FKPU Mengandung Nilai Pendidikan

Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim, Dr Rasiyo, MSi mengemukakan bahwa Fetival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) yang digelar Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) juga mengandung nilai pendidikan.

“Kesenian tradisi itu mengandung nilai-nilai hidup yang hingga kini masih aktual untuk diteladani oleh anak-anak dalam menapaki masa depan,” katanya dalam sabutan tertulis yang dibacakan Kepala TBJT, Drs Pribadi Agus Santoso pada pembukaan FKPU di Probolinggo, Jumat sore.

Selain itu, katanya, festival kesenian semacam ini juga akan memberi wawasan serta berbagi pengalaman antara sesama seniman yang tampil. Para seniman tradisi diharapkan bertambah semangat untuk mempertahankan keseniannya.

“Meskipun demikian, upaya mempertahankan seni tradisi ini perlu sinergitas antara seniman dengan pemerintah daerah setempat. Pada akhirnya, pengembangan kesenian itu diharapkan juga memberikan kontribusi bagi perkembangan seni di Jatim maupun nasional,” katanya.

Pada kesempatan itu, Rasiyo juga mengemukakan bahwa perkembangan kesenian tradisi di Indonesia belum begitu menggembirakan, tak terkecuali di Jawa Timur. Karena itu diperlukan adanya upaya kreatif yang memberi ruang ekspresi agar seni tradisi bisa tampil dan dikenal di masyarakat luas.

“Upaya pelestarian kesenian tradisi seperti ini perlu terus dikembangkan di setiap daerah. FKPU merupakan sebuah langkah positif karena dapat diketahui sejauh mana perkembangan kehidupan seni tradisi pesisir di Jatim,” katanya.

Sementara Pribadi Agus Santoso mengemukakan bahwa lewat FKPU diharapkan dapat mendorong pemberdayaan kesenian tradisional serta tumbuhnya produk karya seni lainnya yang dapat memperkaya kesenian di Jatim.

Pada festival itu tampil sejumalh kesenian daerah, seperti, “Rojangan Agoyang” yang merupakan kolaborasi seniman dari tujuh kecamatan di Probolinggo. Selain itu ada kesenian “Pang Mosek”, “Jarang Bodag”, ludruk darama, campursari, terbang Laro, tari “Nampeh Beras”, “Pojian”, kentrung dan lainnya.

Festival tahunan yang tahun ini memasuki tahun kedua diikuti 14 daerah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Gresik, Pasuruan, Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Pamekasan, Bangkalan, Lamongan, Sampang, Kota Pasuruan, Surabaya dan Kota Probolinggo.

Masuki M. Astro
antarajatim, Jumat, 24 Okt 2008 18:09:20

Iklan

Satu Tanggapan

  1. musikwissenschaft indonesian art institute of the Art

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: