Pekan Kebudayaan Panji Kabupaten Jombang

Pemerintah Kabupaten Jombang menyelenggarakan Pekan Budaya Panji, tanggal 9 – 15 Juli 2010 di Gedung Olahraga Merdeka Jombang. Berbagai jenis kesenian berbasis budaya Panji ditampilkan, termasuk pameran seni rupa, arak-arakan, industri kreatif, pameran dan peluncuran buku serta dialog budaya.

Nasrul Ilahi, ketua pelaksana kegiatan ini mengatakan, kebudayaan Panji merupakan kearifan lokal dari Jawa Timur yang kemudian mampu meyebar ke berbagai wilayah nusantara, bahkan sampai ke mancanegara, sejak beberapa abad yang lalu. Penyebaran Kebudayaan Panji sampai di luar Jawadwipa (Pulau Jawa) seperti Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, maupun Sulawesi; dan di mancanegara sampai ke Negeri Semenanjung (Malaysia). Siam (Thailand), Kamboja, dan lainnya.

Kebudayaan Panji menyebar, meresap, dan banyak menjadi anutan masyarakat umum melalui budaya tutur maupun budaya tulis. Dalam cerita Panji, tokoh utamanya adalah Raden Panji yang termanifestasi sebagai Panji Kuda Kawisrenggo (Inu Kertapati) putra Lembu Amiluhur, Panji Wanengpati (Raden Mantra) putra Raja Keling dari Jenggala, Andi-Andi Lumut, dan lainnya. Banyak juga kita dapati dalam cerita rakyat, semisal: Timun Mas, Panji Laras, Dewi Limaran, Genthana-Genthini, Dewi Kotesan, Keong Mas, Thok-thok Ugel, Muntreng, dan lainnya.

Di Kabupaten Jombang, jejak Budaya Panji masih terlihat, meskipun sebagian lamat-lamat. Jenis kesenian yang masih merepresentasikan Budaya Panji antara lain: Wayang Topeng Jatiduwur, Sandur Manduro, Wayang Krucil, Kentrung, Geguritan, Cerita Rakyat, bahkan Ludrukpun tidak jarang mengambil lakon dari cerita Panji.

Pertunjukan Sandur Manduro, lebih banyak menampilkan filosofi dan nilai-nilai yang arif. Dalam lakon Jaran Sembrani digambarkan secara komikal, betapa nafsu dua orang penggembala yang sama-sama ingin memiliki atau menggembalakan seekor kuda yang bernama Sembrani, berakibat fatal. Kuda yang seekor menjadi terbagi menjadi dua, alhasil sama-sama tidak bisa menggembalakan lagi. Keduanya menyesali apa yang telah dilakukan, dan mengharapkan mukjizat bagi keutuhannya kembali. Fragmen ini merupakan simbolisme sebagaimana cerita Panji lainnya, yang mengharapkan bersatunya kembali Kerajaan Daha dan Panjalu sebagaimana dalam kekuasaan Prabu Airlangga.

Menurut Kepala Seksi Pengembangan dan Pelestarian Kebudayaan Disporabudpar Kab. Jombang ini, Kebudayaan Panji sangat perlu untuk terus digali, direkonstruksi, direvitalisasi, serta dilestarikan. Banyak sekali kearifan lokal yang dikandungnya, sehingga dapat dipakai sebagai anutan yang bersifat universal. Budaya Panji ini merupakan salah satu bahan adonan, susunan pondasi, atau akar budaya daerah Jombang.

Untuk itu mengenalkan bentuk-bentuk Budaya Panji kepada generasi penerus menjadi sebuah langkah strategis yang bijaksana. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang relevan dan berkelanjutan.

Bentuk-bentuk kegiatan bisa beragam. Budaya tutur yang selama ini hidup bisa dimunculkan kembali dalam kegiatan mendongeng atau bercerita. Budaya tulis bisa diimplementasikan dengan kegiatan menulis cerita. Budaya visual bisa ditampilkan dalam kegiatan mewarnai, melukis, memahat, dan lainnya. Budaya baca bisa dihelat dalam bentuk pameran buku. Budaya berfikir bisa diwujudkan dalam bentuk dialog atau sarasehan. Begitu juga bentuk budaya lainnya.

Bentuk kegiatan yang digagas adalah Pekan Budaya Panji 2010 di Kabupaten Jombang. Dalam satu pekan (lima s.d. tujuh hari) akan diselenggarakan anega kegiatan yang saling bersinergi, saling melengkapi, dan saling menguatkan. Adapun rencana tersebut antara lain:
1. Arak-arakan Budaya Panji
2. Pentas Seni Budaya Panji
3. Lomba dan Festival Budaya Panji
4. Dialog Budaya Panji
5. Pameran Buku dan Peluncuran Buku terkait Budaya Panji
6. Pameran Lukisan Seputar Budaya Panji
7. Industri Kreatif terkait Budaya Panji.

Kegiatan Pekan Budaya Panji Tahun 2010 di Kabupaten Jombang akan diselenggarakan dengan pola kerjasama sinergis antara semua stakeholders kebudayaan, baik dari tingkat lokal Kabupaten Jombang, tingkat regional Propinsi Jawa Timur, tingkat nasional maupun global. Tingkat keterlibatannya sangat beragam.

Yang memprakarsai penyelenggaraan Pekan Budaya Panji 2010 Kabupaten Jombang adalah:
1. DISPORABUDPAR Kabupaten Jombang;
2. BUKA BUKU PRODUCTION Yogyakarta;
3. Bank BRI Cabang Jombang;

Adapun pendukung utama kegiatan ini antara lain:
4. DISBUDPAR Propinsi Jawa Timur;
5. Dewan Kesenian Jawa Timur (DK Jatim);
6. Dewan Kesenian Jombang (Dekajo);

Untuk Pelaksanaan Teknis, akan banyak dibantu oleh:
7. Yayasan Semesta “LEPPAS” Jombang;
8. LEMPRODUKTIF : Lembaga Promosi dan Dukungan Kreatif;
9. KOMUNITAS PELUKIS Jombang;

Sebagai penguat berbagai sektor pelaksanaan, akan didukung penuh oleh:
10. Media : Dhoho Teve, Radar Mojokerto, Radio Pendidikan, Gita FM, dll.;
11. Berbagai Pihak dari Lembaga Nirlaba maupun Sektor Swasta.

Adapun peserta kegiatan ini antara lain:
1. Pakar Budaya Panji dari Tingkat Lokal, Regional, Nasional, sampai Internasional;
2. Grup dan Sanggar Kesenian berbasis Kebudayaan Panji dari tingkat Lokal, Regional, Nasional, maupun Internasional;
3. MGMP Seni Budaya, MGMP Sejarah, MGMP Bahasa Indonesia, MGMP Bahasa Daerah, Masyarakat Sejarah Indonesia, dan Kelompok Arkeolog;
4. Siswa / Mahasiswa Kelompok Bermain, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs., SMA/SMK/MA, Pondok Pesantren, dan Perguruan Tinggi di Jombang;
5. Tokoh Masyarakat, Pemerhati Budaya Panji, dan Pengamat Budaya lain;
6. Instansi Terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Pers;
7. Perajin Industri Kreatif binaan Pemerintah Kabupaten Jombang;
8. UMKM Binaan Bank BRI Cabang Jombang;
9. Pengusaha Makanan dan Minuman Tradisional Khas Jombang.

Keterangan lebih lanjut hubungi :
Nasrul Illah: 0856 4828 7789
Nasar Bathati: 081 730 6239

Satu Tanggapan

  1. kecewa banget Dewan kesenian Jombang tidak mampu memfasilitasi anggaran buat pameran lukisan pelukis Jombang,mohon DKJatim aja bila berkenan mengayomi pegiat seni di Jombang krn.nyatanya kami hanya diiming-imingi dana sejak April 2010 yg.katanya sebesar Rp.5oo,jt .Tahun 2010 hampir berakhir,kegiatan seni sudah mulai geliatnya tapi dana nggak kunjung cair dan ruwetnya lagi ada pelaku seni yg.nyrobot mengatsnamakan DekaJo tanpa konfirmasi dg.komite seni lain.matursuwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: