ETALASE BUDAYA PANJI 2009

Dewan Kesenian Jatim menyelenggarakan Etalase Budaya Panji di altar Candi Penataran 21-22 November 2009. Sejumlah seni tradisi berbasis cerita Panji digelar, serta sarasehan Peduli Penataran, yang digelar Minggu pagi, 22 November, pukul 09.00 – 12.00.

PENGANTAR

Cerita Panji adalah karya cipta yang merupakan simbol pertama kebangkitan sastra lisan dari Jawa Timur sebagai wilayah kerajaan besar yang menyatukan nusantara. Dari sudut tertentu, Cerita Panji bahkan dapat bersanding dengan dua epos raksasa yaitu Mahabarata dan Ramayana yang penyebarannya beriringan dengan agama Hindu di Jawa. Sehingga Cerita Panji menjadi sebuah alternatif atau produk budaya sanding (kalau tak disebut budaya tanding – counter culture) seniman Jawa pada masa itu terhadap dua epos tadi. Terlebih wilayah penyebarannya hingga ke berbagai daerah di nusantara hingga ke seluruh wilayah Asia Tenggara, terutama Thailand dan Madagaskar.

Bermula dari sastra lisan, Cerita Panji kemudian merasuk dalam berbagai seni pertunjukan rakyat. Dalam perkembangannya, muncul berbagai varian baru cerita Panji dalam pertunjukan tersebut sehingga semakin menambah kekayaan khasanah sastra lisan tersebut. Hal ini tidak terlepas dari kreativitas dalang atau komunitas setempat yang menghidupi masing-masing seni pertunjukan itu. Dalam pertunjukan Wayang Topeng misalnya, banyak ditemukan lakon-lakon baru yang bersumber dari cerita Panji. Demikian pula dalam seni pertunjukan lainnya yang juga berbasis cerita Panji. Sementara ada pula seni pertunjukan yang seperti menggenggam erat cerita Panji seolah-olah menjadi pakem yang tak perlu diubah.

Dalam seni pertunjukan itu lantas juga muncul karya-karya tari yang bernuansa cerita Panji, seperti Tari Gunungsari, Tari Panji, Tari Ayon-ayon (Tari Golek Ayun-ayun?) dan sebagainya. Sementara itu, visualisasi cerita Panji dari sastra lisan menjadi seni pertunjukan melahirkan konsekuensi tersendiri, yaitu menghadirkan bentuk fisiknya sendiri, terutama dalam hal perwajahan. Dalam Wayang Beber misalnya, sosok-sosok pelaku dalam cerita Panji muncul dalam bentuk seni rupa dua dimensi yang sangat berbeda dengan sosok wayang pada umumnya. Visualisasi tokoh-tokoh dalam wayang Beber ini sangat unik, bahkan mirip dengan seni rupa modern di Barat yang tentu lahirnya lebih belakangan ketimbang Wayang Beber itu sendiri. Demikian pula visualisasi tokoh-tokoh cerita Panji dalam Wayang Topeng misalnya.

Dari latar belakang seperti itulah maka diselenggarakan acara bernama ETALASE BUDAYA PANJI dengan memfokuskan dari sisi keseniannya.

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Menciptakan suatu forum untuk menunjukkan kekayaan budaya Panji dalam berbagai bentuk ekspresi kesenian.
2. Mengajak berbagai pihak (termasuk kalangan generasi muda) untuk peduli terhadap budaya Panji sebagai potensi budaya Jawa Timur yang layak dikenali dengan baik sebagai sumber kreatif.
3. Mempromosikan obyek wisata budaya dalam kaitannya dengan budaya Panji.
4. Menciptakan peluang industri kreatif berbasis budaya Panji kepada masyarakat.

WAKTU DAN TEMPAT

Diselenggarakan tanggal 15 – 22 November 2009
di Kompleks Makam Bung Karno (amphitheater dan perpustakaan), Kota Blitar
dan tanggal 21 – 22 November 2009
di Pendapa Utama Candi Penataran, Kab. Blitar

PENYELENGGARA

Dewan Kesenian Jawa Timur, bekerjasama dengan
Dewan Kesenian Kota Blitar dan
Dewan Kesenian Kabupaten Blitar

PELAKSANA : FATH PRODUCTION

PESERTA
– Seniman – Budayawan
– Kalangan pelajar
– MGMP Kesenian
– Masyarakat setempat

ACARA

1. Pertunjukan Kesenian Berbasis Cerita Panji

1.1. Reog Ponorogo, Blitar
1.2. Kentrung Sumeh, Blitar
1.3. Jaranan Ketoprak (Japrak), Blitar
1.4. Jaranan Senterewe, Kediri
1.5. Topeng Sandur, Jombang
1.6. Wayang Beber, Pacitan
1.7. Wayang Topeng, Malang
1.8. Mocopat Panji, Blitar dan Klaten

2. Sarasehan Kesenian Panji

Topik : Memahami Beragam Cerita Panji dalam Kesenian

Narasumber:
a. Dr. Mustofa, Lamongan (berhalangan)
b. Henricus Supriyanto, Malang
Moderator:
Galih Ahmad

3. Pameran

a. Lukisan Wayang Beber, Subandono, Malang
b. Pameran Komik Panji, Narsen, Surakarta
c. Pameran Topeng Panji (koleksi Reno Surabaya dan Malang)
d. Pameran Wayang Krucil (Kediri)
e. Pameran Wayang Thengul (Bojonegoro)
f. Pameran dan Peragaan Batik motif Panji (Banyuwangi)
g. Pameran Buku-buku Panji

JADWAL ACARA

Minggu, 15 November, pukul 18.00 :
Pembukaan
Peragaan Busana Batik (Blitar)
Mocopat Panji (Blitar)
Peragaan Tari Topeng (Blitae)
Pemutaran Film Animasi Panji (karya Narsen)
Sarasehan Budaya Panji
Tempat : Amphitheater Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar

15 – 22 November : Pameran Seni Rupa
Tempat : Perpustakaan Bung Karno, Kota Blitar

21 – 22 November : Pementasan Seni Panji
Tempat : Candi Penataran, Kab. Blitar

Sabtu, 21 November
Pukul 13.00 – 17.00:
– Reog Ponorogo, Blitar
– Tari Topeng (Blitar)
– Mocopat Panji (Klaten)
– Pembukaan (sambutan-sambutan)
– Tarian Sandur Jombang
Pukul 19.00 – selesai
– Kentrung Sumeh, Blitar
– Topeng Sandur, Jombang
– Jaranan Ketoprak (Japrak), Blitar

Minggu, 22 November
Pukul 09.00 – 12.00: Sarasehan Peduli Penataran
Pukul 13.00 – 17.00:
– Jaranan Senterewe, Blitar
– Tari Panji
Pukul 19.00 – selesai
– Penutupan
– Wayang Beber, Pacitan
– Wayang Topeng, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: