Ludruk Masih Penuh Keprihatinan

SURABAYA – Membicarakan ludruk seolah-olah seperti memutar lagu-lagu lama. Iramanya sama, nyaris tak ada perubahan. Itu pula yang terasa pada workshop di gedung Cak Durasim, kompleks Taman Budaya Jawa Timur, kemarin (31/3). Dalam sesi diskusi, lagi-lagi, para seniman mengungkapkan keprihatinan soal ludruk yang seakan terus tenggelam ditelan modernisasi.

Para seniman yang jadi narasumber kemarin adalah Luhur Kayungga (sutradara teater Api), Tri Broto Wibisono (ketua UPTD Taman Hiburan Rakyat sekaligus koreografer dan pembina tari Jawa Timur), dan Kancil Soetikno (seniman ludruk RRI). Dalam sesi diskusi, mereka presentasi opini tentang ludruk.

Kancil menceritakan pengalaman ngludruk di masa jayanya. Kancil juga memberikan saran bagi para juniornya agar menguasai medan panggung. Mereka harus paham situasi lingkungan. ”Maka, harus rajin-rajin baca koran seperti yang sering saya lakukan,” ujarnya.

Tri Broto menyentil pengemasan ludruk. Menurut dia, para pemain harus lebih variatif dalam mencari alternatif yang dapat diterapkan dalam melaksanakan strategi pengembangan aksi di atas panggung. Luhur memaparkan realitas di lapangan. Para penikmat ludruk di Surabaya cenderung kecil.

Para peserta workshop itu terdiri atas beberapa kelompok ludruk dan siswa dari beberapa sekolah di Surabaya. Di antaranya, SMKN 9, SMAN 5, dan SMA Barunawati. Perwakilan kelompok ludruk mengeluhkan sepinya penonton sehingga keberlangsungan hidup mereka terancam. Setelah melalui diskusi panjang, beberapa saran pun muncul. Di antaranya, untuk menggapai pasar, para pemain harus pandai mempelajari selera masyarakat. (ika/dos)

Jawa Pos, [ Rabu, 01 April 2009 ]

Iklan

Satu Tanggapan

  1. dukung kesenian indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: