Teater “CuciOtak” Pasuruan Terpilih Pentas di Inggris

London – Kelompok teater “CuciOtak” dari Pasuruan, Jawa Timur terpilih dari ribuan kelompok teater dari puluhan negara untuk pentas dan berdialog dalam festival teater sedunia, “Contacting the World 2010 -CTW10”, di Manchester Inggris, Juli mendatang.

Communications Officer CTW10, James Stanley, kepada koresponden ANTARA London, Rabu, mengatakan “CuciOtak” adalah satu dari 12 kelompok teater yang dikembarkan dengan “The Outhouse Collective”, London, Inggris, dalam rangka kerja sama dan membangun dialog antarbudaya.

“Contacting the World merupakan projek teater internasional yang inovatif dari seluruh dunia yang berkolaborasi dalam konteks komunitas global,” katanya.

Sebanyak 150 pemuda dari 12 kelompok teater dari 10 negara, termasuk Indonesia, Jamaica, India, Iran, Denmark, Belanda, Amerika Serikat, Inggris Raya, Swiss dan Afrika Selatan, akan berpartisipasi dalam proses tukar-menukar yang berlangsung selama tujuh bulan dalam membangun teater baru dengan visi global itu.

Saiful Ulum dari “Cuci Otak”, katanya, telah bertemu dengan kelompok Outhouse Collective di London dan wakil dari 12 kelompok yang dipilih di kota Manchester, baru-baru ini.

Menurut James Stanley, pada akhir Mei, anggota dari Outhouse Collective, Bamshad Abedi-Amin, berkunjung ke Pasuruan untuk bertemu dan belajar bersama anggota CuciOtak di Pasuruan.

Kedua kelompok teater ini mendapat kesempatan untuk mendalami gaya pementasan dan wawasan masing-masing, ujarnya, dan menambahkan dipastikan apa yang mereka ciptakan akan menjadi sebuah festival yang menggemparkan dan menantang persepsi.

CuciOtak adalah sebuah kelompok teater yang berbasis di Pasuruan, Jawa Timur, terdiri dari sekitar 90 pemuda Muslim dan Kristen.

Melalui pendekatan teater tradisional dan kontemporer, CuciOtak memadukan seni tari, teater fisik dan pencak silat dalam karyanya demi melestarikan dan mengembangkan pengetahuan tentang budaya Indonesia.

Outhouse Collective adalah kelompok teater yang baru lahir dari salah satu pusat seni the Roundhouse di London, yang bertujuan untuk menantang persepsi penonton mengenai teater.

Kelompok ini sangat terbuka dan memanfaatkan tradisi teater serta media baru untuk mengembangkan drama kontemporer baru yang memiliki makna.

Dengan memakai teknik-teknik audio-visual, Outhouse Collective melibatkan dan memberi berbagai kesempatan kepada pemuda-pemudi bekerja sama dalam menciptakan karya-karya baru.

Sejak pertama dijalankan, Contacting the World diadakan setiap dua tahun sekali, dengan melibatkan lebih dari 40 negara dan kurang lebih 1.000 pemuda.

Contact adalah kelompok teater yang menggagas diadakannya Contacting the World, dan merupakan salah satu dari organisasi seni di Inggris Raya yang meraih berbagai ‘award’ itu berbasis di Manchester, Inggris Utara.

antarajatim: Rabu, 19 Mei 2010 22:53:26|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: