Kritik Sosial dengan Lukisan Kaca

TULUNGAGUNG-Pelukis kaca di Tulungagung masih ingin menunjukkan eksistensinya. Kemarin, sebelas karya seni digelar di galeri perdikan Jalan Raya Ploso Kandang. Karya seni ini bakal dipajang selama sebulan.

Maryoko sang pelukis kaca, mengaku karya yang ditampilkan ini, didasari kekawatiran peminat lukis kaca mulai berkurang kurang. “Untuk itu saya ingin ada regenerasi pelukis kaca,”ungkapnya.

Saat ini jumlah pelukis kaca cukup mengkhawatirkan. Kondisi berbeda dengan tahun 2003. Pada saat itu, pelukis kaca masih eksis. Bahkan, mereka membentuk sangar yang diberi nama sangar kelompok lima. Tapi kini sangar tersebut bubar dan hasil karyanya mulai diabaikan masyarakat.

Dalam pameran Muryoko, menampilkan lukisan dengan objek cerita wayang kulit. Lukisan sebanyak sebelas ini dikerjakan melalui teknik visualisasi, teknik menggubah, teknik sungging.

Di lukisa tersebut, Muryoko juga melakukan kritik sosial. Seperti terlihat pada lukisan Dewa Ruci. Dewa Ruci itu menceritakan sebuah dialog fenomena kehidupan sosial ekonomi, politik temporer hari ini. Selain itu, Dewa Ruci juga bercerita tentang eksploitasi perempuan yang dilambangkan drupadi.

Selain melakukan kritik sosial, pelukis asli Ketanon ini menyinggung tentang pileg. Itu dilukiskan Buto Bingung. Lukisan dengan ukuran 102 cm x 102 cm dengan bahan cat minyak ini tentang contrengan pada pileg kemarin. “Kini rakyat semakin bingung karena banyak pilihan partai dan wakil rakyat,” katanya.

Untuk bisa melukis di kaca dirinya tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Maryoko hanya belajar otodidak. Sedangkan tema-tema yang diambil terinsiprasi oleh pergelaran wayang kulit.

Untuk berkesenian dia mengibaratkan seperti mencari nafkah, yaitu harus berguna. “Dalam kamus bahas jawa tinggi di sebutkan bahwa rasa seni sebagai keguanaan yang mengadung arti kepandaian, keahlian, kreativitas dan bermanfaat,”ungkap pria 42 tahun ini.

Dia mengaku untuk melukis ini diperlukan kesabaran, pikiran dingin serta kesederhanaan. Selain itu juga dibutuhkan teknik dasar lukisan kaca ini. Misalkan memulai lukisan dengan menggubah. Setelah itu harus dibuat kontur. ” Biasanya dilakukan dengan tinta cina,” katanya. (c1)

Radar Tulungagung, Jum’at, 22 Mei 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: