Menpora Lepas “Cuci Otak” Pasuruan ke Manchester

Jakarta – Menpora Andi Mallarangeng melepas rombongan Forum Komunitas Seni Budaya “Cuci Otak” dari Pasuruan Jawa Timur yang mewakili Indonesia pada pentas kesenian “International Contacting the World” di Manchester, Inggris, 19-25 Juli 2010.

“Forum Komunitas Seni Budaya (FKSB) berisi para pemuda yang termarjinalkan tapi mampu berprestasi sehingga mendapat apresiasi dari dunia internasional,” kata Andi Mallarangeng saat melepaskan rombongan FKSB Cuci Otak di Jakarta, Kamis.

Rombongan yang akan berangkat ke Manchester, Inggris, sebanyak delapan orang meliputi dalang berusia 28 tahun, Yul Ardhi Antono alias Ki Ardhi Poerbo Antono, serta tujuh orang lainnya anggota FKSB Cuci Otak.

Tim FKSB Cuci Otak ini akan menampilkan wayang Arok yakni kolaborasi antara wayang kulit dan teater di Kota Manchester, Inggris.

Menurut Andi, Ki Ardhi Poerbo Antono adalah sosok pemuda berprestasi yang pada usia muda telah mendapat apresiasi tidak hanya dari institusi di Indonesia, tapi juga dari dunia internasional.

“Ardhi adalah figur pemuda langka, karena di usia muda dia memilih memperjuangkan nasib anak-anak yang termarjinalkan melalui komunitas kesenian,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga juga telah memberikan penghargaan Pemuda Pelopor Nasional untuk kategori seni, budaya, dan pariwisata, pada 2009.

Menurut Ardhi Poerbo Antono FKSB Cuci Otak yang dipimpinnya akan tampil di pentas “International Contacting the World” (ICW) di Manchester, Inggris, bersama 11 negara lainnya.

Dari 12 negara yang tampil terdiri dari 10 negara Eropa serta dua negara Asia yakni Indonesia dan India.

“Informasi dari panitia ICW kelompok kami terpilih tampil di pentas ICW setelah di seleksi dari kelompok-kelompok kesenian dari 150 negara,” katanya.

Menurut dia, FKSB Cuci Mata menjalani seleksi di Malang, Jawa Timur, pada Januari 2010 bersama kelompok-kelompok kesenian dari berbagai daerah di Indonesia.

Panitia ICW tertarik pada FKSB Cuci Mata, kata dia, selain dari “performance” di pentas juga karena latar belakang kami adalah anak-anak termarjinalkan, seperti anak dari keluarga “broken” atau anak korban narkoba, dan sebagainya.

Ardhi mengakui, setelah terpilih dan mendapat undangan dari panitia ICW untuk tampil pentas ICW di Manchester, Inggris, dirinya malah menjadi bingung karena tidak memiliki dana.

Dengan berbekal meminta bantuan pada sejumlah pihak, sehingga mereka sampai kepada anggota Komisi X DPR serta pejabat di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Anggota Komisi X DPR, Theresia Pardede mengatakan, ketika pertama kali melakukan komunikasi dengan Ardhi Poerbo Antono, dirinya merasa tergugah dengan semangat dan komitmennya dalam membanguan kesenian, lalu membantu Ardhi dan teater Cuci Otak untuk mendapat fasilitas dari lembaga terkait seperti Menpora dan Mendiknas.

antarajatim,
Kamis, 15 Jul 2010 17:11:17| Penulis : Supervisor

Satu Tanggapan

  1. Selamat berjuang sahabat2ku….
    Kami, para pelaku seni di Pasuruan selalu mendukung perjuangan kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: