Hak Cipta Jadi Ancaman Kesenian Tradisi

Surabaya – Pengamat kesenian tradisi, Henri Nurcahyo mengemukakan, munculnya hak cipta sebagai pengakuan atas kepemilikan kesenian justru bisa menjadi ancaman bagi kesenian tradisi. “Hak cipta itu lebih berpihak kepada yang berkuasa, yang lebih punya uang dan lebih pintar serta yang mengurus lebih dahulu,” katanya pada diskusi database kesenian Jatim di kampus Unair, Surabaya, Kamis.

Pada diskusi yang juga menghadirkan pembicara, Aribowo (Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair) dan seniman Saiful Hajar itu, Henri mengemukakan bahwa hak cipta tidak menyelesaikan masalah dalam pelestarian kesenian.

Ia megemukakan, dengan adanya hak cipta, banyak kesenian tradisi Indonesia yang kemudian diakui oleh negara lain karena mereka mengurusnya lebih dulu. Hal itu terutama terjadi pada jenis kesenian yang memiliki nilai jual tinggi.

“Ada desain kerajinan di Bali yang diakui luar negeri. Bahkan saya juga dengar desain kursi dari Jepara juga diakui oleh Cina sehingga ekspor kursi ke egeri itu dari Jepara ditolak karena desainnya dianggap menjiplak, padahal itu asli dari Jepara,” ujar pengelola web brangwetan itu.

Anggota pleno Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) itu mengemukakan bahwa di dalam negeri sendiri, masalah hak cipta itu juga potensial menimbulkan masalah, yakni konflik horizontal antardaerah.

“Banyak kesenian tradisi yang tumbuh subur justru bukan di tempat asli kesenian itu. Contohnya ludruk yang dulu banyak di Surabaya kini justru subur di Jombang. Atau Tayub yang intensif dilestarikan oleh pemerintah daerah di Nganjuk. Kalau Nganjuk mengurus hak cipta Tayub, bukan tidak mungkin daerah lain akan mempersoalkan,” ujarnya.

Karea itu, katanya, maka dibutuhkan database kesenian tradisi yang dari data itu akan memberikan legitimasi faktual terhadap kekayaan keseian di Jatim. Legitimasi faktual itu adalah lngkah minimal yang harus dilakukan, lengkap dengan foto, video dan diskripsi mengenai kesenian itu.

“Sejak adanya kasus Reyog diakui Malaysia, sekarang banyak yang berupaya melakukan pendataan atau semacam wikepdeianya seni budaya Indonesia. Melalui brangweta, saya berupaya mengumpulkan data-data kesenian yang saya ambil dari berbagai sumber, khususnya berita dari berbagai media,” katanya.

Masuki M. Astro
antarajatim,

Kamis, 30 Okt 2008 13:39:41
Iklan

Satu Tanggapan

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://seni-budaya.infogue.com/hak_cipta_jadi_ancaman_kesenian_tradisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: