bakal dipentaskan di Gramedia Expo Surabaya (GES) pada 23 dan 24 Agustus. Pada pergelaran kali ini, ESoB menggandeng koreografer dari Jepang, Kazco Takemoto lewat karyanya Hasu atau Lotus yang dikenal juga dengan Bunga Teratai.

Pada pentas apresiasi nanti, kata Pricipal ESoB, Aprellia Ekasari di Studionya Plaza Graha Famili, Kamis (17/7), siswa EsoB yang terlibat sebanyak 22 orang. Lewat karya Takemoto ini, tambah Lia, sapaan akrab Aprilia, lebih banyak penari dewasa yang diperkirakan 20 balerina.

Sementara penari yang masih anak-anak, perann ya mungkin hanya sebagai pendukung. “Dari sekian penari nanti paling hanya diambil dua atu tiga anak saja,” kata Lia yang mendampingi Takemoto melatih dan sekaligus mencari bibit unggul dan bisa ditampilkan pada pentas Hasu.

Kehadiran penari asal negeri matahari terbit yang sekaligus melatih ini, tambah Lia yang juga pabelet andalan ESoB, bisa dikatakan sedang mengadakan audisi. Dengan latihan seperti ini, Takemoto bisa mencari bakat atau penari yang pas pada karyanya nanti.

Pentasnya nanti, kata Takemono pada sejumlah wartawan, mengangkat persoalan gerak tubuh. Menurut wanita yang menagku kurang baik bicara berbahasa Inggris, menusia terdiri dari tubuh, akal dan rasa kemanusiaannya menyatu dengan diri.

Tubuh manusia, kata penari yang baru tiga hari di Surabaya ini, layaknya ranting pohon. Dia diam menyeimbangkan pikiran dan rasa. Ketika manusia diterpa masalah, dia akan goyah seperti ranting yang diterpa angin.

Dunia, tambah seniwanita yangh dalam pertemuan dengan wartawan masih menggunakan penerjemah ini, ibarat pohon yang terdiri banyak cabang, ranting dan daun. Pohon akan merespon alam sekelilingnya, mulai angin, terik matahari, badai, hujan dan lainnya.

Ranting yang satu dan lainnya juga akan saling merespon ketika ada angin yang menerjangnya, mereka akan menjadi kuat karena kesatuan. Begitu juga manusia, ketika masalah dihadapi seorang diri, terasa berat. Namun jika dipikul banyak orang, beban akan ringan dan mudah dihadapi.

Karya yang ditampilkan nanti, tambah Takemoto, gerakannya lebih condong pada kontemporer. Lebih banyak bicara tentang geliat atau wilayah tubuh. Baginya, tarian balet yang selama ini digeluti, sepertinya sudah “selesai”. Karena itu, para penarinya juga disiapkan secara matang.

Selain Hasu dari Takemoto sebagai pementasan utama, pertunjukan nanti juga dua repetoar lagi, yaitu The Dream dan Vasilila. Dua karya klasik ini, koreografinya ditangani oleh ESoB sendiri. Semua penari juga dari ESoB.(gim)

SP/Gimo Hadiwibowo

Kazco Takemoto, saat memberi pelatihan pada siswa ESoB di Studi Plaza Graha Famili.

| Jumat 18/07/2008 13:46:57 |

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kita harus belajar banyak dari Jepang yang begitu moderen tapi akar budayanya sangat kuat 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: