14 Alumni Unesa Pameran Lukisan ‘Indonesia Baru’

Surabaya – Sebanyak 14 alumni Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memamerkan karya lukisan berjudul “Indonesia Baru” di Galeri House of Sampoerna (HoS) Surabaya, 5 Maret hingga 5 April 2009.

Ketua panitia pameran, Arik S. Wartono di Surabaya, Selasa menjelaskan, para alumni Unesa angkatan 1993 itu kini tidak berprofesi sebagai pelukis, melainkan sebagai guru, pengusaha periklanan, percetakan, tanaman hias bahkan usaha makanan.

“Kami ingin membuktikan bahwa meskipun tidak memilih jalan sebagai pelukis, kami tetap menghasilkan karya yang berkualitas. Ini juga merupakan ajang reuni setelah lulus dari bangku kuliah sekitar 10 tahun lalu,” katanya.

Dengan mengusung tema “Indonesia Baru”, katanya, mereka menampilkan intepretasi mereka tentang Indonesia masa depan lewat 45 karya. Interpretasi itu bisa berupa kekhawatiran, kebahagiaan maupun harapan.

“Ini juga merupakan momentum untuk melihat kembali perjalanan masa lalu di mana harapan dan perjuangan telah dibangun dengan susah payah untuk membentuk masa depan. Karena itu hal-hal yang baik perlu dibangkitkan kembali,” katanya.

Bagi mereka, katanya, berkesenian merupakan wahana untuk menyatukan perbedaan, pikiran, perasaan serta sebagai upaya untuk menghaluskan akal budi dan perasaan.

Pada pameran itu, mereka juga menampilkan keahliannya di hadapan pengunjung selama pameran berlangsung. Sementara separuh dari penjualan lukisan akan mereka disumbangkan ke panti asuhan di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Ke-14 alumni Unesa yang berpameran itu adalah, Andi Arifianto, Arif Setyawan, Aris Ali Akbar, Endah Purwaningsih, Heri Susanto, Ismiatun, Khoirul Umam, Sukhanan, Tri Linggowati, Vergianto Yudi SU, Ari S Wartono, Yanu Irwan P, Yuniarti dan almarhum Muh. Zaenuri.

“Ketika dalam kondisi sakit, Zaenuri telah menghasilkan beberapa karya yang memang diinginkan untuk dipamerkan bersama kawan-kawan alumni. Semangat almarhum itulah yang mendorong ke-13 teman-teman lainnya untuk menggelar pameran,” katanya.

Sementara Manajer Pemasaran HoS, Rani Anggraini menambahkan bahwa pengunjung tidak hanya bisa menikmati pameran lukisan, melainkan juga suguhan lain di dalam gedung tua yang juga berfungsi sebagai museum itu.

“HoS juga mengajak pengunjung untuk mengetahui sejarah perjalanan Sampoerna dalam membesarkan perusahaan. Selain itu pengunjung juga bisa bersantai bersama dan keluarga di kafe,” katanya.

Masuki M. Astro
antarajatim, Selasa, 03 Mar 2009 18:46:22

5 Tanggapan

  1. mantap abezzzzzzzzzzzzzzzz,,,,

  2. aku pengen bgt jd pelukis, tp g punya biaya sendiri buat sekolah. sekarang aja kuliah krn dibiayain ma pemda,, sebenernya g minat ma kuliah yg ky begitu. aku pengen jd PELUKIS, adakah yg bisa membantuku???

  3. anda posisi dimana? di sidoarjo ada sanggar lukis gratis. kalo enggak, bisa magang dengan pelukis yang sudah jadi. atau bisa bergabung dengan sanggar

  4. wah jadi pengen ikut bila ada kesempatan,kabari di fb.Om,thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: