LKL Memberi Semangat Budayawan yang Sakit

Sejumlah aktivis LKL ( Lembaga Kebudayaan Lamongan ),antara lain Haris Asito,Viddy AD Daery,Nur Rozuqi,Rochim, Ashari dan Zarkoni , Kamis 30 April 2009 mengunjungi sastrawan budayawan Gembong Babat , Kasihady Ibnul Jauhary yang sedang tertimpa musibah sakit kanker kelenjar getah bening stadium 3, di rumahnya jalan raya Gembong Babat.

Ditemani oleh Is Nasyiatul Aisyiyah, isterinya yang juga berprofesi guru sekaligus sastrawati, ,Kasihady merasa amat terharu dan bahagia karena dikunjungi oleh teman-teman seprofesi dan satu visi misi . “Semangat saya bangkit kembali,dan saya akan terus menulis dan berkarya,karena disemangati oleh teman-teman LKL” kata Kasihady yang menulis naskah drama,buku cerita anak dan kumpulan puisi.

Sedang Is yang juga banyak menulis novel anak-anak dan banyak diantaranya memenangkan lomba novel tingkat nasional dengan terharu menyatakan, bahwa “Kunjungan semacam ini sangat jarang terjadi dari kolega maupun sesama rekan seniman budayawan.Baru pada era LKL inilah kami dikunjungi ramai-ramai dalam suasana yang hangat dan guyub”, kata Is.Lalu ditambahkannya dengan do’a “ Ya Allah Dzat yang Maha Pembalas,kepadaMu aku memohon : muliakanlah saudara-saudaraku yang telah berbuat mulia kepadaku.Amin” do’anya yang membuat semua jadi terharu dan menitikkan air mata.

Viddy AD Daery,penasehat LKL menyatakan bahwa di luar negeri,misalnya di Malaysia,jika ada seniman-budayawan yang tertimpa musibah misalnya sakit keras,pasti ada lembaga pemerintah yang mengurusi.Namun karena di Indonesia belum terbiasa menghargai seniman-budayawan,maka sesama budayawanlah yang harus mengurusi seniman-budayawan yang tertimpa musibah. Paling tidak kita mendorong semangat si sakit agar tetap bersemangat berkarya,meski kondisi fisik semakin lemah.”

Haris Asito,penasehat LKL menambahkan,bahwa sesudah mengunjungi Kasihady,LKL juga akan mengunjungi seniman-budayawan Lamongan yang juga sakit keras,misalnya Izzul Hudan, pelukis kaligrafi batik yang unik dari Kebet,Lamongan yang sakit diabetes tingkat parah.

Sedang Nur Rozuqi, pelaku budaya dan staf ahli LKL menambahkan,bahwa sudah waktunya seniman dan budayawan mendapatkan perhatian yang proporsional dari pemerintah,setara dengan yang diberikannya kepada olahragawan,karena seniman-budayawan adalah asset bangsa terutama masih eksis menjaga benteng nurani dan moral. Sebagaimana Negara-negara lain seperti Jerman bangga dengan Goethe ketimbang sepakbola. Atau Belanda lebih bangga kepada Erasmus ,Rembrant dan Van Gogh ketimbang sepakbola.

Karya-karya Kasihady,yang lahir di Lamongan 13 Juni 1962,antara lain “Blong”, Juara Porseni se kab.Lamongan 1993,”Sut -Jleng”Juara Porseni se kab.Lamongan 1994,”Misteri Bora-Boma”,Juara Porseni Lamongan 1999, dan lain-lain.

Sedang novel anak-anaknya yang juara tingkat nasional,antara lain “Bila Ilalang Berbuah Padi” dan “Aksara dibalik angkara”.

Sedang karya-karya Is yang merebut gelar juara, antara lain novel anak-anak “Memetik Bintang”, “Nyanyian Asmara” dan “Musibah membawa Berkah”.

================================NUR ROZUQI
iNFORMASI LEBIH LENGKAP:
viddy 08561310996

(trims cak malik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: