Festival Seni Pesisir Utara Dibuka

PROBOLINGGO – Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2008 se-Jatim sore kemarin (24/10) resmi dibuka. Acara yang dilangsungkan di obyek wisata Pantai Bentar, Gending Kabupaten Probolinggo itu berlangsung meriah.

Pantai Bentar padat pengunjung. Seluruh peserta festival dari 14 kota/kabupaten, menghadiri pembukaan. Wabup Salim Qurays dalam sambutannya menyatakan bahwa perkembangan zaman saat ini berjalan begitu cepat. “Oleh karena itu kegiatan seni juga tidak boleh ketinggalan zaman. Dengan kegiatan semacam ini kesenian daerah dapat terus dikembangkan,” tuturnya.

Dalam pembukaan kemarin, ditampilkan parade peserta FKPU. Delegasi masing-masing daerah diberi kesempatan untuk menampilkan sekilas tentang kesenian yang akan ditampilkan dalam FKPU nanti.

Empat daerah tampil bergiliran mulai kemarin hingga hari ini. Yang dapat giliran tampil kemarin adalah Kabupaten Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Sumenep. Sedangkan delegasi daerah-daerah lainnya bakal tampil hari ini mulai pukul 15.00 hingga selesai.

Dalam festival ini ditampilkan beragam kesenian. Kabupaten Probolinggo yang menjadi tuan rumah menampilkan kesenian Pang Mosek. Ini merupakan evolusi masyarakat Glipang yang mencoba tetap eksis di tengah gelora budaya.

Kota Probolinggo menampilkan pawai Jaran Bodhag. Kabupaten Pasuruan menampilkan Terbang Laro. Terbang taro terdiri dari dua tarian. Yakni tari kendayaan dan tari takruk.

Kota Pasuruan menampilkan tari Nempeh Beras. Karya tari ini diungkapkan dengan ceria, gembira, genit dan enerjik. Yang memperlihatkan gadis-gadis remaja sedang nempeh beras dengan tampah.

Kabupaten Situbondo menampilkan Pohjian. Pohjian bermakna pujian, memuliakan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Kabupaten Sidoarjo menampilkan “Pengantin Putri Jenggolo”. Kesenian ini merupakan upaya penggalian dan pelestarian adapt perkawinan Sidoarjo yang berorientasi pada kebudayaan Hindu dan Jawa.

Selanjutnya Kota Surabaya yang memeriahkan dengan menampilkan “Prabu Panji Hanonton”. Kesenian ini merupakan sindiran atas suasana saat ini. Kesenian ini dikemas dalam gerak pantomim. (mie)

radar bromo, Sabtu, 25 Oktober 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: