Terpilih, Lima Guru Kesenian Berprestasi

Lima guru kesenian berprestasi non rangking, akhirnya berhasil ditetapkan setelah Dewan Juri melakukan wawancara intensif dengan 19 dari 20 nominator. Satu-satunya nominator yang berhalangan hadir, adalah Achmad Rosidi, dari SMKN 1 Pasuruan. Seleksi dilakukan selama tiga hari (27-29 Juni) di hotel Tretes Raya, Kab. Pasuruan.

Persaingan ketat terjadi diantara para nominator, sehingga Dewan Juri yang terdiri dari Henri Nurcahyo dan Drs. Aribowo MS, harus berdebat untuk menentukan lima terbaik. Apalagi, anggota Dewan Juri lainnya, Prof Joko Saryono dari Malang, yang sudah menyatakan kesediaannya hadir, bahkan mengaku sedang dalam perjalanan dan mengatakan “sudah sampai Pandaan”, ternyata tidak muncul sampai acara selesai. Tanpa penjelasan apa-apa.

Lima Guru Kesenian Berprestasi Jawa Timur itu adalah Jarumi (Kab. Ponorogo), Suko (Kota Blitar), Sujarmo (Kab. Pacitan), Suyanto (Bojonegoro) dan Yuni Rusdiyanti (Kab. Probolinggo). Masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta yang akan diberikan pada saat peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Oktober mendatang, beserta Piagan dan Trofi. Seluruh Nominator mendapat Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur.

Profil kelima guru tersebut segera akan disampaikan. (*)

2 Tanggapan

  1. Selamat ….
    Kepada para pemenang atawa yang terpilih…
    Semoga lebih baik lagi, lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas kesehariannya selaku Guru Seni di sekolah maupun Guru Seni yang Berjiwa Seni yang mampu mengembangkan seni di Luar Sekolah.

    Kepada Tim Pelaksana… ini adalah sekedar info yang perlu untuk dipertimbangkan:

    1. Pelaksanaan Seleksi tahun depan sebaiknya, tidak
    dijadikan satu semua bidang seninya, sebab
    a. Ketrampilan yang paling mudah antara Seni Rupa,
    Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Teater adalah Seni
    Rupa.
    Orang seni tari, seni musik, seni teater semua
    disamping dapat melakukan kegiatan seni di bidang-
    nya, mereka pasti dapat menggambar, namun seba-
    liknya guru seni rupa, belum tentu dapat melakukan
    kegiatan menari, bermusik atau berteater.
    b. Kegiatan seni yang sering dibutuhkan di masyarakat
    yang paling banyak frekuensi penampilannya adalah
    Seni tari & Seni Musik. Sedangkan seni teater, agak
    jarang dibutuhkan oleh masyarakat.
    c. Hasil akhir yang diperoleh dari perbandingan antara
    keempat cabang seni tersebut JELAS SEKALI
    BERBEDA FREKUENSINYA, yg kemudian berimbas
    pada BANYAKNYA PIAGAM-SERTIFIKAT-atau bukti
    fisik yang dapat dikumpulkan oleh masing-masing
    guru.
    JADI Jelas, hasil akhir seleksinya yang banyak adalah
    orang-orang atau guru tari, sedangkan guru yang lain
    utamanya seni rupa untuk mendapatkan 5 BESAR amat
    sulit.
    MAKA perlu ada pemisahan kembali bila diadakan
    lomba atau seleksi tahun depan, sehingga semua cab.
    seni merasa diuntungkan karena berlomba dengan
    cabangnya sendiri, coba sekarang dipikir dengan
    seksama, dimanapun tempatnya selama ini saya atau
    mungkin juga peserta yang lain, mungkin belum mene-
    mukan Lomba lukis tidak mungkin dicampur / diadu
    dengan lomba main gitar, atau dengan lomba menar.

    Coba kita bayangkan…. aneh dan menarik memang,
    namun kok rasanya kurang pas.

    Kita coba lagi berpikir, bila ini diberlakukan untuk guru,
    contoh kita ambil aja GURU IPA, apa mungkin Guru
    Biologi dapat mengusai Ilmu Fisika? atau sebaliknya.
    Guru IPS – Sejarah menguasai Geografi atau Ekonomi.

    Okey…. yah mudah-mudahan dengan ulasan pada No.
    1 ini dapat menambah cantiknya, lancarnya, atau
    ketatnya seleksi tahun depan yang lebih menjurus ke
    masing-masing bidang / cabang seni.

    Sehingga masing-masing guru atau peserta dapat
    merasa diuntungkan.

    2. Pemilihan aspek penilaian yang diedarkan, seyogyanya
    perlu diberikan kolom nilai / skor, atau kalau hal ini tidak
    menjadikan NILAI RAHASIA atau JEBAKAN, perlu sekali
    diberi bobot nilai….
    Artinya aspek mana yang paling tinggi nilainya, dan yang
    paling rendah nilainya, sehingga para calon peserta dari
    daerah dapat memperkirakan, bila mereka kurang pada
    poin yang bobotnya tinggi, dapat mempertimbang-
    kannya, dan bahkan Info ini mungkin sekali dapat digu-
    nakan untuk ajang penilaian di Tingkat kabupaten,
    sehingga hasil akhir yang dikirim ke Tingkat Jawa Timur,
    akan lebih mendapatkan orang-orang yang berbobot.

    Demikian apa yang dapt saya usulkan, semoga bermanfaat, ada kurang lebihnya, mohon maaf yang sebesar-besarnya.

    Gunandar – Ponorogo

  2. Oh ya ……………….
    Sebagai tambahan saja,

    Pada pelaksanaannya, bilamana terjadi ada guru yang terampil banget, sebagaimana yang pernah diketahui pada pelaksanaan seleksi tahun ini,

    Ada Guru Seni Rupa yang Terampil Seni Tari, atau Seni -seni yang lain…. itu adalah suatu kelebihan…. yang perlu diadu / dibandingkan dengan guru yang satu bidang studi, atau guru seni rupa yang lain.

    Bila ada guru Seni tari yang juga trampil menyanyi, maka perlu diadu / dibandingkan dengan guru yang Seni tari juga.

    Dsb. Dsb. Jadi nanti semua adil…. mendapatkan tambahan ilmu yang semakin kuat, banyak…

    Dan bilamana perlu ada GURU TERPILIH DARI YANG TERPILIH …. yakni guru yang dapat menguasai semua bidang seni…. wah nanti akan terjadi HEBAT-HEBAT…

    Pelaksanaanya, dapat dilakukan bergantian seperti yang kemarin…
    Jadi satu ruang bergantianpun tidak masalah.
    yang penting Juri tidak gonta-gonta…

    Mari (Mangga) tahun depan dilaksanakan lagi dengan teknik atau langkah yang lebih baik berdasarkan berbagai pertimbangan; usulan para peserta ketika sering, usulan dari beberapa pembina siswa yang ada, usulan dari beberapa kalangan…. Namun semua tetap berpedoman pada SIKON – Situasi dan Kondisi pada tahun depan…

    Ini kan sekedar usul….. atau memberi masukan.

    Mudah-mudahan Pendapat Saya ini ada yang setuju, meskipun beberapa orang peserta yang lain ….

    Mari kita berpendapat menurut versi masing-masing demi perkembangan Guru Seni yang Berprestasi Seni Tahun depan…

    Insya Allah dengan teknik ini akan menghasilkan Guru yang lebih Kompetitip dalam bidang masing-masing.

    Sekian…. maaf bila terlalu banyak usul… ini semua demi Kemajuan – Pemerataan – Keadilan… Okey…

    Gunandar – Ponorogo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: