Pementasan “Hasu” Padukan Akal, Tubuh dan Rasa

Surabaya – Surabaya Post. Pementasan tiga repetoar balet karya Ellses School of Ballet (ESoB) Surabaya dan koreografer dari Jepang, Kazco Takemoto di Gramedia Expo Sabtu (23/8) dan Minggu (24/8), tergolong sukses. Sajiannya, baik yang lewat karya klasik dan kontemporer, ditangani secara serius.

Penataan panggung yang ditangani Iqbal Tuwasikal, baik di kanan dan kiri lebih didominasi balutan kain hitam. Sementara latar belakang panggung, didekorasi sesuai dengan cerita yang ditampilkan, yaitu balet klasik berjudul The Dream dan Vasilila.

Namun dari dua karya pendukung yang koreografinya ditangani ESoB, latar belakang lebih didominasi hutan dengan pepohonan yang meranggas. Kemudian dihadirkan bangunan dengan kayu yang sepertinya berdiri di pedesaan. Kemudian ada rumah Nenek, saat ditampilkan karya Vasilila.

Musik pengiring yang ditangani oleh Yoyok Yermilandoko, sepertinya membuat pementasan dua karya klasik itu megah, meski cerita karya itu tentang keluarga, pedesaan, bunga hingga berbagai hewan-hewan kecil yang melingkupinya.

Kemudian artistik yang ditangani Setyo “Black” Nugroho, penataan lampu oleh Sugeng Yeah dan penataan busana oleh Sandra Susilo dan Diana, sepertinya saling menunjang dan mengisi. Kostun anak-anak tampak unik dan lucu. Ada model pakain Indian dan ada yang dipadu dengan permaian kuda lumpung.

Karya yang disajikan, sepertinya juga diapresiasi secara meriah oleh para penonton, meski kebanyakan dari keluarga para penari. Mereka terlihat begitu antusias dan memberi tepuk tangan meriah, begitu sajian atau babak itu selesai.

Pentasnya ininya, Hasu atau Lotus karya Takemono yang dibawakan oleh penari ESoB yang kebanyakan senior. Karya ini, mungkin bagi penikmat balet yang didominasi keluarga, terasa “berat”. Namun ESoB yang kini dikomandani Aprillia Ekasari, mencoba menghadirkannya hingga apresiasi pecinta balet di Surabaya juga meningkat.

Sajian Hasu, jika dibandingkan dengan dua karya sebelumnya, memang beda. Awalnya, para penari yang tidak berkostum balet, tampil secara lamban namun penuh penjiwaan. Sedangkan tarian sebelumnya cenderung atraktik dan meriah. Musik yang dihadirkan juga tidak menggema megah tapi cenderung pelan, seperti sebuah ketukan berkali-kali.

Dekorasi panggung juga dibuat sederhana, kosong tanpa hadirnya latar belakang. Seperinya hanya mengandalkan permainan lampu untuk membuat suasana panggung berbeda. Gerakan yang ditampilkan, kadang serius yang menguras tenaga namun kadang lepas, bagai tubah yang tanpa daya.

Karya ini, menurut koreografernya, Takemoto saat pertemuan dengan wartawan, lebih mengangkat persoalan gerak tubuh. Baginya, menusia terdiri dari tubuh, akal dan rasa. Tubuh manusia, kata dia, layaknya ranting pohon. Dia diam menyeimbangkan pikiran dan rasa. Ketika manusia diterpa masalah, akan goyah seperti ranting yang diterpa angin.

Dunia, ujar wanita yang menggeluti tari kontemporer, karena balet dinilainya “selesai”, ibarat pohon yang terdiri banyak cabang, ranting dan daun. Pohon akan merespon alam sekelilingnya, mulai angin, terik matahari, badai, hujan dan lainnya.

Ranting satu dan lainnya juga akan saling merespon ketika ada angin yang menerjangnya. Mereka akan kuat karena kesatuan. Begitu juga manusia, ketika masalah dihadapi sendiri, terasa berat namun jika dipikul bersama akan ringan dan mudah dipecahkan.

Karya Hasu, kata Aprillia, melibatkan 22 penarinya yang terdiri 20 senior dan dua yunior. Sedangkan pementasan keseluruhan, selama dua hari, melibatkan sekitar 250 penari yang kebanyakan anak-anak.(gim)

Surabaya Post, | Senin 25/08/2008 12:45:17 |

Iklan

Satu Tanggapan

  1. good job bung….
    success sll……
    salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: