Road Show Panji Bersama Lydia Kieven

BrangwetanArkeolog asal Jerman, Lydia Kieven selama seminggu keliling Jawa Timur. Selama 19 tahun Lydia meneliti Panji dan Arjuna Wiwaha, tentu saja urusan Panji sudah hapal luar kepala. Maka kunjungan singkatnya kali ini dimanfaatkan sepenuhnya bertemu dengan kalangan peminat Panji, dan juga menengok kembali Candi Penataran yang banyak memberikan inspirasi legenda bermuatan sejarah itu.

Mendarat di Juanda 17 Mei, keesokan harinya Lydia langsung dihadirkan dihadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga. Semalam bermalam di PPLH Seloliman, Trawas, Lydia ditemani Agus Bimo dan Henri Nurcahyo sudah ditunggu para guru dan peminat sejarah di Kediri. Tanggal 21-22, Lydia berdiskusi intens dengan para aktivis LSM di Yayasan Pendidikan Alam dan Budaya “Kaliandra” di lereng Gunung Welirang.
Tidak sampai di situ, Doktor yang mengambil tesis soal Cerita Panji ini sudah berada di Perpustakaan Kota Malang (24/5), berdiskusi dengan peminat Panji di Malang dalam kaitan penyelenggaraan acara Festival Malang Kembali (FMK). Belum lagi jenak melepaskan penat, Lydia sore harinya langsung menuju Surabaya, untuk siaran talkshow Budaya Panji di studio TVRI Jawa Timur. Keesokan harinya, Lydia sudah terbang ke Jakarta untuk acara yang lain.
Dari serangkaian pertemuan itu. nampaknya Lydia sangat bangga bahwa cerita Panji ternyata banyak menarik minat berbagai kalangan. Meskipun, dari pertemuannya, banyak mahasiswa FIB Unair yang belum kenal cerita Panji. Seorang mahasiswa yang mengaku asal Blitar malah tak paham bahwa relief di candi Penataran yang pernah dikunjunginya itu ada yang mengisahkan cerita Panji.
Ketika bicara di Kediri, seperti juga di Unair, Lydia bicara dengan tema “Raden Panji sebagai pengantar agama pada zaman kuno (zaman Majapahit)”. Para guru sejarah itu juga terperangah bahwa cerita Panji yang selama ini dibanggakan lahir di Kediri ternyata menjadi bahan disertasi Lydia dalam kuliahnya di Sidney, Australia. Mereka berharap cerita Panji menjadi bahan ajar di sekolah, bahkan berharap pemerintah daerah Kediri sendiri sudah seharusnya memperhatikan lebih serius soal budaya Panji ini.
Menurut Lydia, pertemuan di Kaliandra lain lagi. Para aktivis LSM itu menginginkan ada semacam pusat informasi tentang Panji. Bahwa cerita Panji bukan hanya berurusan dengan kesenian, melainkan juga banyak aspek yang dapat dipelajari. Panji juga berurusan dengan pelestarian lingkungan, terkait dengan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat yang lahir sebagai varian cerita Panji.
Seorang mahasiswa Unibraw, Malang, berharap cerita Panji juga mampu menarik minat anak-anak muda belajar sejarah. Henricus Supriyanto, ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM), malah mengklaim bahwa Panji dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, bukan hanya ekspor TKI.
Lydia menginginkan, ada semacam jaringan peminat budaya Panji. Langkah kongkrit sudah dilakukan Dewan Kesenian Jatim yang menjadikan Panji sebagai kajian pertama konservasi budaya. Bahkan, mendorong Budaya Panji sebagai ikon Jawa Timur. Cerita Panji telah terbukti sebagai potensi budaya yang mengandung banyak hal yang dapat dipelajari lebih lanjut, bukan hanya untuk kepentingan akademis. “Panji harus dieksplor dari berbagai sisi, kita keroyok rame-rame,” kata Dwi Cahyono, arkeolog dari Universitas Negeri Malang.
Semangat membuka diri keterlibatan banyak pihak itulah yang menjadi semangat pelaksanaan talkshow di TVRI Jawa Timur dengan memilih topik bahasan Budaya Panji. Tidak kurang dari tiga episode berturut-turut khusus membahas Budaya Panji, dengan menghadirkan budayawan RM. Yunani Prawiranegara, Bambang Tetuko (Kediri), Nasrul Illah (Jombang), Arief Rofiq (Disbudpar Jatim), disamping Agus Bimo (Klaten) dan Lydia sendiri.
Pertanyaannya sekarang, apakah budaya Panji hanya berhenti sebatas diskusi belaka? Tentu saja tidak. Penerbitan buku tentang Panji sedang disiapkan. Begitu pula gawe besar berupa Festival Panji juga sedang dikerjakan bakal dilangsungkan tahun ini juga. Dalam festival ini, berbagai kesenian yang bersumber dari cerita Panji bakal ditampilkan. – henri nc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: