Profesor Ludruk Ketua DKKM

PENDAPA – Setelah vakum selama satu tahun, akhirnya Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) mempunyai nakhoda baru. Dalam musyawarah luar biasa di pendapa kemarin, Prof. Dr Henri Supriyanto terpilih sebagai ketua DKKM periode 2009-2013.

Laki-laki yang dikenal sebagai profesor ludruk tersebut menyisihkan dua pesaingnya, yakni Soleh Adi Purnomo (Mbah Soleh) dan Mujono. Henri meraih 16 suara, Mbah Soleh 8 suara, dan 2 delegasi memilih Mujono.

Setelah terpilih, Henri berjanji membenahi organisasi DKKM yang selama ini dia nilai kurang terkoordinir. Menurut dia, di kabupaten banyak sekali potensi seni budayanya, tetapi masih belum tergarap secara maksimal. “Langkah pertama saya adalah melakukan pendataan jumlah kesenian dan jumlah seniman di kabupaten,” kata dosen Fakultas Bahasa dan Seni Unesa Surabaya ini.

Menurut Ketua Tayasan Tan Tular Malang ini, persoalan yang selama ini membelit dunia seni di kabupaten adalah soal pengorganisasian yang lemah. Akibatnya potensi yang besar dari para seniman kurang bisa dinikmati masyarakat. Padahal, banyak juga seniman kabupaten ini yang pernah melakukan pameran atau pertunjukan hingga di luar negeri. “Kami mengajak para seniman untuk berkarya dan berkarya,” terangnya.

Bagaimana soal fasilitas berkesenian? Soal ini dia menilai bukan hal yang terpenting. Dia yakin, jika para seniman itu sudah berkarya dan diakui, maka pemerintah juga tidak akan keberatan membangunkan gedung untuk pentas atau gedung pameran. “Malahan cita-cita kami ingin punya seperti Taman Ismail Marzuki,” katanya.

Ketua Panitia Musyawarah Luar Biasa, Sunari, dalam sambutannya mengatakan, sebenarnya tahun lalu sudah terpilih ketua DKKM. Namun, dalam perjalanannya bupati tidak memberikan SK. Bupati menginginkan yang menjadi ketua DKKM adalah orang yang memiliki latar belakang atau kiprah nyata terhadap dunia seni. “Kami berharap dengan selesainya musyawarah luar biasa ini, penataan DKKM juga segera bisa diperbaiki. Dengan begitu dunia kesenian kabupaten lekas bergairah,” kata dia. Sedangkan dalam kesempatan kemarin juga ditampilkan Tari Topeng Malangan. lid/ziz)

Radar Malang, Senin, 16 Februari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: