Menguak 40 Warna Molek Anthurium

Aksi Nana Tomy melukis on the spot di Atrium Rainbow BG Junction, kemarin. (SANDHI NURHARTANTO/RADAR SURABAYA)

KENES: Aksi Nana Tomy melukis on the spot di Atrium Rainbow BG Junction, kemarin. (SANDHI NURHARTANTO/RADAR SURABAYA)

Keindahan beragam flora menjadi objek utama Nana Tomy dalam melukis. Kemarin, saat didapuk melukis on the spot di Atrium Rainbow BG Junction, perempuan baya ini memilih menguak rahasia 40 warna kemolekan daun

anthurium.

NOFILAWATI ANISA

nofilawatianisa@yahoo.co.id

SURABAYA-Sudah sejam lebih jari-jemari Nana Tomy menari-nari gemulai di sebuah kanvas putih ukuran 50 x 40 cm. Meski sudah lumayan lama, tapi gambar di kanvas itu tak kunjung jadi.

Baru bagian-bagian pinggirnya yang sudah berbentuk. Tapi meski belum sempurna, gambar di kanvas itu sudah mulai terlihat bentuknya.

Lembaran-lembaran daun anthurium sedang memamerkan keindahan helainya. ’’Daun anthurium itu ternyata punya 40 macam warna. Saya akan tunjukkan semua warna itu di lukisan ini. Saking banyaknya, saya sampai bingung mencampur warna catnya,” seloroh Nana Tomy.

Kemarin, di sela pameran bertajuk Pameran Lukisan Koleksi yang digeber di Atrium Rainbow BG Junction, Nono Karyono, penyelanggara acara, mengajak lima koleganya melukis di tempat (on the spot). Selain Nono Karyono dan Nana Tomy, empat pelukis lain yang digandeng adalah HM Ketut Sugama, Evi Soehartono, Ovi Noviaridian, dan Adi Wiyana.

Nana Tomy mengaku belum punya jam terbang tinggi di dunia seni rupa. Baru beberapa tahun

terakhir ini, perempuan yang selalu berkerpus ini coba-coba menggoreskan kuas di kanvas.

Kendati belum lama, tapi lukisan Nana Tomy tak kalah dari karya pelukis lain yang sudah bertahun-tahun menggeluti dunia ini.

’’Lukisannya sudah berkarakter,” komentar Nono Karyono tentang karya temannya itu. Nana Tomy bercerita bahwa melukis adalah bagian dari caranya untuk mencari kepuasan batin. Objek bunga pun dipilih sebagai ciri khasnya. ’’Bunga itu seperti perempuan. Sama-sama indah dan selalu memberikan keindahan pada orang lain,’’ ujarnya berfalsafah.

Karena demi sebuah kepuasan batin, gaya melukis Nana Tomy pun sangat berbeda dari pelukis-pelukis lain. Dia terlihat tak ngoyo untuk berkarya. ’’Tadi, cukup lama bikinnya karena banyak telepon maupun SMS yang terpaksa harus saja balas,” jawabnya enteng sambil kembali meneruskan lukisannya.

Kembali ke anthurium. Nana mengaku sudah lama punya hasrat memindahkan kemolekan daun-daun anthurium ke kanvas. Tapi, keinginan itu tak kunjung terlaksana karena belum menemukan keistimewaan tanaman mahal tersebut.

”Sekarang sudah terlaksana, karena saya sudah bertemu keistimewaan anthurium. Ya itu tadi,

warna daunnya bisa 40 macam,’’ tandasnya sambil geleng-geleng. Ditambahkan Nana, selama ini dia lebih cenderung memilih objek kelopak bunga. Mawar atau rose merah menyala adalah kesukaannya. ’’Warna cerah sangat memengaruhi karya-karya saya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: