Rindu Ugo untuk Yang Sepele

MUHAMMAD ROFIQ/RADAR SURABAYA

DUET: Dua di antara beberapa karya Hari Prajitno yang dipajang di Emmitan Contemporary Art Gallery. Foto: MUHAMMAD ROFIQ/RADAR SURABAYA

SURABAYA-Dua teman lama, Ugo Untoro dan Hari Prajitno, bertemu dalam sebuah pameran. Untuk pameran duet pertama mereka itu, kedua seniman lulusan ISI Jogjakarta ini mengambil tajuk Arus-Arus Terpecil, hingga 5 Januari di Emmitan Contemporary Art Gallery, Jl Wali Kota Mustajab.

Meski dikenal sebagai pelukis, kali ini Ugo tak membawa lukisan-lukisannya. Peraih penghargaan Philip Morris Art Award 1994 ini memilih memamerkan enam seni instalasi dan lima video art. Sengaja begitu karena ia mengaku bosan tampil dalam pameran lukisan. Bahkan, untuk video art, inilah media baru bagi seniman kelahiran Purbalingga itu. Video art bertajuk I Miss You ini menjadi cara Ugo untuk mengungkapkan rasa rindunya merasakan hal-hal yang sepele. ’’Saya ingin merasakan hal-hal yang kecil di sekitar saya,’’ katanya.

Rindu memang tertuang dalam I Miss You 1-6. Ia menggarapnya dalam bentuk tangga dari bambu, epoksi, dan cat mobil. Bukan tangga lazimnya yang berbentuk lurus dan terdiri atas beberapa anak tangga. Ada yang bercabang, melengkung, dan memiliki anak tangga yang tidak sempurna.

Salah satunya terbuat dari bamboo sepanjang 15 meter. Tangga-tangga bambu itu sudah menyapa pengunjung yang mengunjungi Emmitan karena ia menempatkannya sejak di halaman galeri, di pintu masuk, hingga ke dalam ruangan. Bahkan, tangga dalam I Miss You 4 digantung menyamping hingga menembus ruangan galeri. Itulah simbol naik dan turun. ’’Dengan tangga, kita bias naik melihat dari atas, lalu kita bias turun merasakan apa yang ada di bawah,’’ jelasnya.

Dalam video art, Ugo menampilkannya di layar televisi model lama 21 inchi dan dua buah proyeltor LCD. Pelaku di video tersebut adalah Ugo sendiri.

Menggunakan media mini DV, video I Miss You 7-11 itu memiliki durasi unlimited loop atau terus menyambung). Dalam pameran yang dikuratori Hendro Wiyanto ini, Hari juga membuat

instalasi berjudul Pesakitan 2. Bertahan ilalang, bamboo, dan lampu, instalasinya berbentuk seperti kepompong. Permukaannya terdiri atas batang-batang bambu yang menancap keluar.

Di dalamnya di pasang lampu. Selain itu, Hari memamerkan lima karya lukis astraknya dan delapan gambar drawing. Tentang pameran bersama Ugo, Hari mengaku antusias. ’’Senang sekali bisa bertemu dan pameran bersama dengan Ugo. Terakhir kali kami pameran bareng pada 1998,’’ tutur adosen STKW ini. (het)

Radar Surabaya, 3 Januari 2009

Satu Tanggapan

  1. Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP Nomor Urut 5 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Salam Hangat buat Keluarga Anda
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: