Terbentuk Kelompok Pekerja Seni Pecinta Sejarah (KPSPS) Mojokerto

kpsps-mjkInformasi tentang dugaan perusakan situs Majapahit kembali memantik beragam kalangan untuk mendatangi lokasi situs di Trowulan Kabupaten Mojokerto. Teramsuk civitas akademika Universitas Ciputra Surabaya. Padahal selama ini universitas ini lebih dikenal sebagai universitas entrepreneur.
Matahari yang mulai meninggi di Trowulan Senin lalu. Rombongan dari Universitas Ciputra pun menginjakkan kaki di halaman kediaman perajin patung Ribut Sumiyono. Di dalam rumah yang dikenal sebagai Padepokan Selo Adji tersebut sudah hadir para seniman, budayawan lain di Mojokerto yang siap menyambut para tamu. Tujuannya satu, berdiskusi tentang upaya pelestarian dan perlindungan benda-benda bersejarah.

Mereka yang datang ini tergaung dalam sebuah komunitas Kelompok Pekerja Seni Pecinta Sejarah (KPSPS). Kelompok ini dimotori oleh pelukis Jansen Jasien asal Krian dan Rully Anwar jurnalis radio Suara Surabaya. Para seniman dan dosen ini memutuskan untuk membentuk perwakilan di Mojokerto. Freddy H Istanto, Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Ciputra Surabaya meresmikan terbentuknya Kelompok Pekerja Seni Pecinta Sejarah (KPSPS) Perwakilan Mojokerto.
Tidak hanya Freddy yang datang. Tetapi, Chairman Surabaya Heritage ini juga mengajak beberapa dosen Universitas Ciputra Surabaya antara lain Bapak Yohanes, Direktur Program; Bapak Eko, Ibu Ir Jean Francois Poillot, Ir L Maureen Nuradhi, Ibu Ida dan Alwi Sjaaf, peneliti dari Jakarta.
Soft launching berjalan santai, guyub. Jagongan santai pun memunculkan ide-ide segar. Rully Anwar mengatakan bahwa terbentuknya KPSPS bermula dari minat yang sama pada sejarah. Jansen Jasien, kelahiran Gresik, 15 april 1974, didapuk sebagai ketua KPSPS Surabaya. Lewat beberapa kali pameran tunggal Jansen Jasien semisal Bingkai Sejarah RSU Dr Soetomo dari Simpang ke Karangmenjangan (2007), Tandjoeng Perak Tepi Laoet di Graha Pena Surabaya (2008), The History of My Life(2008) dan pameran sketsa Soerabaya di Oedjoeng Doepa di House of Sampoerna (2009), keduanya bertemu dengan pelukis dan pematung Mojokerto, antara lain Hadi Sucipto, Nanang, Ribut Sumiyono.Dari perbincangan santai itulah muncul gagasan untuk membentuk KPSPS Mojokerto.
Jansen Jasien berharap kepengurusan KPSPS Mojokerto nantinya akan berjalan dengan baik dan membawa barokah.
Pak Yo, panggilan akrab Yohannes, selaku Diretur Program Universitas Ciputra Surabaya mengutarakan bahwa saat ini industri kreatif menjadi tren. Pada dasarnya secara pribadi maupun lembaga dapat menghasilkan entreprenur.Kalau seniman mengetahui apa yang diinginkan market tentu menarik. Ketika berkunjung ke Amerika Serikat, ada museum yang menjual replika patung patung yang menjadi koleksi museum di Amerika. Bentuknya kecil dan halus sehingga dapat dijual dengan harga mahal.

Setelah diskusi, Pak Yohanes dan tim Universitas Ciputra Surabaya melanjutkan kunjungan ke beberapa candi dan situs di Trowulan, sementara para pelukis membuat sket di sekitar Padepokan Selo Adji.

Program kerja KPSPS Mojokerto tahun ini adalah mengadakan pameran seni rupa merespon Majapahit. Diskusi santai diikuti 14 peserta berjalan hangat dan penuh guyonan saat mencari kalimat yang akan dipakai sebagai judul pameran. Terkumpul 10 usulan : Wayahing Majapahit, Ribut ing Majapahit, Goro Goro Majapahit, Nglangut ing Majapahit, Majapahit oh Majapahit, Imajinasi (Memori) Majapahit, Pesan dari Majapahit, Situs yang bergerak, Lost in Majapahit dan Retro of Majapahit.
Secara aklamasi peserta memilih Lost in Majapahit sebagai judul pameran bersama yang akan digelar Oktober 2009 di Galeri House of Sampoerna (Surabaya) dan Padepokan Selo Adji (Trowulan).
Pameran akan diikuti perupa dari Semarang, Surabaya, Mojokerto, Lamongan. Mereka adalah: Ribut Sumiyono, Hadi Sucipto, Nanang, Samijan, Muchisun, Nanang Moeny, Joni Ramlan,Nurel Javissyarqi, Jansen Jasien, Hardono, Dukan Wahyudi, Jarwoko, Hari Yong, Iwan Elastis Desain, Andi Prayitno, Sugeng Hariyanto, Saiful Hadjar, Jenny Lee, Peter Wang, Auli Kastari, Asep Leoka.
Peserta bebas mengekspresikan kesan-kesannya pada Majapahit lewat media lukis, sketsa, patung fotografi, instalasi.Untuk membantu mengarahkan tema pameran, Fahrudin Nasrulloh akan membuat esai pengantar pameran.

Program lain yang sedang digagas adalah memberikan penghargaan kepada sejumlah juru kunci candi/situs yang selama ini masih belum mendapatkan penghargaan yang layak atas dedikasinya selama ini.

Susunan pengurus KPSPS Mojokerto selengkapnya adalah Ribut Sumiyono (Ketua), Hadi Sucipto (Wakil Ketua), Abdul Malik (Sekretaris), Nanang (Bendahara). (in)

(Dimuat Harian Radar Mojokerto, Minggu, 22 Februari 2009 halaman 27)

NB:
Alamat Kelompok Pekerja Seni Pecinta Sejarah (KPSPS) Mojokerto
d.a.
Ribut Sumiyono, (Ketua)
Jl.Raya Jatisumber Desa Jatisumber 11, Desa Watesumpak,
Kecamatan Trowulan,
Kabupaten Mojokerto
Jawa Timur
Telp/fax 0321- 496171
Hp 081 232 79 716
Email: ribut.sumiyono@gmail.com ( silakan mampir di facebook….)
http://seloadji.multiply.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: