RUWAT SUMBER (BANYU) & SEDEKAH BUMI SELOLIMAN

Ruwat Sumber dan Sedekah bumi di Candi Jolotundo, Desa Seloliman-Trawas-Mojokerto pada :
Hari : Minggu legi, Tanggal : 19 Desember 2010, Waktu : 08.30 – 14.00 WIB. Kegiatan : Ritual dan Prosesi ruwat sumber dan sedekah bumi. Info selengkapnya, kontak: Salamun Budiono
+62856 5595 9584, e-mail: salam_budi@yahoo.com. Berikut ini TORnya.

PENDAHULUAN
Desa Seloliman Kec. Trawas Kab. Mojokerto merupakan kawasan yang potensial dalam pengembangan pariwisata karena memiliki potensi peninggalan bersejarah sekaligus sebagai kawasan cagar budaya yang ada di sekitar kaki Gunung Penanggungan. Adapun peninggalan bersejarah yang paling dikenal oleh masyarakat pada umumnya adalah Candi Jolotundo. Untuk itu, alangkah baiknya jika keberadaan potensi wisata budaya ini memberi manfaat langsung pada masyarakat agar semakin besar kepedulian dan rasa memilikinya.

TRADISI DAN BUDAYA MASYARAKAT SELOLIMAN
Secara umum masyarakat Desa Seloliman masih memiliki kepedulian khusus dalam mempertahankan tradisi dan budaya Jawa pedesaan (masih uri-uri tradisi). Adapun upaya-upaya mempertahankan dan megembangkan tradisi dan budaya tersebut adalah : Sedekah bumi/ Ruwat Deso/ Barikan serta mengembangkan kelompok-kelompok kesenian tradisional yang berupa : Pencak silat, kesenian wayang kulit, dll.

TRADISI DAN BUDAYA PEDESAAN “Diambang Kepunahan”
Harus diakui bahwa Tradisi dan Budaya Pedesaan merupakan asset yang tidak dapat dinilai dengan uang. Namun kenyataan yang terjadi akhir-akhir ini adalah “Degradasi nilai-nilai sosial” pada masyarakat. Hal ini terjadi karena betapa rendahnya apresiasi masyarakat terhadap pentingnya tradisi dan budaya yang dimiliki masyarakat jawa.
BENCANA ALAM “Bencana Sosial”
Desa Seloliman memilki potensi sumber air yang cukup melimpah, disudut-sudut desa terdapat sumber-sumber air bersih yang dimanfaatkan secara turun temurun oleh warga. Namun kenyataannya pada saat musim kemarau sumber-sumber air tersebut mulai menyusut bahkan ada yang mati. Pada saat musim penghujan terjadi kelebihan air yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Hal ini terjadi akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap arti penting dari hutan lindung.

RUWAT SUMBER & SEDEKAH BUMI SELOLIMAN
Pada bulan Suro, masyarakat Dusun Biting Desa Seloliman Kec. Trawas Kab. Mojokerto melaksanakan sebuah event rutin tahunan dalam rangka Surat Sumber dan Sedekah Desa. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan pada kawasan-kawasan peninggalan nenek moyang desa termasuk di Petirtaan Candi Jolotundo. Melalui kegiatan rutin ini, kami masyarakat Desa Seloliman berkeinginan untuk menggugah kembali kesadaran dan kesantunan masyarakat untuk lebih sopan dan hormat terhadap “Alam Semesta” melalui uri-uri tradisi dan budaya jawa.

VISI
Menciptakan harmonisasi hubungan antara masyarakat dengan alam semesta dengan uri-uri tradisi dan budaya jawa

MISI
• Melestarikan dan mengembangkan tradisi dan kebudayaan masyarakat Desa Seloliman secara rutin
• Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai tradisi dan budaya jawa
• Membangun hubungan baik antara masyarakat dengan alam semesta

TUJUAN
Adapun tujuan dari kegiatan Ruwat Sumber dan Sedekah Bumi Seloliman adalah :
1. Mengajak masyarakat untuk selalu mempertahankan dan mengembangkan tradisi dan budayanya
2. Membangun kepedulian masyarakat terhadap sejarah peninggalan tradisi dan budaya nenek moyang
3. Membangun kecintaan masyarakat terhadap kelestarian alam semesta

KEGIATAN

PROSESI MENUNGGALING TIRTO SUCI PENANGGUNGAN “Event Tahunan Berpotensi Wisata”
Prosesi manunggaling tirto suci penanggungan dimaksudkan untuk menunjukkan pada khalayak umum bahwa kawasan gunung Penanggungan menyimpan kekuatan alam yang sangat besar dengan menghasilkan sumber-sumber mata air sebanyak 33 mata air yang tersebar diseluruh kaki gunung dan memberi manfaat kehidupan bagi masyarakat disekitarnya. Prosesi mempersatukan kembali sumber-sumber air ang tersebar di sepanjang kaki gunung Penanggungan dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kepada kita semua terhadap kelestarian alam semesta.

PAGELARAN KESENIAN TRADISIONAL
Untuk mengiringi ritual dan prosesi Ruwat Sumber dan Sedekah Bumi Seloliman, akan dilaksanakan pertunjukan kesenian bantengan dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

DIALOG INTERAKTIF BUDAYA
Untuk menambah wawasan kesadaran, maka perlunya melaksanakan dialog-dialog kecil antar masyarakat dengan harapan diskusi ini membawa manfaat atas terbukanya cakrawala berfikir yang lebih luas dan mendalam akan makna budaya yang sesungguhnya.

Peserta Yang Mengikuti Kegiatan
Yang berpartisipasi dan hadir dalam kegiatan Ruwat Sumber dan Sedekah Bumi Seloliman adalah :
1. Warga desa dilingkaran kaki Gunung Penanggungan
2. Lembaga Swadaya Masyarakat & Organisasi Kesenian
3. Seniman dan Budayawan
4. Organisasi massa desa-desa sekitar (Karang taruna, Kelompok-kelompok usaha, Perorangan, dll)
5. Pemerintah

Waktu dan tempat RUWAT SUMBER DAN SEDEKAH BUMI SELOLIMAN
Hari,tanggal : MINGGU 19 DESEMBER 2010
Prosesi Manunggaling Banyu Suci Penanggungan
Jam : 09.00 – 13.30 WIB
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk
Jam : 20.00 – selesai
Tempat : Pendopo Candi Jolotundo Ds. Seloliman Kec. Trawas Kab. Mojokerto

Penyelenggara kegiatan RUWAT SUMBER DAN SEDEKAH BUMI SELOLIMAN
Kegiatan RUWAT SUMBER DAN SEDEKAH BUMI SELOLIMAN dilaksanakan oleh :
1. Masyarakat Dusun Biting Desa Seloliman Kec. Trawas Kab. Mojokerto
2. Paguyuban Pelestarian Lingkungan Lintas Sumber (PPL2S) Desa Seloliman-Trawas-Mojokerto

Penutup
Ide dan gagasan untuk uri-uri tradisi dan budaya hanyalah sebagain kecil keinginan dari komunitas kecil yang mungkin tidak mampu memberikan arti apa-apa pada era globalisasi ini. Maraknya kriminalitas dan pergaulan bebas, narkoba, dll yang saat ini sedang melanda generasi muda kita merupakan cermin betapa tidak siapnya generasi muda dalam menyembut modernisasi berbagai bidang. Mungkin saja generasi muda kita sedang tidak sadar terhadap segala perubahan yang terjadi sehingga tidak tahu pula harus berbuat apa. Kerusakan alam semesta yang terjadi saat ini adalah cermin dari kerusakan moral dan sosial masyarakat kita. Untuk itu marilah kita bangun kembali karakter bangsa ini dengan membangun dan memeprtahankan tradisi dan budaya yang kita mulai dari yang terkecil yang bias kita jangkau.

Wassalam,
Panitia

Jadwal dan tahapan
RUWAT SUMBER DAN SEDEKAH BUMI SELOLIMAN
Jolotundo, 19 Desember 2010
No Waktu Kegiatan Pemateri
1 08.00-08.30 Arak-arakan tumpeng menuju plataran Candi Jolotundo diiringi kesenian bantengan Kelompok kesenian
2 08.30 – 09.00 Ritual Panyuwunan Mbah Gatot. H
3 09.00 – 09.45 Prosesi manunggaling tirto Suci Penanggungan diiringi :
a). Ekspresi seni budaya remaja
b). Gamelan ruwatan
c ) Mocopat Mbah Jari
4 09.45 – 11.00 Pembukaan
Laporan panitia, Sambutan Kepala Desa, Sambutan Camat Trawas, Sambutan Bupati Kab. Mojokerto Penata acara
5 11.00 – 12.00 Dialog Budaya: Kepala Disporabudpar Kab. Mojokerto, Gatot Hartoyo, Hariono,
Salamun Budiono
6 12.00 – 13.00 Pemotongan tumpeng dan makan siang Doa bersama antar pemuka Agama
7 13.00 – 16.00 Jejeran wayang kulit dengan lakon : DEWA RUCI Ki Dalang Dian Wibowo dari Pungging-Mojokerto
Kegiatan Malam
8 20.00 – selesai Pagelaran wayang kulit semalam suntuk Ki Dalang Budi Purwanto dari Ds. Seloliman

Kontak person kepanitiaan :
1.Gatot Hartoyo +6281 2300 3371
2.Salamun Budiono +62856 5595 9584

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: