Buktikan Gudang Pelukis Realis

Elizabeth menikmati lukisan berjudul Kalahnya Idealisme karya Jarwoko. SANDHI NURHARTANTO/RADAR SURABAYA

SUDUT LUKISAN: Elizabeth menikmati lukisan berjudul Kalahnya Idealisme karya Jarwoko. SANDHI NURHARTANTO/RADAR SURABAYA

Menutup 2008, Orasis Art Gallery menggelar pameran bertajuk Of No Value. Pameran kali kelima ini dikemas istimewa karena melibatkan 20 pelukis yang rata-rata berekspresi realis.

NOFILAWATI ANISA

nofilawatianisa@yahoo.co.id

SURABAYA-Ada 20 pelukis yang dilibatkan di pameran yang dibuka nanti malam oleh pecinta seni, Henky Kurniawan, dan performance art oleh Ilham J Baday tersebut. Dari 20 pelukis itu, 12 di antaranya anggota Komunitas Matra dan sisanya (delapan pelukis) adalah perupa undangan.

Ke-12 pelukis Komunitas Matra yang dilibatkan adalah Andi Prayitno, Choirudin, Dodik Hartono, Eko Setiawan, Erwin Budianto, Gusar Suryanto, Herja Suwandra, Iwan Yusuf, Jarwoko, Joko Prayogo, Ruslan, dan Syamsul Abidin. Sedangkan delapan perupa undangan adalah Anwar, Ferisal, Mierza Said, M Rizky, Mulyo Gunarso, Romdhon Hamdani, Romy Setiawan, dan Suwandi.

Karena kombinasi inilah, pameran yang digelar hingga 5 Desember itu juga dijuluki Matra and Friend’s, yang berarti pameran pelukis Komunitas Matra bersama teman-teman mereka. Setiap pelukis masing-masing memamerkan dua karyan, sehingga ada 40 karya yang dipamerkan di galeri di Jl HR Muhammad itu. Kesamaan dari perupa ini adalah mayoritas teknik yang digunakan adalah realis.

Owner Orasis Art Gallery, Elizabeth Y Yuliawati, menjelaskan, bila Kota Kembang Bandung banyak menyimpan perupa aliran abstrak, maka Jawa Timur (Surabaya) jamak disebut sebagai gudang pelukis realis. Nah, pameran kali ini sebagai bentuk penghargaan kepada pelukis-pelukis

tersebut. ’’Kami ingin menunjukkan ke masyarakat luas bahwa Jawa Timur ini gudang pelukis realis,’’ ujar Elizabeth, kemarin.

Sebagian besar dari 20 pelukis yang berpartisipasi kali, kata Elizabeth, masih berusia muda. Usia mereka rata-rata tak lebih dari 35 tahun. ’’Kelebihan lain, mayoritas Komunitas Matra mampu melukis secara otodidak. Mereka bukan produk pendidikan formal maupun sekolah seni rupa tertentu,’’ ungkap wanita cantik ini.

Salah satu pelukis otodidak yang karyanya sangat menggugah adalah Jarwoko. Pelukis 26 tahun asli Banyuwangi—kini menetap di Surabaya—ini memamerkan dua karya terbarunya yang berjudul Kalahnya Idealisme dan Hanya Pekerja Seni. Dua karya ini mengangkat tema yang mirip.

’’Terus terang saya menyindir teman-teman yang sekarang sudah tidak idealis lagi dalam berkarya,’’ tegas finalis Kompetisi Pelukis Muda Jawa Timur Bang Wetan 2008 ini. Karya-karya

lain yang dipamerkan, antara lain, Euforia #2 karya Herja Suwendra, Mahkota Sejati (Iwan Yusuf), Mutation (Ferisal), dan Head to Head (Gusar Suryanto). (*)

Radar Surabaya, 25 November 2008

Iklan

2 Tanggapan

  1. bagaimana caranya bergabung
    031-7119 0069

  2. Sukses trus …., forward for artists, friends of East Java ..!
    Work for the nation ….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: