Tugas Akhir, Garap Ludruk

SURABAYA – Bagaimana jika mahasiswa berkolaborasi dengan seniman ludruk? Inilah yang terjadi di panggung ludruk Irama Budaya di Pulo Wonokromo, tadi malam (27/1). Acara itu merupakan bagian dari tugas akhir Indra Kurniawan, mahasiswa ITS.

Indra mengawinkan peludruk Irama Budaya dengan mahasiswa Paguyuban Karawitan Sastra Jendra (Pakar Sajen) Fakultas Ilmu Budaya Unair. Iwan ingin membuktikan bahwa mahasiswa juga bisa ngludruk dan tak semua generasi muda tak peduli seni tradisional. “Unik aja. Mahasiswa kolaborasi dengan seniman ludruk,” ujarnya.

Ludruk kolaborasi itu menampilkan lakon “Balada Waria Muda”, naskah dari Irama Budaya, dengan total pemain 15 orang. Tiga pemain dari mahasiswa Unair dan sisanya peludruk Irama Budaya. Lakon itu menceritakan kisah hidup waria muda bernama Soleh yang diperankan Soleh, dalang waria dari Irama Budaya.

Soleh yang cintanya ditolak Rudi, teman prianya, depresi hingga minggat ke kota menjadi tandhak (penari). Soleh mengubah namanya menjadi Solehah dan berhasil meningkatkan taraf hidup bapak ibunya di desa.

Selama pagelaran, penonton dihibur dengan guyonan-guyonan khas Surabaya yang ceplas-ceplos. Pementasan itu dipadati penonton yang mayoritas mahasiswa FIB Unair.

Joko, mahasiswa Sastra Indonesia FIB Uniar yang ikut bermain mengaku mendapat pelajaran berharga. Latihannya cuma dua hari. Namun dia dan kawan-kawannya tak menemukan kendala selama pentas. “Kostum disediakan Irama Budaya,” ujarnya.mgk3

Surabaya Post, Rabu, 28 Januari 2009 | 12:11 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: