Sasatrawan Ngawi diundang ke Korea

Eksistensi sastrawan Jawa Timur semakin diperhitungkan tidak saja di tingkat nasional tetapi bahkan internasional. Hal ini dibuktikan dengan diundangnya sastrawan Ngawi, Tjahjono Widijanto, ke Korea pada bulan Desember yang akan datang. Tjahjono Widijanto diundang menjadi tamu kehormatan di Korea Selatan setelah esainya yang berjudul: Membaca Perjalanan Manusia dan Pergeseran Kosmologi Budaya Korea, berhasil menjadi pemenang II Sayembara Penulisan Esai Cerpen Korea tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Indonesia bekerjasama dengan Hankuk University, Korean Literature Translation (KLTI) dan Indonesian Culture Center Seoul (Pusat Budaya Indonesia, Seoul)

Atas keberhasilannya menyisihkan 243 naskah karya penulis, sastrawan, dosen dan pengamat sastra lainnya, Tjahjono Widijanto selain mendapatkan hadiah sejumlah uang, bersama Yuki Anggia Putra dari Universitas Indonesia sebagai pemenang I diundang untuk membawakan makalah eseainya di Hankuk University serta mengunjungi berbagai tempat penting di Korea. Dalam esainya berjudul Membaca Perjalanan Manusia dan Pergeseran Kosmologi Budaya Korea itu, Widijanto menelaah buku kumpulan cerpen pengarang-pengarang Korea dalam buku antologi cerpen Korea Laut dan Kupu-kupu dan Widijanto berhasil menunjukkan potret tragedi kemanusiaan, perjalanan budaya dan sekaligus pencapaian estetetika sastrawan Korea mulai dari generasi 1950-an, 1970-an, 1980-an, 1990-an hingga generasi 2000-an.
Dalam esainya itu secara menarik Widijanto menujukkan bagaimana terjadinya kegelisahan sastrawan Korea dalam menghadapi pergeseran kosmologi budaya Korea akibat dari perang melawan Jepang, perang Korea, akibat industrialisasi, serta pengaruh globalisasi pada sastrawan terkini di Korea. Yang menjadi daya tarik lain dari esainya ini, Widijanto mencoba memberikan bahan bandingan dengan karya sastra Jepang yang terlebih dahulu masuk di Indonesia seperti novel-novel karya Yasunari Kawabata dan Yukio Mishama serta menjukkan persamaan style dan tematik dengan beberapa pengarang-pengarang Indonesia modern.
Lomba penulisan esai tentang cerpen Korea ini diakui memiliki kesulitan tersendiri karena selama ini sastra Korea masih sangat asing di Indonesia. Dewan Juri yang terdiri dari Maman S Mahayana (Kritikus Sastra dari UI), Prof. Koh Young Hun (Hankuk University), Tommy Cristomi (Pasca Sarjana UI), Cecep Samsul Hari (sastrawan dan dosen tamu di Korea), Ahmadun YH (Sastrawan) dan Priscila F Limbon (UI), menetapkan beberapa kriteria dasar penilaian antara lain: apresiasi kualitatif, keterbacaan sebagai karya terjemahan, tingkat resepsi pembaca sebagai subyek, substansi dan kedalaman isi, tingkat pemahaman tentang sastra dan budaya Korea, serta keterbacaan dan pandangan kritis esai. Selain Juara I, II, III, juri juga memilih sepuluh esai terbaik, namun hanya pemenang I dan II yang diundang menjadi tamu kehormatan ke Korea.
Direncanakan pula semua tulisan-tulisan pemenang esai tentang sastra Korea ini akan diterbitkan oleh penerbit Gramedia sebagai sebuah buku kumpulan esai. Diharapkan dengan diterbitkannya kumpulan esai ini akan membuka cakrawala tentang sastra Korea di kalangan pembaca sastra Indonesia baik di lingkungan akademis maupun nonakademis.
Bagi kota sekecil Ngawi, diundangnya Tjahjono Widijanto sebagai duta sastra di Korea itu semestinya juga mempunyai arti tersendiri karena langsung atau tidak langsung turut mengharumkan kota Ngawi dan Jawa Timur tidak saja di tingkat Nasional tetapi di tingkat dunia. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan dan mengukuhkan bahwa kota Ngawi merupakan peta sastra Jawa Timur yang patut untuk lebih diperhatikan dan lebih diapresiasi. (*)

(kiriman release dari Tjahjono Widianto)

Iklan

5 Tanggapan

  1. Bagus,semoga bisa menjadi sumber inspirasi bagi yang muda. (khususnya pemuda ngawi)

  2. apik pakde.,.,boleh ikut ke korea ndak? skalian bagi2 ilmu gtu.,.,.,.,.,.,

  3. woooww…tidak ku sangka…ini kan guru favoritku pas SMA…cemangat pak cahyono!! semoga melahirkan karya2 yg lebih keren lagi….

  4. asKum .. guRuku yg paLing heBat !!
    ..
    waW .. pengen DunK di_aJarin jaDi sastRawan heBat _
    ..
    .. saya kaguM buaneD ma baPak ..
    saya kagag peRnah seBELum..nya di.aJaRin ma guRU seheBat anDa ..
    .. Log buLeh ,,, buAd saya jaDI LOve much saMa bahasa dan sastRa inDonesia dunK .. !! hehehe ..
    ..
    ..
    ..
    ..
    tetePh sMangaDh PaK .. tuK kiBarKan bhasa qt di_DUNIa ..
    ..
    I lovE u so much bhsa ‘n sastRa inDonesia !!

  5. wuih-wuih top bget mas kembar… bolo lawas…. mga sukses yow bosss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: