Pasar Seni Rupa Jadi Alternatif

SURABAYA – Jika sebelum 1990-an para pecinta seni menimbang rasa atau makna dari hasil karya sebagai kepuasan batin, kini tidak lagi. Sebagian besar produsen seni mempertimbangkan nilai ekonomi sebagai kepuasan. ”Kini pasar adalah tujuan utama para seniman,” ucap Yusuf Susilo Hartono dalam diskusi seni rupa sebagai bagian dari ekonomi kreatif di arena Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2009, kompleks Balai Pemuda Surabaya, Rabu (6/5) malam.

Selain Pimred Majalah Visual Art Yusuf Susilo Hartono, diskusi yang dipandu Arief Santosa (Jawa Pos) itu juga menghadirkan dosen ISI Jogjakarta Suwarno Wisetrotomo. Baik Yusuf maupun Suwarno menjelaskan tentang bagaimana seni rupa kini tak bisa dihindarkan dari pasar.

Yusuf mengatakan, telah terjadi pergeseran mahkota perupa. Pada 1990-an para seniman lebih merasa bangga ketika namanya tertulis di media massa. “Ditulis di mana, siapa yang menulis, dan apa medianya, itulah yang menjadi wacana seniman sebelum 90-an,” kata Yusuf yang malam itu mengupas keterkaitan media, seni rupa, dan pasar.

Tapi hal tersebut berubah seiring tumbangnya Orde Baru yang mempunyai visi pemerataan, pertumbuhan, dan stabilitas. ”Ketika Pak Harto jatuh, maka produsen seni lebih memilih merujuk ke segi ekonomi,” katanya.

Hal itu juga dibenarkan Suwarno. Menurut kurator itu, pasar seni merupakan sebuah keniscayaan. Karena itu, mau tidak mau, seniman harus mampu menghadirkan karyanya dengan caranya sendiri-sendiri. “Bahkan menggambar objek yang laku di pasaran, itu pun sah-sah saja, wong yang bicara pasar,” katanya. (nam/ari)

Jawa Pos, Jum’at, 08 Mei 2009 ]

Satu Tanggapan

  1. Hidup seni rupa indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: