Budi Darmawan: Nyetir untuk Mempertahankan Refleks

Selain fotografer, Budi Darmawan juga memiliki hobi lain, yakni mobil kuno. Hobi itu tidak murni dari dirinya. Namun, dia tertular sang istri Oentari, 60. Dia mulai menggeluti mobil kuno pada 1988. “Ada seni tersendiri tentang mobil kuno,” kata pemilik percetakan Granada Offset tersebut.

Salah satunya adalah berburu spare part di pasar loak. Saat itu, juga tidak mudah mendapatkan onderdil yang diinginkan. Apalagi, menurut dia, mendapatkan harga yang murah adalah suatu kepuasan tersendiri. “Itu seninya. Kalau sekarang, beda,” ucapnya.

Dengan kemajuan teknologi informasi, internet, pemilik motor kuno bisa surfing ke situs-situs pabrikan asal mobil. Biasanya, pabrikan itu menyediakan onderdil-onderdil yang diinginkan kolektor. “Sekarang tinggal klik dan melihat kemampuan dompet kita. Sebab, harga onderdil juga mahal,” ujarnya.

Koleksi mobil Budi sekarang tinggal tiga buah. Salah satunya, Opel Capitan 1955. Kakek satu cucu tersebut mengungkapkan bahwa jumlah koleksinya menurun. Sebelumnya, sekitar akhir 1990-an, dia masih memiliki sepuluh mobil kuno. “Sekarang cari mobil kuno sangat susah karena jumlahnya terbatas. Itu membuat harganya tinggi. Beda kalau pada akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Stock-nya banyak. Kalau membeli seperti besi kiloan, sangat murah,” tuturnya.

Alasan lain pemilik kamera Canon 40D dan 450D itu mulai mengurangi koleksi mobil adalah kesibukannya di dunia fotografi. Sebab, kegiatan traveling sering berbenturan dengan berburu objek foto. “Dulu kami sekeluarga sering ikut acara perkumpulan pemilik mobil kuno untuk jalan-jalan. Kegiatannya setahun sekali. Terakhir, saya ikut jalan bareng pada 1995. Setelah itu, jadwalnya sering berbenturan dengan agenda hunting foto,” terang pria yang sekarang sehari-sehari mengendarai sedan Mitsubishi Galant 1994 tersebut.

“Menyetir berguna untuk melatih refleks. Ini sangat penting untuk fotografi guna mengambil momentum-momentum yang penting yang jarang terulang,” tandas Budi yang masih mampu mengendarai mobil sendiri dari Surabaya ke Bali.(dio/tia)

Jawa Pos, [ Kamis, 30 Oktober 2008 ]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: